
Jam 03.00 kapal sudah OHN, dan satu jam berikutnya kapal sudah lepas tali bertolak kembali menuju Surabaya.
Memang kapal dengan muatan kontener kalau sandar tidak pernah lama, apalagi kapal tempat lies praktek ini gross tanage nya kurang dari 5000 jadi tidak sampai 24 jam kapalnya sudah selesai bongkar muat.
Setelah kapal full away semua crew mesin termasuk Lies kembali ke kamarnya masing-masing, tinggal masinis satu sebagai perwira jaga dan Maman olimen jaganya yang stby di ruang mesin.
"Det jangan langsung ke kamar, kita makan mie dulu yuk!" Ajak Joni.
"Emang mas Joni lapar ya?" Tanya Lies.
"Nggak juga det, cuman takutnya kalau udah mulai ombak nanti kita gak bisa makan." Joni menjelaskan.
"Iya juga ya mas, ya udah ayo kita makan mie dulu aja, biar nanti kalau ombak perut kita udah terisi." Jawab Lies menyetujui ide Joni.
Lies pun mengikuti Joni berjalan menuju ke arah salon ABK.
"Det, mau kemana?" Tanya KKM, melihat Lies tidak langsung naik tangga arah ke kamar perwira.
"Ini bas saya mau makan mie dulu sama mas Joni di salon ABK." Jawab Lies.
"Kok gak ngajak-ngajak det, kita juga lapar kali pengen makan mie." Kata mandor mulai iseng lagi.
"Ya udah ayolah kita bareng-bareng makan mie." Kata Joni polos.
"Saya kan pengen nya diajak kadet, bukan diajak elu Jon." Kata mandor greget.
"Iya iya ayo pak mandor kita makn mie dulu, nanti saya buatin deh." Kata Lies sambil mempercepat jalannya.
"Ajak-ajak kita juga dong det, kita juga laper nih." Kata Dedi ikut nimbrung.
"Emang kamu aja yang laper Ded, kita -kita juga laper kali pengen makan mie." Sambung Azis, tidak mau kalah.
"Ya sudah kalau semuanya lapar kita makan mie aja dulu, masih banyak mie nya kan Jon?" Tanya KKM.
"Tenang bas masih banyak, tadi sore kan Azis sama bas dua baru belanja." mandor yang menjawab sambil ngekek.
Akhirnya mereka semua termasuk KKM, Ajo dan Arif, mampir dulu di salon ABK untuk makan mie bersama.
__ADS_1
"Det, nanti lama-lama kalau ikut jaga sama bas dua kamu gendut lho, soalnya hampir semua orang kapal kalau habis jaga atau mau jaga jam 4 subuh tuh setiap hari pasti pada bikin mie, lihat aja Azis sampai perutnya gendut gitu." Kata mandor sambil ketawa dan yang lain pun ikut ketawa.
"Makanya pilih aja antara bas tiga sama mualim tiga det, mereka sama-sama bujang dan belum pada buncit, kata Dedi super usil, yang membuat Arif terbatuk seketika, sementara Lies tidak menggubrisnya dia langsung pergi ke dapur membantu Joni.
"Emang kenapa Ded mualim tiga dan bas Arif?" Tanya KKM yang mulai kepo karena dari tadi merhatiin.
"Yaitu tuh bas, kata mandor salah satu dari mereka ada yang suka merhatiin kadet." Kata Dedi sambil ketawa.
"Siapa bilang salah satu, orang dua-duanya kok bersaing mencari perhatian kadet, cuman kadetnya gak nyadar aja karena lagi mabok." Kata mandor sambil ketawa dan melirik ke Arif yang tidak banyak bicara.
"Masa? pantas bas Arif diam aja dari tadi, ngomong dong bas!" Kata KKM sambil senyum-senyum.
"Mulai mandor ini memang kompor meledug." Kata Arif terlihat grogi.
"Ded, kamu panggil sana mualim tiga, biar seru, kayaknya dia ada di salon perwira deh, barusan kan baru pada turun dari anjungan!" Kata KKM lagi, yang di iya kan oleh Dedi.
Dedi pun langsung pergi ke salon perwira untuk memanggil mualim tiga, sementara Lies tidak mendengar sama sekali kalau dia sedang dibicarakan karena dia lagi sibuk membantu Joni memasak mie untuk mereka.
Betul saja, akhirnya mualim tiga pun masuk ke salon ABK diikuti mualim dua dan dua orang juru mudi.
"Iya nih ken, si kadet sama si Joni masak mie banyak banget, jadi kita sekali-kali lah makan disini untuk kebersamaan perut yang sama-sama kosong." Kata KKM sambil ngekek.
Mie rebus pun sudah selesai di masak, Lies dan Joni pun menyajikannya di atas meja.
Joni dan Lies kaget karena ternyata di salon ABK sudah ada mualim tiga dan mualim dua juga, untung mereka masak mie nya banyak, cukuplah untuk mengganjal perut mereka setelah sibuk OHN dan olah gerak.
"Yey ada koki baru nih." Goda Jaya ditujukan ke Lies.
"Iya ken, koki baru khusus masak mie rebus." Jawab mandor.
"Iya soalnya bisanya cuman masak mie instan doang kan?" Sambung Azis ngekek.
"Biar cuman mie instan yang penting masaknya dengan hati." Tiba-tiba mualim tiga nyeletuk.
Seketika Joni, Dedi dan mandor heboh nyorakin.
"Cie-cie akhirnya mualim tiga belain kadet nih, kapan dong bas Arif ngebelain kadet juga, biar kadet nya juga tahu." Celetuk mandor, yang berhasil membuat mualim tiga, Arif dan Lies jadi kikuk.
__ADS_1
"Apaan sih pak mandor, emangnya aku cowok apaan?" Kata Lies sambil melentikan jari-jari tangannya, sontak membuat semua orang ketawa karena gayanya yang dipaksakan lucu, tapi sudah bisa mencairkan suasana yang tadi bikin kikuk akibat ulah mandor yang jail.
"Emangnya kamu cowok det?" tanya Joni senyum-senyum.
"Ah elu Jon, telat terus mikirnya, jelaskan Ded." Kata mandor nyeletuk lagi.
"Tau nih si Joni, udah mulai mabok kayaknya jadi makin telat aja, maksudnya kadet tuh ngeluarin isi hati mualim tiga dan bas Arif, ngerti nggak Jon?" Kata Dedi yang selalu setia memberi penjelasan kepada Joni yang agak lemot.
Semua ketawa kecuali mualim tiga dan Arip.
"Ada apa nih det? kayaknya ada yang Aa lewatkan." Kata Jaya sambil senyum-senyum ke Lies.
"Tuh kan yang telat bukan aku aja, mualim dua juga telat." Kata Joni senang karena ada teman sama-sama telat.
"Udah-udah ayo kita makan dulu, biarin aja mualim tiga sama bas Arif bersaing dengan sehat." Kata KKM sambil ketawa.
"Gara-gara mandor nih, jadi semua heboh, kasihan kan kadet jadi salah tingkah tuh." Kata mualim tiga yang lebih berani menggoda Lies dari pada Arif yang hanya diam saja.
"Ha ha ha... sepertinya bas Arif kalah langkah nih, mualim tiga lebih berani menggoda kadet, depan senior-seniornya lagi." Kata Mandor lagi.
"Mulai-mulai kompor meledug..." kata Arif membuat semua orang ketawa termasuk Jaya dan Ajo.
"Gak nyangka ya baru satu trip kadet naek, udah membuat persaingan sengit seperti ini." Kata Jaya yang membuat Lies tidak enak hati karena takut senior-seniornya salah pengertian.
Melihat Lies berubah raut mukanya dan langsung diam, akhirnya jaya meralat kata-katanya karena sedikit banyak dia tau seperti apa Lies saat di kampus dan sudah melihat dengan jelas kalau lies mempunyai prinsif yang kuat hingga dapat bertahan sampai tahap ini, dan dia tahu kalau lies tidak akan mengecewakan.
"Tenang aja det, mereka mah cuman haus kasih sayang aja kok, nanti kalau ketemu daratan juga sembuh penyakitnya. iya nggak? kata Jaya sambil melirik ke Ajo.
"Iya det, gak usah dipikirin, boleh pilih salah satu, dua-duanya atau tidak dua-duanya." kata Ajo sambil nyengir.
Begitulah suasana saat itu, makan mie instan sambil pada ngerumpi, saling spet satu sama yang lain, hampir semua orang yang ada disitu kena usil mandor dan KKM, jadi tidak hanya kadet, mualim tiga dan Arif saja, Ajo dan Jaya pun kena juga di usilin mandor.
Akhirnya mandor yang angkat tangan sambil ngakak karena sekarang semua orang menyerang dia, dan setelah selesai makan mereka pun kembali ke kamarnya masing-masing.
💃💃💃💃💃
* Ah leganya bisa up....😅🙏🏾 *
__ADS_1