Cerita Cinta Pelaut Wanita

Cerita Cinta Pelaut Wanita
Ke Surabaya


__ADS_3

Sesampai di rumahnya, Lies langsung bercerita kepada orangtua dan kakak-kakaknya.


"Pak, bu alhamdulillah Lies udah lulus semua ujian negara nya, dan rencananya Lies akan ke Surabaya, kebetulan disana ada senior jadi bisa bantu lies cariin kapal buat prola katanya disana juga banyak perusahaan pelayaran, besok Lies mau tlp lagi untuk mastiin" kata Lies.


"Di kota Surabaya siapa yg mau kamu temuin Lies? apa bapak antar aja kesananya" tanya bapaknya khawatir.


"Disana ada senior Jaya, tadi siang Lies udah telephon, dia lagi nyariin Lies kosan, makanya besok Lies mau telephon lagi, kalau kosannya udah ada Lies mau langsung kesana, bapak ga usah nganter, insyaallah Lies bisa sendiri" jawab Lies menjelaskan.


"Kenapa ga nyari di Jakarta aja Lies, biar lebih deket?" kata kakaknya.


"Di Jakarta banyak saingannya teh, tadi aja ketemu sama kadet dari alumni lain katanya udah 6 bulan belum dapat-dapat kapal, jangankan kadet perempuan kadet laki-laki saja susah" jawab Lies.


"Ya udah, bapak percaya sama kamu, besok kamu pastiin lagi, nanti bapak mau ngomong sama seniormu ya!" kata bapak.


"Iya pak" jawab Lies biar ibu dan bapaknya tenang.


Besoknya Lies langsung telepon ke senior Jaya untuk memastikan apa sudah dapat kosan untuknya.


"Halo assalamualaikum" kata Lies pada saat telepon tersambung.


"Waalaikumsalam" jawab orang yang ngangkat telepon.


"maaf, bisa bicara dengan Jaya?" tanya Lies sopan.


"Ini dengan siapa ya? tanya orang itu lagi.


"Saya Lisya" jawab Lies.


"Tunggu sebentar ya, saya panggilkan dulu Jaya nya.


"Jaya... ada telpon" panggil orang itu terdengar oleh Lies.


"Dari siapa bu?" tanya Jaya sambil menuju ketempat telepon.


"Dari Lisya" kata orang itu menyampaikan.


"Oh iya bu, saya angkat teleponnya" kata Jaya sambil melangkah kearah telepon.


"Halo, Assalamualaikum" Jaya mengangkat telepon nya.


"Waalaikumsalam, sen ini saya Lisya" kata Lies.

__ADS_1


"Iya Lies, kapan kamu mau kesini, aa udah dapat kosan buat kamu" sambung Jaya.


"Alhamdulillah kalau udah dapet, Lies insyaallah kesana besok naik kereta" kata Lies senang.


"Iya Lies kebetulan satu kosan sama Aa, cuman Lies dibawah sama ibu kosnya, ga apa-apa kan? tanya Jaya.


"Ga apa-apa sen, yang penting saya kesana ada tujuan" jawab lies.


"Nanti kamu turun di stasiun gubeng aja, langsung naik taksi, alamatnya yang kemarin aa kasih" Jaya mengarahkan.


"Siap sen, oh iya sen minta ijin ini ada bapak saya mau ngomong" kata Lies.


"Halo, Assalamualaikum" kata bapak.


"Waalaikumsalam pak" jawab Jaya ramah


"Na Jaya sebelumnya bapak mau ngucapin terimakasih karena na Jaya sudah mau menolong Lies nyariin kosan, dan sekalian bapak mau nitipin Lies, karena bapak khawatir Lies disana ga punya sodara dan jauh dari orangtua" kata bapak panjang lebar.


"Oh iya tenang aja pak, insyaallah disini juga banyak senior-senior Lies termasuk saya yang pasti akan menjaga Lies kebetulan disini ada mes alumni tapi khusus laki-laki makanya saya cariin Lies kosan biar lebih aman" jawab Jaya.


"Alhamdulillah kalau gitu bapak lega, siang ini bapak mau pesankan tiketnya dulu, biar besok Lies bisa langsung berangkat kesana" kata bapak.


"Baik pak, saya akan tunggu" jawab Jaya.


Siang itu bapaknya pun langsung pergi ke stasiun untuk membeli tiket ke Surabaya.


Lies pun langsung ke warung menemui ibunya.


"Gimana Lies sudah teleponnya?" tanya ibunya.


"Udah bu barusan, insyaallah besok Lies jadi ke Surabaya, alhamdulillah senior Jaya sudah dapet kosannya" jawab Lies.


"Ya udah kalau gitu lebih baik kamu pulang aja siap-siap buat besok" kata ibu.


"Nanti aja bu, Lies masih mau disini, buat berangkat besok udah Lies siapkan ko" jawab Lies sambil meluk-meluk ibunya.


"Besok mau dibawain apa buat ke surabaya?" tanya ibunya lagi.


"Ga usah dibawain apa-apa bu susah bawanya, tas Lies udah penuh" jawab Lies menolak.


"Terus buat senior kamu gimana? masa ga dibawain apa-apa" kata ibunya lagi.

__ADS_1


"Gampang bu, nanti paling di beliin kue sama teh ini (kakaknya no 5), pokoknya ibu ga usah repot-repot" jawab Lies.


"ya udah kalau gitu, terserah kamu aja" jawab ibunya ngalah.


"Assalamualaikum" bapaknya ngucap salam sambil masuk ke dalam warung.


"Waalaikumsalam" jawab Lies dan ibunya serentak.


"Gimana pak ada tiketnya?" tanya Lies ga sabaran.


Ibunya langsung berdiri membuatkan teh panas untuk suaminya.


"Ada dong, nih tiketnya" kata bapaknya sambil menyerahkan tiket ke Lies.


"Besok keretanya berangkat jam 20.55 kereta mutiara selatan, perjalanan kurang lebih 14 jam sampai stasiun gubeng, nanti kalau tidur dikereta hati-hati jangan terlalu lelap" kata bapak menjelaskan sambil minum teh buatan istrinya.


"kok malam sih pak, ga ada yang siang apa keretanya?" tanya ibu khawatir.


"Keretanya bagus bu, biar nyaman kan perjalanan jauh, lagian nyampe sana pagi jadi ga khawatir, kalau dari sini siang nanti nyampe sana malam" kata bapak.


"Iya ga apa-apa ko bu, insyaallah baik-baik aja" kata Lies, menenangkan ibunya.


Sore harinya Rini kakak Lies yang no 5 pulang dari tempat kerjanya, ia membawa bungkusan dan menyerahkannya ke Lies.


"Lies, nih kue buat bekal kamu besok, jadikan ke Surabaya nya?" tanya Rini.


"Alhamdulillah jadi teh, besok jam 7 malam brangkat dari rumah" jawab Lies sambil menerima kue dari kakaknya.


"Makasih ya kuenya teh" kata Lies.


Lies dan Rini umurnya hanya beda 2 tahun kurang tapi Rini badannya tinggi semampai, berbeda dengan Lies yang agak pendek (mungkin Rini ga kena pajak jadi tinggi, sedangkan Lies karena anak bungsu pajaknya banyak jadi deh pendek 😅) , tapi sayangnya dulu Rini tidak mau melanjutkan sekolah, jadilah dia kerja di pabrik sampai sekarang.


Kecilnya mereka sering berantem, makanya Lies ga pernah dibiarkan sendiri oleh ibunya, kemanapun selalu dibawa-bawa, dulu Lies sering diejek anak mamah sama kakaknya itu tapi ibunya dan kakaknya yang lain sering ngebelain, tapi sekarang Rini sangat pengertian dia yang memasok kebutuhan pakaian Lies, apapun yang lagi tren saat itu pasti dia akan belikan untuk adiknya, tapi kadang Lies tidak menyukainya dan dibiarkan saja bajunya dilemari.


Kakak pertama Lies tinggal di magelang, karena suaminya seorang tentara dinas disana dan asli orang sana, dirumahnya selain 4 kakaknya juga ada sahabat kakaknya yaitu teh Sumi dan Teh Ayah, teh sumi berasal dari luar daerah sedangkan teh Ayah dia anak yatim piatu jadi mereka tinggal bersama keluarga Lies dan sudah dianggap anak oleh orangtua Lies.


Keesokan harinya Lies sudah siap-siap mau berangkat ke stasiun kereta, dia diantar kakaknya yang no 2, Lies pun pamitan kepada semuanya dan tak henti-henti memeluk ibunya.


"Sudah cepat berangkat sana nanti ketinggalan kereta" kata bapaknya, melihat Lies memeluk ibunya terus.


"Iya pak, Lies pamit berangkat" kata Lies sambil melepaskan pelukan ibunya dan salim ke semuanya, lalu Lies dan kakaknya pun langsung berangkat ke stasiun menggunakan motor.

__ADS_1


💃💃💃💃💃


Hai.... besok sudah mau lebaran nih, takutnya aku tidak bisa up pas lebaran, jadi aku usahain hari ini up 2 bab tapi 1 bab nya lagi nanti malam ya, jangan lupa tinggalkan jejak kalau sudah baca ok!! 😅🙏


__ADS_2