Cerita Cinta Shasya

Cerita Cinta Shasya
Menutup Hati


__ADS_3

aku paham ada yang mulai berlari meronta dan memaksa masuk ke dalam hati yang masih terkunci. meskipun kini kunci itu mulai melemah, tapi aku pastikan takkan mudah terbuka. hati ini takkan semudah itu membiarkan dia yang masih asing untuk masuk, tinggal dan menetap.


------------------------------------------------------------------------


Malam semakin larut, terlihat Shasya masih terlarut dalam fikiran-fikirannya. Tergambar jelas dalam ingatannya ketika tadi pagi Rio menolongnya. Terasa debaran tak biasa dihatinya.


"masa bodoh ah, aku gak tertarik dengannya". ucap Shasya sambil menghela nafas.


Shasya benar-benar berusaha menepis apa yang ada dihati dan fikirannya. Dia tidak mau prinsipnya untuk tidak berpacaran jadi berubah. Ditambah lagi dy baru mengenal Rio. Shasya menarik selimutnya berusaha menghilangkan berbagai fikirannya tersebut dan mencoba tidur. Akan tetapi usahanya sia sia. dia tetap memikirkan Rio.


Karena tak kunjung tidur, Shasya kembali duduk dan mengambil ponselnya. Dia kemudian memutar drama koreanya dan mulai fokus menonton dramanya.


"nah, ini dia calon suami idaman. bukan kayak Rio. udah ah, gak ada yang namanya pacaran-pacaran. sekolah nomor satu.


Dengerin yaa hati! Rio itu teman, bukan siapa-siapa dan gak akan jadi siapa-siapa paham!". Ucap Shasya sambil mengeraskan hatinya agar tak mudah tertarik pada Rio.


Rasa kantukpun menghampiri Shasya, dan Shasya mulai terlarut dalam mimpinya.


Di tempat lain,


Rio masih sibuk dengan ponselnya. Dia baru ingat bahwa hariini Dinda ulangtahun. Dia mengutuk dirinya sendiri karna melupakan hari penting bagi kekasihnya itu.


anehnya tak seperti biasa, kaliini dinda sama sekali tak mengangkat telponnya. sudah berkali-kali Rio menelpon, tapi tak sekalipun dinda mengangkat telponnya. akhirnya terbersit ide didalam fikirannya.


Rio mengambil gitarnya kemudian mengatur posisi kamera tepat kearahnya kemudian Rio mulai menyanyikan sebuah lagu.


*bila saatnya kutemukan indah dihatimu


berapa lama waktuku harus menunggu


cahaya matamu menghiasi seluruh hatiku


andai kau tau dalam lelap kusebut namamu


owh hooo..


aku masih menunggumu bicara


kunanti jawaban dihatimu


dalam gelap ini


dalam diam ini.


ku harap nanti waktu yang akan meluluhkanmu


ho..hoo.. hoo


apakah nanti hatimu masihkah untukku


owh hoo..

__ADS_1


aku masih menuggumu bicara


kunanti jawaban dihatimu


dalam gelap ini


dalam diam ini


kumasih menunggu mu


kumohon dengarkan aku bicara


kunanti jawaban dihatimu


adakah diriku didalam hatimu


bila saatnya kutemukan indah dihatimu*....


Setelah selesai, Rio langsung mengirimkan video tersebut kepada Dinda. Hatinya tak tenang karena dinda kini mengabaikannya.


Rio terus melihat ponselnya, membuka aplikasi whatsapp dan terus menatap video yang dia kirim kemudian dia melihat ternyata dinda telah membuka videonya. Rio terus berharap Dinda memaafkannya.


Entah kenapa tiba-tiba jarinya menscroll chat yang dulu dia kirim kedinda. Terlihat kini mata Rio berkaca-kaca. Dia sadar betapa besarnya kesalahan yang telah dia lakukan.


pagi sayang. lihat ini, mirip kamu kan? aku beli ini karena ketika melihatnya aku teringat sama kamu dinda pesekku tercinta. aku kangen, besok kamu harus diam dirumah aja. karena aku akan datang kesana. ingat ya.. tuggu aku.


salah satu pesan yang Rio kirim kepadanya sesaat sebelum dia pergi ke medan.


Rio terus menunggu Dinda membalas pesannya dan berjanji untuk menutup hatinya kepada Shasya. Rio berusaha meyakinkan diri bahwa cinta sesaatnya ini tidak akan bisa menggoyahkan cinta sejatinya yaitu Dinda.


Ponsel Rio berdering.


Dengan cepat Rio mengangkat telponnya karna tahu dinda yang menelpon.


"sayang aku minta maaf, selamat ulang tahun sayangku. maafin aku karna baru bisa menghubungimu sekarang. aku janji akan lebih sering menelponmu. aku kangen kamu sayang". ucap Rio sambil masih menitikan airmatanya.


"sayang kamu nangis? maafin aku, aku tadi lagi dibawah bareng Rena dan lainnya, Hp aku tinggal diatas. maafin aku ya sayang. udah ah jangan nangis gitu. masa cowok nangis gitu sih, gak imut tau! aku juga kangen kamu.


"maaf ya aku gak bisa ikut merayakan ulangtahun kamu. nanti kalau aku balik ke sulawesi, aku janji akan membawamu jalan-jalan"


"serius? kita ke pantai ya"


"terserah kamu saja. kamu Ratunya" ucap Rio sambil berusaha tertawa. terlihat jelas raut penyesalan dan rasa bersalah di wajahnya.


"Ratu apaan?"


"Ratu dangdut gendut"


"kamu yang gendut"


"iya, kamu kan?"

__ADS_1


"ih rio nyebelin"


Rio tertawa gemas.


"oh iya, sayang tadi sintia datang ke rumah aku. dia menitipkan salam untuk kamu"


"sintia? bukannya dia di jakarta?"


"iya, dia balik ke sini khusus untuk merayakan ulangtahunku dan besok dia akan kembali ke jakarta"


"oh,"


"kamu ngapain aja dari tadi sayang? kan kamu bilang selesai lari pagi langsung menghubungiku. aku menunggu kamu terus loo"


"tadi Syifa dan orangtuanya mengajakku melihat-lihat rumah yang mau di tempati


oleh orang tuaku selama di medan nanti sayang. jadi aku langsung berangkat. dan bodohnya aku, aku meninggalkan ponselku di kamar"


"kaukan emang bodoh sayang" ucap dinda sambil tertawa.


"tak masalah, walau aku bodoh yang penting kamu cinta kan?"


"ih geer banget sih"


"ayolah ngaku aja"


"terserah kamu deh"


Dinda dan Rio larut dalam pembahasan mereka via ponsel. sesekali mereka berdebat kemudian saling bercanda dan tertawa. tanpa terasa malam kini telah larut.


"yasudah kamu istirahat ya tuan puteri, ratu dangdut sejagat. sudah malam nih"


"apaan sih sayang. ngeselin deh kadang. oke aku tidur ya. kamu juga jangan lama-lama tidurnya. harus jaga kesehatan oke"


"iya sayang"


"baiklah, selamat tidur Rio"


"hmmmm"


Rio mematikan ponselnya lalu melemparkan ponselnya kesembarang arah. dia mengacak-acak rambutnya marah pada dirinya sendiri. kenapa dia harus bertemu dengan Shasya kalau akhirnya malah menyakiti wanita lain yang sangat dicintainya itu.


dia benar-benar bingung harus bagaimana. dia tak mungkin tega berselingkuh dari dinda. namun tetap saja hatinya bahkan fikirannya yang saat ini kalut masih saja menyelipkan tanda tanya tentang Shasya.


"ini tak bisa dibiarkan. aku harus menjauhi shasya harus" Rio bertekat.


"sudahlah mulai besok tak akan ada lagi Shasya di fikiran maupun di hatiku"


Rio bangkit dari tempat tidurnya mengeluarkan baju-bajunya dari dalam lemari lalu memasukkannya ke dalam koper. Rio akan pindah ke rumah barunya besok. karena tadi sore dia telah membeli sebuah rumah untuk dia tempati bersama orangtuanya saat pindah ke medan.


setelah selesai, Rio kembali ke tempat tidur dan menarik selimutnya berusaha tertidur sampai akhirnya dia berhasil terlelap.

__ADS_1


__ADS_2