
Akhirnya makanan Shasya dan Rio tiba. Mereka makan dengan lahap sambil sesekali bercanda dan tertawa. Entahlah Shasya mulai merasa pintu hatinya yang lama tertutup kini mulai terbuka seolah memberikan celah bagi Rio untuk masuk ke dalamnya.
*****
kriiiing....kriiiiing....kriiiing.......
Suara ponsel membangunkan seorang pemuda dari tidur lelapnya. Ya... dia adalah Rio. Rio meraba-raba berusaha meraih ponselnya, kemudian dia berusaha membuka sedikit matanya untuk melihat nama yang tertera. seketika Matanya langsung terbelalak ketika melihat tulisan "papa" di layar ponsel. dengan segera dia pun menjawab telepon tersebut.
"iya.. pa, kenapa?"
"kamu baru bangun?"
"iya pa, hehehe"
"hmmmm.. kapan kamu kembali ke sulawesi nak? sudah hampir dua bulan kamu di medan. Ujian nasional kamu tinggal 3 bulan lagi. kepala sekolah sudah menghubungi papa. mungkin awal bulan ini kalian akan mulai ujian sekolah. papa tidak mau kamu tertinggal pelajaran terlalu lama. dan papa juga tidak mau kamu jadi harus ikut ujian susulan"
"Rio belum tau kapan balik ke sulawesi pa. ada yang lagi Rio urus disini."
"apa yang mau kamu urus lagi? tante kamu bilang urusan kuliah sudah diurusnya dan rumah untuk tempat tinggal kita nanti juga sudah di beli bahkan sudah ada mobil juga disana. apa lagi yang membuatmu berlama-lama disana"
Rio terdiam. benar kata papanya, tak seharusnya dia berlama-lama di medan mengingat dia masih seorang siswa sekolah.
"baiklah pa, Rio pulang minggu depan ya."
"oke, jangan ditunda lagi paham kamu?"
"iya pa, iya"
Rio mengakhiri panggilan. kemudian dia kembali memeriksa ponselnya. dia merasa sedikit kecewa karena tak ada satu pesanpun dari Shasya. namun ketika dia menscroll chat, bola matanya membesar ketika melihat ada 200 chat yang belum dibalas bahkan belum dibuka. tentu saja dari Dinda, kekasihnya yang berada di sulawesi.
Sudah hampir 2 minggu dia tak memperdulikan chat dari dinda. bahkan dia benar-benar lupa kalau dinda adalah pacar pertama bahkan cinta pertamanya. dia terlalu sibuk mengejar cinta Shasya.
__ADS_1
Rio menepuk keningnya dan menggaruk kepalanya kesal pada dirinya sendiri. Dia tak menyangka cintanya kepada dinda sedangkal itu. dan kini sudah sangat jelas posisi dinda sudah bergeser jauh ke belakang, karena yang ada dihati dan fikiran Rio saat ini hanya Shasya, Shasya dan Shasya.
"mungkin sepertinya aku harus berbicara jujur kepada dinda. tapi gimana caranya??" batin Rio.
Dengan gugup dia mencoba membuka chat dari dinda.
*sayang, kamu lagi apa?
sayang aku dapat surprise dari mama, dan sekarang aku punya hp baruuuuu.. bagus kan? (sambil mengirim *picture )
sayang... kamu kemana aja sih? kok WA aku gak dibales-bales
sayang, aku ada salah apa sama kamu?
baby, kamu lagi sibuk banget ya disana?
kamu jangan lupa makan ya, terus jangan lupa sama aku juga 😊
my baby bala bala......
baby, jadwal ujian udah keluar nih, kamu cepetan balik ya.. kita harus memanfaatkan waktu untuk belajar bareng. HARUUUUS! ingat prajurit. ini perintah!"
sayang, I love you, aku janji walaupun kamu lagi sibuk disana, aku tetap nunggu kamu kok. semangat sayang, semoga urusannya cepat selesai.
sayang.
Rio, aku rindu*.
begitulah isi chat dari dinda. Rio paham betul apa yang dinda rasa. selama 4 tahun dia tak pernah sekalipun mengabaikan dinda. bahkan Rio terbiasa menjadikannya seperti seorang puteri raja. apapun yang dinda ingikan selalu Rio turuti.
"ya tuhan, apa yang kulakukan? kenapa aku jadi sejahat ini sama orang yang selama ini sudah menemani aku, aku benar-benar bukan laki-laki yang baik" Rio mengutuk dirinya sendiri.
__ADS_1
ya... awalnya dia berfikir untuk mengakhiri hubungannya dengan Dinda karna dia tak mau membohongi hati dan perasaannya. akan tetapi nuraninya seolah tercabik ketika melihat betapa kehilangannya dinda ketika dia mengabaikannya.
dia juga tak berani menjauhi Shasya. selain karna kini dia benar-benar jatuh hati, dia juga tau betul Shasya bukanlah perempuan sembarangan. Dia mengingat bagaimana susahnya perjuangan dia untuk membuat hati Shasya luluh. meskipun tak resmi berpacaran, namun kini mereka benar-benar dekat. dan Rio sangat yakin kalau dia telah berhasil membuat Shasya jatuh cinta.
Rio sangat paham sifat Shasya dan dinda sangat berbeda. dinda yang penyayang dan manja membuat Rio tak tega bahkan tak sanggup untuk menyakitinya sedangkan Shasya?. Shasya sangat mandiri namun memiliki ketulusan hati yang tak bisa Rio jelaskan. ketulusan itulah yang berhasil membuat Rio bertekuk lutut dan tak rela jika harus kehilangan Shasya.
Rio menarik nafas panjang. dalam logikanya mungkin kehadiran Shasya adalah cobaan dalam hubungannya dengan dinda. tapi hati kecilnya malah berkata Shasya lah yang menjadi cinta sejatinya. bingung? tentu saja. rio merasa sangat terbebani karena perasaannya kinibtelah terbagi.
Rio melemparkan ponselnya kesembarang arah. dia tak tau harus melakukan apa. dia bahkan mengurungkan niatnya untuk membalas pesan dari dinda. rio sadar dia bukanlah lelaki yang jahat. namun hatinya seolah memaksanya untuk menyakiti kedua wanita yang dia sayang.
"entahlah, sepertinya aku benar-benar harus kembali ke sulawesi" ucapnya lirih.
"maafkan aku" ucap rio kepada kedua wanita baik yang telah mencuri hatinya. dia sangat mengerti saat ini hanya dialah yang bersalah. sedangkan dinda dan Shasya adalah korban dari perasaannya yang tak berhasil dia kendalikan.
rio menatap tajam ke arah langit-langit rumahnya. dia lelah dengan perdebatan yang muncul dihati dan fikirannya tentang dinda dan Shasya.
"sudahlah, yang namanya jodoh sudah diatur oleh tuhan" ucap Rio lalu kembali membaringkan dirinya di tempat tidur dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
***
sulawesi.
terlihat dinda sedang belajar bersama Rena dan Reno di perpustakaan sekolah. dinda berusaha menyibukkan diri agar tak berfikir macam-macam. dia tetap berusaha berfikiran positif. dia tau betul, selama empat tahun ini Rio tak pernah sekalipun mengecewakannya.
dia hanya berdoa semoga urusan Rio segera selesai dan kembali ke sulawesi. atau semoga dia punya waktu lebih untuk sekedar membalas pesan yang dia kirim. karna dia sangat mencintai Rio. dia tak mau fikiran buruknya mempengaruhi hubungannya. dan kini dia tetap berusaha setia menunggu kekasihnya kembali.
******
medan.
terlihat seorang wanita menatap ponselnya dan kembali meletakkan ponselnya. hal itu dia lakukan berulang-ulang sampai Ia sendiri mulai lelah. ya... dia adalah Shasya yang hatinya mulai tertulis nama seseorang yang kini mudah membuat dia dan hatinya mengucap kata rindu.
__ADS_1
"kok tumben ya Rio belum ada nge chat ya." fikirnya.
"ah sudahlah, mungkin dia masih tidur" ucapnya menghela nafas. dan kembali fokus dengan pelajarannya.