Cerita Cinta Shasya

Cerita Cinta Shasya
Syifa dan andi


__ADS_3

dalam hatinya andi bertekat, cepat atau lambat dia harus berhasil mendapatkan hati Syifa. karena kini andi benar-benar jatuh hati pada Syifa dengan segala keluguan dan kepolosannya selain itu, sikap berani melawan yang ada pada diri syifa juga menjadi daya tarik tersendiri yang membuat andi semakin yakin kepada Syifa.


****


setelah perdebatan panjang antara Shasya, Syifa, Bima dan Andi berakhir, kini mereka melajukan mobil masing-masing menuju Rumah Shasya. Shasya pergi bersama Bima menggunakan mobil andi, sedangkan andi dan Syifa pergi dengan menggunakan mobil Syifa.


awalnya Shasya dan Syifa sangat keberatan. namun entah bagaimana akhirnya argumen mereka dikalahkan oleh tekat andi dan bima sehingga kini mereka berhasil pergi bersama menuju rumah Shasya. Shasya dan Bima pergi menggunakan mobil Andi, sedangkan Syifa dan Andi menggunakan mobil Syifa.


tak banyak perbincangan yang terjadi di mobil yang dikendarai Bima. sesekali Shasya mencoba mencari tau tentang bagaimana kecelakaan bima terjadi. Bima menjelaskan dengan jujur tentang kejadian tadi malam. tetang rasa khawatirnya terhadap Shasya yang pulang seorang diri terlebih dia adalah seorang perempuan. lalu diakhiri dengan proses jatuhnya Bima ke dalam kubangan air.


Shasya tertawa membayangkan bagaimana seorang bima yang terkesan mengerikan itu harus mandi air kubangan pada malam hari. dan lebih parahnya shasya malah menganggap bima adalah seorang penguntit yang sedang berakting. bima pun ikut tertawa karena jika diingat lagi, memang kejadian malam itu cukup lucu.


selang beberapa waktu, mobil yang dikendarai bima sampai di rumah Shasya.


satu jam berlalu, mobil Syifa tak kunjung sampai di rumah Shasya. Shasya mulai khawatir, langsung mengambil ponselnya. namun ketika dia hendak menghubungi syifa, Bima langsung mengambil ponsel Shasya.


"tenaglah, temanmu akan baik-baik saja. lihatlah mereka sedang berada di sebuah kafe dessert. pasti temanmu itu suka makanan yang manis. benar kan?" ucap bima.


"kok kakak bisa tau?" Shasya mulai heran.


"tentu saja aku tau, soalnya si andi sama sekali tak suka makan sesuatu yang manis seperti cake ini" ucap bima sambil menunjukkan sebuah foto pada ponselnya.


ternyata andi telah menghubungi Bima terlebih dahulu agar Shasya tak khawatir.


"benarkah temanmu belum pernah pacaran sama sekali" tanya Bima.


"ya... aku mengenalnya dari Sd. jangankan untuk pacaran, dia juga tak pernah ngobrol berdua dengan cowok. itu sebabnya aku sekarang khawatir." ucap Shasya.


"aku sudah bilang tadi, kau tenanglah. aku percaya temanku tak akan melakukan apapun kepadanya"


"aku percaya kok pada teman kak bima, sebenarnya yang buat aku gak tenang itu bagaimana syifa bisa normal jika berduaan dengan cowok. kakak ingat tadi kan, saat tangannya dipegang begitu saja dia langsung syok."


"iya sih, kau benar. tetapi temanmu sudah dewasa jadi berhentilah berfikir berlebihan"


Shasya terdiam dia berfikir sejenak. benar apa yang diucapkan kak bima, gak seharusnya dia terlalu khawatir seperti sekarang.


"kakak yakin dia baik-baik saja kan?"


"ya tentu. temanku orang baik, sama sepertiku"

__ADS_1


"kalau sama seperti kakak berarti aku harus khawatir dan tentu saja tak bisa tenang. karena kakak orang yang mengerikan dan menggelikan"


"kau..."


"hahaha, bercanda kak. gampang banget sih marahnya" ucap Shasya tertawa.


"ya sudah, jadi sekarang kita mau apa? aku rasa Syifa dan kakak siapa namanya." ucapan Shasya terhenti ketika dia sadar dia sama sekali tak tau siapa nama senior yang kini membawa sahabatnya itu.


"andi."


"oh iya kak andi akan lama pulangnya. sepertinya kalau hanya duduk diam begini kita akan bosan kak." Shasya melanjutkan pembicaraan.


"bagaimana kalau kita ke taman saja. tadi aku lihat tadi ada taman disana." Ucap Bima


"oh iya taman itu, baiklah, ayo. kita jalan kaki saja ya kak" Shasya langsung berdiri diikuti dengan bima.


"apa kamu tega membiarkanku jalan sejauh itu dengan kakiku yang masih terluka seperti ini?" bima memasang wajah memelasnya


"oh iya aku lupa kak. yasudah kita naik mobil saja" ucap Shasya sambil menepuk keningnya.


"oke" ucap bima.


******


"dasar penculik aneh. harusnya kau sudah tau siapa mangsamu. kenapa sampai namaku pun kau tak tau?" Syifa menggelengkan kepalanya seolah tak percaya.


"aku bukan penculik. mana ada penculik yang mau mentraktir di kafe kekanakan begini"


"benarkah? jadi kalau bukan penculik kau ini apa? bukankah seharusnya kita ke rumah Shasya. dan sekarang kenapa kita bisa berada disini? aku tekankan sekali lagi. aku sedang diculik"


"ya ya ya... terserah kamu. cepat habiskan cake nya."


"baiklah jika kau memaksa" Syifa makan dengan lahapnya. melihat Syifa makan seperti anak kecil, andi hanya tersenyum gemas.


"oh iya, nama aku Syifa." ucap Syifa sambil mengulurkan tangannya.


"jadi mulai sekarang berhentilah memanggilku rumput liar" tambahnya.


"baiklah, aku andi" andi membalas uluran tangan Syifa.

__ADS_1


"oh iya, aku mau tanya sama kamu. emang bener ya kamu belum pernah pacaran atau dekat sama laki-laki" tanya andi tanpa basa basi.


"belom. aku itu cuma dekat sama Rio aja, sama kayak Shasya juga"


"Shasya?"


"iya, bahkan dia hampir aja jadian sama Rio"


"oh, terus sekarang Rio dimana?"


"Dia di kalimantan. gak tau deh bagaimana kabarnya sekarang." jawab Syifa.


"sorry kalau kakak tadi terkejut. aku juga kaget banget karna kakak tiba-tiba memegang tanganku begitu aja. pasti kakak akan berfikir aku orang aneh" Syifa berbicara dengan santai sambil menghabiskan cakenya.


"gak aneh kok, justru aku jadi makin suka sama kamu" ceplos andi.


"uhuuk..uhuuk..." Syifa tersedak mendengar ucapan Andi.


"suka? maksudnya?" tanya syifa.


"eh, maksudnya suka sebagai adik. jarang-jarang ada perempuan seperti kamu" ucap andi salah tingkah.


"oh." Syifa mengangguk paham.


"yasudah ayo kita pulang" ajak andi ketika Syifa telah menghabiskan cake nya.


"baiklah, ayo"


mereka keluar dari kafe menuju mobil. lalu dengan kecepatan sedang mobil melaju membawa mereka menuju rumah Shasya.


disepanjang perjalanan Syifa dan andi ngobrol tanpa henti sambil sesekali tertawa. bagi andi, perjalanan singkat hari ini seolah memberikan harapan untuk hubungan mereka kedepannya. sedangkan bagi Syifa perjalanan hari ini telah mengubah pandangannya terhadap andi yang awalnya menganggap andi menyebalkan dan kekanakan. kini berubah menjadi sosok teman yang membuatnya nyaman.


sejenak Syifa teringat ucapannya pada Shasya. gak ada salahnya jika kita membuka hati. mungkin saat ini itulah yang sedang dia coba lakukan agar kelak reaksinya ketika bersama lelaki manapun tak lagi berlebihan sehingga pada akhirnya cukup membuat dia malu.


****


"kak bima, udah mulai sore nih. kita pulang aja yuk. sepertinya Syifa juga sudah di rumahku" ucap Shasya yang mulai merasa bosan duduk di tengah taman di dekat rumahnya.


"ya sudah ayo" ajak bima.

__ADS_1


mereka beranjak dari kursi lalu menuju mobil dan mengendarainya menuju rumah Shasaa.


lima menit berlalu kini mereka telah berada di rumah Shasya. selang beberapa saat Syifa dan andi pun tiba. tak banyak obrolan yang mereka lakukan karena hari sudah mulai gelap. lalu setelah dirasa semakin larut akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


__ADS_2