
Dengan berpegangan pada ralling besi Lies jongkok ke arah got mengeluarkan semua isi perutnya, makanan yang baru saja dia makan akhirnya mereka kembali melalui mulutnya lagi, Azis ketawa saja melihat Lies seperti itu, lalu dia pergi ke engine control room untuk mengambil air minum untuk Lies.
Pada saat Azis kembali, Lies masih jongkok menghadapi got kamar mesin.
"Det bagaimana, apa masih mau muntah?" tanya Azis.
"Nggak mas cukup terimakasih." Jawab Lies, sambil berusaha berdiri.
Mendengar jawaban Lies Azis ketawa ngakak, karena gak disangka Lies tahu maksudnya dia yang hendak godain Lies.
"Kirain masih mau muntah, tadinya kalau masih mau, saya kasih nih muntah saya." Kata Azis bikin eneuk.
"Tuh kan, saya lagi mabok aja masih di gangguin, untung saya lagi mabok mas, kalau nggak saya gambarin golok buat sampean." Kata Lies datar, entah bercanda atau serius.
Azis hanya ketawa saja sambil memberikan air minum ke Lies, dan Lies pun langsung meminumnya.
"Makasih mas." Kata Lies.
"Iya sama-sama." Jawab Azis.
"Gimana det mau lanjut lagi nulis-nulisnya? atau mau ke control room aja?" tanya Azis mulai khawatir melihat muka Lies yang semakin pucat.
"Lanjut nulis aja mas, kalau ke control room susah kalau muntah." Jawab Lies polos.
Azis pun ketawa lagi mendengar jawaban Lies.
"Emang masih mau muntah lagi?" tanya Azis sambil menahan ketawa.
"Ga tau nih kok Pusingnya gak hilang-hilang ya, padahal udah dimuntahin semua." Kata Lies udah gak konsen.
"Tadi muntahnya udah sampai warna kuning belum?" Tanya Azis penasaran.
Lies tidak menjawab, dia malah jongkok lagi menghadap got, dan hoek hoek hoek, Lies muntah lagi, kali ini yang dia muntahin adalah air yang barusan dia minum karena sebelumnya semua isi perutnya udah dikeluarin.
Sementara kapal tidak henti-henti nya terus bergoyang seolah sengaja ingin membuat Lies tepar.
"Udah det mending ke control room aja, disana ada kue gabin, biar perutnya tidak kosong jadi kalau muntah ga sakit perutnya." Kata Azis, kali ini dia bicara serius tidak bercanda lagi.
__ADS_1
"Gak lah mas, ga enak sama bas dua, nanti kalau ketahuan mabok, aku takut diturunin nanti." Kata Lies memaksakan bicara.
"Ngapain gak enak sama senior sendiri, lagian bas Ajo udah tau kok kamu mabok, dia tadi langsung nyuruh pelayan bawain kue gabin ke control room buat kamu." Kata Ajis.
"Mas Azis tadi ngadu sama bas Ajo ya kalau aku muntah?" tanya Lies gak suka.
"Jangan nuduh dulu det, saya gak ngomong apa-apa sama bas Ajo, cuman kebetulan tadi pas kamu muntah bas Ajo ngelihat waktu dia ngecek ke sini karena alarm got bunyi terus, rupanya alarm got bunyi karena penuh sama muntahan kamu det." Kata Azis sambil ngekek sendiri. .
Lies sangat kesal karena Azis bercanda terus tapi dia malas marah karena pusing di kepalanya belum juga hilang.
"Mas kok pusing di kepalaku ga hilang-hilang sih?" tanya Lies sambil memijit-mijit keningnya sendiri.
"Selama alun masih ada dan kapal bergoyang terus, pusingnya gak bakalan hilang det." Si Joni Aja yang udah naik 3 bulan disini, sampai sekarang masih mabok, nanti kamu lihat saja, bentar lagi si Joni turun sama Mandor untuk dinas harian, pasti mukanya pucat." Kata Azis.
"Ini alun nya mulai berhenti kapan?" tanya Lies mulai putus asa karena boro-boro bisa melanjutkan menulis, berjalan aja susah.
"Ya nanti kalau kapal sudah sampai di banjarmasin." Jawab Azis, entah bener atau nakutin.
"Oalah bagaimana ini, kalau bener alun nya tidak hilang sampai banjarmasin, bagaimana bisa aku menyelesaikan tugasku, yang ada aku malah ambruk, aduh gimana ini aku udah mau muntah lagi." Lies bicara sendiri sambil berjongkok lagi ke arah got.
Lies masih terus muntah-muntah tanpa ada sesuatu yang keluar dari mulutnya dan tiba-tiba Lies merasakan sesuatu yang sangat pahit dan begitu dia memuntahkannya keluarlah dari mulutnya cairan berwarna kuning yang rasanya sangat pahit.
Melihat itu Azis langsung ke Engine control room untuk mengambil air putih hangat dan kue gabin, disana dia berpapasan dengan Ajo dan mandor.
"Gimana zis, kadet masih muntah-muntah nggak?" tanya Ajo.
"Masih bas, barusan sampai keluar cairan kuning." Kata Azis memberitahukan Ajo.
"Ini kamu mau ngapain zis?" tanya mandor.
"Ini ndor, mau ambilin air putih hangat sama kue gabin buat si kadet takut sakit, kasihan jadi inget adik saya di kampung." Jawab Azis.
"Suruh istirahat di engine control room aja Zis." Kata Ajo.
"Dia gak mau bas, katanya kalau pengen muntah susah." Jawab Azis.
"Satuin aja sama si Joni, dia tiba-tiba ngilang, kayaknya sama lagi nungging juga." Kata mandor sambil ketawa.
__ADS_1
Akhirnya Azis kembali ketempat Lies membawa air minum hangat dan kue gabin tapi dia tidak sendirian karena Ajo mengikutinya.
Melihat Azis dan Ajo mendekat, Lies berusaha berdiri sambil berpegangan.
"Det kamu gak apa-apa?" tanya Ajo khawatir.
"Tidak apa-apa bas, tinggal pusing nya aja belum hilang." Jawab Lies, yang sebetulnya malas ngomong karena takut muntah lagi.
"Ya udah dikontrol room aja istirahat, jangan disini bahaya, takut jatuh." Kata Ajo.
"Iya det nih minum dulu sama makan gabinnya biar tidak terlalu pusing." Kata Azis menyerahkan air minum dan kue gabin nya.
Sebetulnya Lies tidak suka makan kue gabin, tapi karena tidak ingin di cap manja, Lies pun terpaksa memakan nya.
Akhirnya mereka pun masuk ke engine control room, sementara Ajis keliling ruang mesin untuk mengecek keadaan mesin-mesin.
Di control room Lies tidak banyak bicara, dia kadang memejamkan matanya untuk sedikit mengurangi rasa pusing nya, Ajo pun mengerti, dia tidak banyak tanya, membiarkan Lies istirahat.
Di dalam hatinya Ajo pun tidak tega melihat wajah Lies yang sangat pucat, tapi mau gimana lagi, ini semua demi kebaikan juniornya itu, dia hanya berharap lama-kelamaan Lies akan kuat dan tidak mabuk lagi.
Tiba-tiba mandor masuk ke dalam control room dia tersenyum geli melihat Lies yang sedang mabuk, tapu Lies tidak mempedulikannya, dia hanya peduli bagaimana caranya tidak sampai muntah lagi.
"Kamu harus kuat det, perjalanan tidak lama, kurang lebih 18 jam lagi, nanti sampai pelabuhan turun kedarat jalan-jalan biar lupa mabok lautnya." Kata mandor memberi semangat.
"Iya det, kita semua juga sama mabok kalau lagi alun kayak gini, cuman tidak separah kamu, kita hanya pusing saja tidak sampai muntah berulang-ulang karena kita udah biasa, nanti kamu lama kelamaan juga biasa." Kata Ajo ikut menyemangati.
"Oh iya ndor, mana si Joni kok gak kelihatan?" tanya ajo.
"Biasa, kalau lagi mabok dia maunya duduk dekat separator, barusan sih di temenin sama si Ajis." Jawab mandor.
"Pak elek kayaknya mabok juga, dia ga ada turun, katanya mau pasang lampu yang dekat OWS tapi jam segini belum nongol." kata Ajo lagi.
"Diatas sepi bas, pada ngamar semua, biasanya pada mancing, ini gada seorang pun yang mancing, yang ngetok aja sepi pada teler.' Kata mandor memberitahukan.
💃💃💃💃💃
*Ada yang pernah muntah sampai keluar cairan berwarna kuning nya ngak? semoga nggak ya, soalnya itu pahit banget, perut juga sakit karena mual-mual tapi tidak ada lagi yang bisa dimuntahin. 😇😅🙏🏾*
__ADS_1