Cerita Cinta Pelaut Wanita

Cerita Cinta Pelaut Wanita
Senior legend


__ADS_3

Sore harinya Lies bangun mandi dan solat ashar, lalu Lies kedapur goreng ceplok telor dan tahu lalu Lies pun ngulek cabe garam dan tomat, cukup seperti itu saja Lies makannya terasa nikmat karena bagi Lies yang penting ada sambel, selasai makan Lies mencari ibu kos.


"Bu tadi saya makan sama ceplok telor goreng tahu dan sambal" kata Lies sambil duduk didekat ibu kos yang sedang nonton tv bersama mantu perempuannya.


"Kenapa gak goreng ayam, kan dikulkas ada ungkep ayam" kata ibu kos.


"Tadi lagi kepengen telor ceplok bu" jawab Lies.


"Oh iya bu, mulai sekarang kalau saya gak keluar saya ketring disini ya bu, biar saya masak sendiri aja yang penting ada tahu sama sambelan" kata Lies.


"Oh ya udah kalau gitu setiap hari ibu akan sediakan tahu sama sambelan kalau ikannya seadanya dikulkas aja ya" kata ibu kos.


"Iya bu terimakasih" jawab Lies.


"Lies pamit dulu ya bu, mau keatas dulu ada perlu sama senior Jaya" kata Lies lagi sambil melangkah menuju tangga.


Lies naik ke tangga menuju kamar Jaya, ternyata disana cukup ramai karena sedang kumpul senior-senior Lies, ada Ajo, Jaya, Eep, Acep dan buki mereka sedang asik mengobrol sambil bercanda.


"Assalamualaikum sen" kata Lies masih berdiri didekat tangga.


"Waalaikumsalam" jawab seniornya serempak.


"Kebetulan kamu kesini, masuk sini Lies kita ngobrol-ngobrol mumpung mereka semua korp teknik" kata Jaya pempersilah kan Lies masuk.


"Saya duduk disini aja sen, disitu sempit kamarnya terlalu besar" kata Lies sambil senyum, dan langsung duduk di depan pintu.


Seniornya pun pada ketawa dan melanjutkan ngobrolnya.


"Lies udah mendaftar ke perusahaan mana aja?" kata Acep memulai pembicaraan.


"Belum sen, besok saya baru mau mulai datang ke perusahaan-perusahaan" jawab Lies

__ADS_1


"Ya udah besok mulai ke perusahaan pelayaran yang dekat-dekat aja dulu, kan di sepanjang jalan perak ini lumayan ada banyak perusahaan pelayaran" kata Jaya.


"Iya Sen" jawab Lies.


"Lies ko aa dikampus ga pernah liat kamu" kata Acep.


"Iya kita juga gak pernah liat" kata Eep, Ajo dan Buki.


"Masa sih sen? kali senior mah lihatnya ke taruni yang cantik-cantik aja, kalau saya kan taruna waktu dikampus, jadi gak pernah dilirik" jawabku asal membuat mereka semua tertawa.


"Kamu bisa aja, oh iya lies ini Eef dia lagi nunggu panggilan di perusahaan pelayaran PT. S..., katanya nunggu kapal baru, yang GT (Gross Tonnage) nya lumayan besar" Kata Jaya.


"Kalau senior Acep dia udah di PT. M******, tapi kapalnya lagi mau perbaikan, lagi engker di tengah" kata Jaya lagi.


"Ini yang paling ganteng nih Ajo, dia Masinis dua di kapal KM. C****** perusahaan PT. M******, kapalnya baru sandar, ada kemungkinan aa juga nanti satu kapal sama Ajo, tinggal nunggu kabar aja dari perusahaan. Lanjut Jaya.


"Kalau Buki lagi stby di perusahaan pelayaran PT. T****, paling bentar lagi juga naik. kata Jaya menjelaskan satu satu.


"Kalau aa jadi naik di kapal bareng Ajo, paling besok atau lusa aa berangkat, tapi Lies tenang aja kan masih ada Eef, Acef, Buki dan di mess juga masih banyak senior-senior" lanjut Jaya masih menerangkan.


"Oh iya Lies kamu udah ke mes belum?" tanya Eef.


"Belum sen, saya belum tau mes nya" jawab Lies.


"Ya udah habis magrib kita kesana, kita ngobrol-ngobrol sama senior-senior legend" kata Eef sambil ketawa, Lies hanya tersenyum mendengar sebutan senior legend karena belum tahu maksudnya.


Selesai shalat magrib Lies dan senior-seniornya pergi ke mes, ternyata tidak terlalu jauh dari kosan Lies.


"Assalamualaikum" Lies dan senior-seniornya serempak ngucapin salam sambil masuk kedalam mes yang memang pintunya terbuka.


"Waalaikumsalam" mereka yang didalam pun serempak menjawab.

__ADS_1


Didalam Lies langsung diam tak berkutik karena senior-senior yang dulu saat latsarmil dan madabintal sangat galak dan ditakuti, sekarang hampir semua ada disini.


"Kenapa Lies diam aja ayo sini duduk" kata Acep, menyadarkan Lies yang hanya diam mematung.


Akhirnya Lies tersadar dan buru-buru duduk disebelah Acep.


"Kamu kenapa taruni, kok bengong aja" kata salah satu senior yang dulu sangat Lies takutin.


"Ga apa-apa sen" kata Lies sambil cengengesan karena ketahuan bengong.


"Palingan kaget ya Lies, karena banyak senior legend disini" kata Eep ketawa diikuti ketawa seniornya yang lain.


"Tenang aja Lies mereka galaknya di kampus aja, disini mereka udah ga galak lagi, iyakan sen" kata Jaya ke senior-senior legend itu, membuat Lies lebih tenang.


"Iya kami galaknya kalau lagi laper doang, itu pun gak makan orang, cukup sego bebek yang di depan aja" kata mereka ketawa.


Suasanapun sudah semakin cair karena mereka semua humoris, Lies mulai ikut terbawa lelucon-lelucon mereka, dia tidak berhenti tertawa terus.


"Udah pada makan belum, laper nih, sego bebek yuk" kata Eep ke yang lainnya.


"Ayo siapa takut, kita juga laper dari tadi nungguin yang ngajak makan" jawab senior-senior legend itu semangat.


Akhirnya mereka pun pergi makan ke warung sego bebek langganan mereka, kali ini bos nya adalah Ajo yang baru datang dari kapal.


Lies sangat menikmati makannya karena sambalnya yang pedas cocok dengan lidahnya yang suka pedas.


Rupanya senior-senior legend itu kebanyakan korp KPN, mereka sudah bekerja di kantor-kantor perusahaan pelayaran yang ada di sana jadi mereka mendirikan mes untuk menampung alumni yang ada disana, walaupun tidak semua alumni bisa tertampung tapi setidaknya bagi alumni yang baru datang di surabaya untuk mencari pekerjaan ataupun prola ada tempat berlindung sementara, sehingga bisa membantu mereka untuk lebih tenang mencari pekerjaan tanpa memikirkan tempat tinggal dan dengan adanya mes, kerjasama untuk menjaga nama baik alumni akan tercipta dan silaturahmi antar alumni pun akan tetap terjaga, saling memperhatikan antara satu dengan yang lain, menghilangkan sikap egois baik senior ataupun junior karena semua kena piket tanpa kecuali.


Saat itu hanya Lies alumni perempuan satu-satunya yang ada disana, tapi itu tidak menjadi masalah karena senior-seniornya memperlakukan dia dengan baik dan sopan, Lies pun mulai belajar membuka hati untuk berteman dengan senior-seniornya karena dulu dikampus Lies sempat trauma dengan senior-seniornya yang dianggapnya semua galak dan menakutkan, sehingga dia selalu menutup hatinya dan tidak mau dekat dengan senior-seniornya hanya beberapa senior aja yang betul-betul Lies kenal yang bisa dekat dengannya saat itu, dan sekarang Lies betul betul harus bisa gabung dengan senior-senior yang dulu sangat ditakutinya.


💃💃💃💃💃

__ADS_1


Hai semuanya...


Alhamdulillah Views sudah bertambah, popularitas pun mulai bertambah, tapi kok yang kasih like nya cuman dikit ya, apa ceritanya ngebosenin atau saking asik membaca jadi lupa like? 🙊😅 tolong dong kasih komentar bagi yang sudah membaca dan jangan kelewat lagi like nya ya! 😅🙏🏾


__ADS_2