Cerita Cinta Pelaut Wanita

Cerita Cinta Pelaut Wanita
Sarapan pagi yang tidak terlupakan


__ADS_3

Kali ini Lies parno sendiri, melihat catar dan catir yang pada asyik dengan baju PDL dan kelengkapannya seperti ransel, sabuk, sepatu pdl, kaus kaki, topi dan peples (wadah minum), sambil ketawa ketiwi bercanda dengan barang-barang itu, karena para senior juga masih sibuk membagikan baju PDL, dan suasana pun semakin riuh.


Lies hanya diam saja membayangkan hukuman apa yang akan diberikan kepada mereka karena suasana kacau seperti ini.


"*D*asar orang-orang ini udah jelas hukuman didepan mata masih belum pada sadar juga malah semakin ribut**" selesai Lies berkata dalam hatinya, beberapa senior dan seniorita menghampiri catar catir, tanpa ba bi bu mereka langsung menamparnya satu per satu.


Lis langsung syok berdiri mematung tak berani bergerak, apalagi sebentar lagi tiba gilirannya karena sudah ada senior yang menampar catir disebelah kanannya dan mulai berjalan ke arahnya, begitu senior itu sampai di depannya Lies ketakutan dan menutup mata.


"Kenapa menutup mata, buka matanya" perintah senior itu kepada Lies.


Lies langsung membuka mata dan senior itu hanya menempelkan telapak tangan kanannya di pipi kiri Lies, lalu berjalan ke catir sebelah kiri, menamparnya dan berjalan lagi menuju yang lainnya.


"OMG apa yang tadi senior itu lakukan padaku? kenapa senior tadi tidak menamparku ya, padahal tadi catir diselahku ditamparnya keras sekali sampai terdengar bunyinya**" kata Lies dalam hatinya, tapi tiba-tiba dia didatangi seniorita yang wajahnya sangat cantik, dan plaak langsung menampar Lies sangat keras, sampai matanya terasa berkunang-kunang, Lies pun beberapa kali mengerjapkan mata agar hilang kunang-kunangnya.

__ADS_1


"Kenapa hah, kamu ga terima? jangan manja kamu! disini semua catar catir diperlakukan sama, jangan harap kamu bisa enak sendiri, kenapa kamu diam saja? jawab!" teriaknya pada Lies.


"*ad*uh aku harus jawab apa ya, jawab iya atau tidak" Lies bertanya dalam hati, lalu diapun berusaha menjawab sekenanya "tidak apa-apa senior".


"Kalau ditanya itu jawab S I A P dulu! ulangi! Lies disuruh mengulang jawabannya oleh seniorita itu, akhirnya dia pun mengulangnya lagi "siap, tidak manja senior".


"*S*emoga jawabanku tidak salah, pipiku masih terasa pedes jangan sampai dia tambah lagi, memang sialan seniorita ini cantik-cantik kaya macan, kalau di STM ada yang kaya gini udah gua jambak**" lies menggerutu dalam hatinya, Lalu seniorita itu pun pergi meninggalkannya.


Selesai semuanya ditampar, salah satu dari senior berbicara dengan lantang "kalian harus ingat, barusan itu adalah sarapan pagi, kalau kalian masih tidak bisa disiplin maka sarapan pagi seperti itu yang akan kalian dapatkan setiap hari, dan ada lagi yang harus kalian ingat, kalau salah satu diantara kalian tidak disiplin maka tidak hanya orang itu yang akan kami hukum tapi kalian semua yang akan menanggungnya, kalian mengerti?"


"Ulangi, suara kalian tidak terdengar" senior itu berteriak lagi sambil melotot.


"Siap, mengerti senior" mereka mengulangnya lebih keras lagi.

__ADS_1


"Apa kalian belum cukup sarapan paginya? mau kami tambah lagi?" tanya senior lainnya kepada kami.


"Siap, cukup senior" mereka serentak menjawab lagi dengan lebih keras, sampai kerongkongan Lies terasa sakit.


Hari ini catar catir menghabiskan waktu sampai sore dengan belajar baris berbaris dan tatacara ala militer, sudah tidak terhitung lagi berapa kali mereka semua kena hukuman, entah itu disuruh lari keliling lapangan, disuruh push-up, disuruh bending yang tidak tau sudah berapa jumlahnya, dan akhirnya tibalah saatnya mereka untuk pulang.


Lies masih belum terima diperlakukan seperti itu, dia masih manggerutu didalam hatinya, "*sialan apes banget hari ini udah di bentak-bentak, di hukum sesuka hati, badanku sampai sakit semua, kakiku sangat pegal karena di suruh lari dan bending terus, mana PBB (Peraturan Baris Berbaris) tidak henti-henti lagi, padahal waktu STM aku paling anti ikut PBB*".


"Lies kenapa kamu cemberut terus?" tanya Titi yang sudah berjalan disampingku menuju kosan.


"Nggak apa-apa ti, cuman sedikit kesal aja, sarapan pagi kita kali ini sunggah tidak terlupakan" jawab Lies sambil manyun.


💃💃💃💃💃

__ADS_1


Gimana lanjut terus ceritanya? like dan komennya dong....😊🙏🏿


__ADS_2