Cerita Cinta Pelaut Wanita

Cerita Cinta Pelaut Wanita
Sudah di darat tapi masih terasa goyang-goyang.


__ADS_3

Lies pun masuk ke engine control room, disana ada Ajo yang baru masuk juga, begitu Lies dan Ajo duduk tiba-tiba Azis masuk ke engine control room dengan ngos-ngosan dan langsung duduk di samping Ajo.


"Kamu kenapa Zis, kok ngos-ngosan?" Tanya Ajo sambil memperhatikan Azis, sementara Lies diam saja menahan tawa.


"Ga apa-apa bas tadi habis olah raga lari-lari diajarin kadet." Jawab Azis sekenanya.


"Emang kamu juga habis lari-lari det?" Tanya Ajo menyelidik.


"Ya bas, dari pada saya yang ditinggalin lari sama mas Azis, mendingan saya yang lari duluan ninggalin mas Azis." Jawab Lies santai.


"Beneran bas, mendingan dia mabok laut aja pendiam gak banyak ngomong paling cuman muntah-muntah, tapi kalau gak mabuk susah ditanggulangi, susah ditaklukannya." Kata Azis sambil geleng-geleng kepala.


"Mas Azis harusnya bersukur kena jaga sama saya, ada yang nemenin jaganya, coba kalau nanti saya sudah turun dari kapal, mas ajis keliling sampai ke ruang shaft sendirian, berani nggak? atau mungkin saja mas Azis sedang ditemani makhluk lain seperti juru mudi yang kepalanya pecah tadi." Kata Lies sambil senyum-senyum karena sudah berhasil membuat Azis bungkam.


Ajo ikut geleng-geleng kepala menyaksikan juniornya sukses membuli oiler senior yang sudah lebih dari 5 tahun di kapal, dengan ceritanya itu sampai membuat Azis jadi penakut seperti sekarang.


Tak terasa waktu jaga laut mereka sudah berakhir, serah terima pun sudah selesai, Ajo, Azis dan Lies meninggalkan ruang mesin, mereka naik tangga menuju main deck, tapi mereka tidak langsung kembali ke kamarnya mereka malah asyik ngobrol di buritan kapal yang ternyata disana ada 2 ayunan yang terbuat dari tali jaring dan ada tempat duduk.


"Ternyata disini nyaman ya!" Kata Lies sambil tiduran diayunan tali.


"Iya Aa kalau habis jaga biasanya kesini, tiduran dulu disini apalagi kalau ombak, biar ga mabok karena disini anginnya seger." Kata Ajo sambil tiduran juga di ayunan satunya, sementara Ajis tiduran di kursi panjang yang ada disitu.


Tak terasa mereka pun tertidur disana hingga jam setengah enam pagi, Lies dibangunin Azis yang sudah bangun lebih dulu.


"Det bangun, sudah jam stengah enam, solat dulu!" Kata Azis, Lies dan Ajo langsung bangun, mereka langsung ke kamarnya masing-masing, kapal sudah tidak seoleng kemaren, karena sepertinya kapal sudah mau sampai.


Betul saja beberapa jam dari situ kapal sudah drop anchor.



Gang/koridor dikapal



Tangga tertutup dikapal



Selama kapal engker (drop anchor), lies berhasil menyelesaikan tugas dari KKM untuk menulis nama-nama crew mesin dan jabatan serta tanggung jawabnya dengan di bantu oleh Ajo.


Dan sebelum kapal OHN untuk sandar, Lies langsung menemui KKM, untuk memperlihatkan tugasnya Yang sudah dia kerjakan, kebetulan KKM sedang ada di salon perwira menonton tv.


"Siang bas!" sapa lies sambil masuk mendekati KKM.


"Siang juga det!" jawab KKM.


"Ada apa det? gimana tugasnya sudah selesai? tanya KKM.


"Alhamdulillah bas sudah selesai, ini saya mau melaporkan ke bas." Kata Lies sambil memberikan tugasnya.

__ADS_1


"Kamu duduk dulu disini det, nanti OHN baru ke kamar mesin lagi." Perintah KKM.


Akhirnya Lies pun duduk di sofa tak jauh dari KKM.


"Kamu mabuk nggak selama perjalanan dari surabaya ke sini?" tanya KKM lagi.


"Siap mabuk bas." Jawab Lies jujur.


"Ha ha ha ha..." KKM malah tertawa,


"Sampai muntah kuning gak det?"


"Iya bas." Jawab lies singkat karena malu, hampir semua crew bertanya begitu.


"Tidak apa-apa, udah biasa det yang penting jangan cemen, nanti kalau kapal sudah sandar, jalan-jalan aja kamu biar lupa mabuk lautnya." Kata KKM sambil masih tertawa.


"Iya bas terimakasih." Jawab Lies.


KKM pun langsung memeriksa tugasnya Lies, disana sudah ada paraf bas dua, tanda kalau tugasnya sudah diperiksa bas dua.


"Ya sudah det, tugasnya sudah ada paraf bas dua, berarti ini sudah benar saya tidak perlu periksa lagi, yang penting kamu sudah mengenal semua crew mesin dan tahu tugas nya masing-masing sehingga jika kamu nanti pindah ke kapal lain kamu sudah tidak asing lagi." Kata KKM menjelaskan.


"Baik bas, terimakasih sudah memberikan tugas kepada saya sehingga saya lebih mengenal dan tahu tugasnya mereka."


"Oh iya det, nanti kalau sudah sandar kamu turun bareng saya aja, kita jalan-jalan." kata KKM.


"Oh gitu, ya udah ga apa-apa lain kali aja ya kita jalan-jalan nya." Kata KKM.


"Iya bas Insyaallah." Jawab Lies.


Sebetulnya Lies tidak ada janji jalan sama Ajo dan Azis, mereka hanya mau ke toko depan pelabuhan untuk beli permen bekal perjalanan nya nanti ke surabaya, biar mengurangi mual.


Lies tidak enak kalau harus jalan sama KKM, dia tidak mau jadi bahan omongan orang dikapal, dia ingin lebih hati-hati dengan semua crew kapal, boleh dekat tapi jaga jarak, dia ingin membuktikan bahwa tidak semua kadet perempuan gampangan.


Apalagi di kapal ini kebanyakan masih muda-muda Lies tidak ingin menimbulkan fitnah, adapun mereka kadang menggoda, Lies tidak pernah menghiraukannya, semua tergantung orangnya, jika ditanggapi mungkin sesuatu akan terjadi tapi jika tidak ditanggapi pasti akhirnya merekapun mengerti.


Setelah kapal sandar, semua crew yang tidak kena jaga bersiap-siap untuk pesiar tidak terkecuali Lies, dia sudah siap di depan gang way (tangga) kapal menunggu Ajo dan Azis yang akan turun ke darat.


"Maaf det lama nunggu ya?" Tanya Azis yang baru datang.


"Ga apa-apa mas, saya juga baru datang ko." Jawab Lies, tak begitu lama Ajo pun datang.


"Det kamu yakin cuman ke warung aja? ga ikut kita sekalian jalan-jalan?" tanya Ajo memastikan.


"Nanti trip depan aja bas jalan-jalan nya barengan mualim dua, kalau sekarang mualim duanya lagi jaga pelabuhan, kasihan ga ada temannya di kapal." Lies beralasan, padahal dia tidak ingin jalan, dia lebih memilih di kapal untuk menyelesaikan tugasnya karena takut kalau kapal sudah jalan ke surabaya dia mabuk lagi.


Merekapun akhirnya turun ke dermaga menggunakan gang way kapal.


Begitu Lies menginjakan kaki didermaga, dia berjalan miring-miring sehingga membuat Ajo dan Azis tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Det kamu kok jalan nya miring-miring?" Tanya Azis sambil tertawa, begitupun Ajo tak berhenti mengetawakan Lies.


"Gatau nih mas kok masih terasa ombaknya kaya masih goyang-goyang gitu." Jawab Lies polos.


"Kamu masih bener-bener mabuk det, masa udah di darat masih terasa goyang-goyang." Kata Azis lagi tak berhenti mengetawain Lies.


"Udah coba berhenti, ga usah jalan dulu, coba dirasa-rasain dulu sampai udah gak terasa goyang-goyangnya." Kata Ajo memberi saran.


Mereka pun berhenti berjalan, Lies berdiri menyesuaikan badannya yang masih terasa goyang-goyang karena hampir selama 24 jam digoyang ombak.


Setelah Lies agak mendingan, mereka pun melanjutkan berjalan keluar pelabuhan.


"Tuh det tokonya, ayo kita nyebrang." Kata Azis.


Mereka pun menyebrang jalan dan masuk ke toko yang dituju.


Setelah selesai Lies membeli permen dan cemilan, Ajo hendak membayarnya di kasir.


"Bas gak usah dibayarin, biar saya bayar sendiri." Kata Lies, merasa ga enak karena Ajo sudah berada di depan kasir.


"Udah sini sekalian, biar Aa bayarin." Kata Ajo gak terima bantahan.


Akhirnya semua belanjaan di bayar Ajo termasuk belanjaan Azis.


"Det, kamu berani kan pulang ke kapal sendiri?" Tanya Azis.


"Kamu antar aja dulu zis, saya tunggu disini." Kata Ajo.


"Gak usah diantar, saya berani kok, cuman nyebrang doang." Kata Lies.


"Oh iya bas terimakasih ya belanjaan makanannya udah dibayarin." kata Lies lagi.


"Iya ga apa-apa cuman jajanan gitu doang kok."


"Oh iya titip sekalian ya permen Aa dan permen Azis tolong simpan dulu di kamarmu, nanti kalau sudah pulang ke kapal Aa Ambil." kata Ajo.


"Iya bas, nanti saya simpenin." kata Lies.


Akhirnya Lies kembali ke kapal setelah di sebrangin Ajo dan Azis, sementara Ajo dan Azis berlanjut pesiar.


πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


*Hai readers semua, akhirnya saya up lagi, semoga tidak bosan menunggu kelanjutan ceritanya, maaf sebelumnya karena sudah lama menunggu ...


Iya sih menunggu itu sesuatu hal yang sangat membosankan, tapi walaupun lambat author akan tetap menyelesaikan novel ini sampai akhir.


Jadi jangan sampai bosan menunggu nya ya! walaupun menunggu lama yang penting ada kepastian, iya kan?? Insyaallah....


πŸ™πŸΎπŸ™πŸΎπŸ˜…πŸ˜…*

__ADS_1


__ADS_2