Cerita Cinta Shasya

Cerita Cinta Shasya
Awal Kisah


__ADS_3

Dinda menghela nafas dan memulai cerita.


waktu itu tepatnya 7 tahun yang lalu aku masih kelas lima di sekolah dasar hendak pergi ke medan bareng keluargaku rencananya sih mau mengunjungi tanteku. kebetulan tanteku akan menikah. jadi kami sekeluarga pergi kesana untuk ikut serta membantu acara nikahannya.


Karna aku berlari-larian di pelataran bandara, tanpa sengaja aku menabrak seseorang. Aku yang saat itu masih sangat kecil langsung ketakutan karna melihat orang yang ku tabrak itu memiliki badan yang sangat besar. Aku melihat sekelilingku lalu menangis ketika melihat ibu dan ayahku tidak ada di dekatku.


Tiba-tiba seseorang anak laki-laki mengulurkan tangannya berusaha membantuku berdiri. Aku hanya melihat anak itu tanpa berani menyambut tangannya. Anak itu tersenyum dan semakin mendekatkan tangannya kepadaku. Dengan gugup aku meraih tangan anak itu, kemudian dia menarikku dan membantu membersihkan bajuku.


"sudah jangan takut, ayahku orang baik kok". ucapnya sambil mengacak-acak rambutku.


Kulihat dia tersenyum dan kembali mengulurkan tangan.


"aku Rio. nama kamu siapa?" ucapnya.


"Di.. Dinda" jawabku gugup.


dia tersenyum, "Kamu cantik, kamu harus mau jadi pacar aku oke!".


Dengan polosnya aku mengangguk, dia tertawa dan menarik ayahnya untuk melihatku.


"ayah, gadis yang menabrakmu ini adalah pacarku. jangan marah kepadanya ya. dia tidak sengaja" ucapnya masih bergelut dengan lengan baju ayahnya.


Kemudian aku melirik ke arah orang yang kutabrak tadi, kulihat om itu tersenyum dan membelai lembut kepalaku.


"ibu kamu kemana?" tanya om itu.


"gak tau om, Dinda minta maaf ya om, tadi dinda tidak sengaja menabrak om".


"gapapa, yaudah om antar keruang informasi ya".

__ADS_1


"iya om".


Setibanya diruang informasi terlihat ada 2 orang yang sedang melapor bahwa mereka kehilangan anak. dinda yang mengenali kedua orang tersebut langsung berteriak kencang.


"ayah.. ibu..." ucap dinda sambil berlari.


"yaampun sayang, kamu darimana aja? ayah sama ibu udah panik mencari kamu."


"maaf ayah, ibu. tadi dinda enggak sengaja menabrak om itu. jadi dinda tidak melihat ayah dan ibu pergi kearah mana."


terlihat kedua orang tua dinda melirik kearah Rio dan ayahnya, mereka tersenyum dan mengucapkan terimakasih.


"halo tante, aku Rio pacarnya dinda". ucap Rio sambil menarik tangan ibuku dan mencium punggung tangannya.


"pacar?" tanya ibuku melihat kearahku.


"iya tante, tadi aku tanya dinda katanya dinda mau jadi pacarnya rio, dinda cantik tante. Rio minta nomor telpon tante ya, agar rio bisa ngobrol sama dinda." ucap Rio dengan senyum.


Aku mengambil kertas dan menuliskan nomor ponsel ibuku yang selalu kuingat kemudian memberikannya kepada Rio.


Ya... pada saat itu aku dan Rio belum memiliki ponsel sendiri. Orangtua kami hanya tersenyum geli sambil menggelengkan kepala melihat tingkah polos kami.


Sebenarnya saat itu Rio tak paham maksud dari pacaran itu apa, yang dia tau hanyalah pacaran artinya pertemanan antara perempuan dan laki-laki yang sangat akrab tanpa diganggu oleh oranglain. Dan karena menurut Rio aku adalah perempuan yang sangat cantik, jadi Rio mau laki-laki yang boleh berteman akrab denganku hanya dia.


"sekarang kamukan pacar aku, kamu gak boleh yaa main terlalu akrab sama laki-laki lain selain aku" ucap Rio tegas.


aku hanya mengangguk tanda mengerti.


entah kebetulan atau apa, ternyata aku dan Rio menaiki pesawat yang sama dan duduk berdekatan. dengan malu-malu Rio mengajakku bermain dan belajar bersama. sangkin asyiknya perjalanan panjang didalam pesawatpun terasa sangat singkat. dan kami pun terpisah. tak pernah sekalipun rio menghubungi nomor ponsel ibuku yang telah aku berikan.

__ADS_1


lalu saat aku kelas 2 SMP seperti seolah ditakdirkan bersama, Rio tiba-tiba pindah ke sekolahku. sebenarnya aku tak terlalu ingat wajah Rio. namun Rio langsung mengenaliku dan duduk di sebelahku karena kebetulan bangku di sebelahku satu-satunya yang sedang kosong.


kemudian kami bertukar nomor ponsel. ternyata kertas yang aku berikan dulu hilang karena kami terlalu serius bermain saat di pesawat. Sejak saat itu aku dan Rio terus berhubungan, kadang Rio menelpon menanyakan kabarku, begitupun sebaliknya.


"kalian tau gimana konyolnya Rio saat menyatakan perasaannya kepadaku?"


dia bilang, "dinda sebenarnya saat pertemuan pertama kita aku mengajakmu berpacaran bukan karna aku mengerti arti pacaran itu bagaimana. kau tau ayahku tak berhenti tertawa setiap kali teringat cerita itu. namun sekarang aku tau apa maksud dari rasa itu. jadi maukah kau menjadi pacarku?"


dan polosnya aku malah tertawa setengah mati ketika melihat untuk pertama kalinya rio bisa ngomong dan menunjukkan guratan keseriusan di wajahnya. karena tak aku tak berhenti tertawa, akhirnya Rio ngambek sampai dua hari. namun dia malah kembali mengirim pesan karena tak tahan jika tak berbicara padaku.


lalu setelah itu aku mengiyakan ajakannya untuk berpacaran. sebenarnya aku takut kalau nanti hubungan kami malah tak berjalan sesuai harapan dan mengakibatkan aku kehilangan teman berharga. namun ternyata Rio malah menjadi sangat baik dan benar-benar menjagaku. bahkan dia tak pernah sekalipun selingkuh dariku.


aku merasa benar-benar beruntung dan tak pernah menyesali keputusanku untuk menerimanya sebagai kekasih.


*****


Rena, Reno dan Sintia mendengarkan dinda bercerita dengan serius dan sesekali tertawa.


"wah, ternyata Kisah masa kecil itu seru juga ya. sayangnya meskipun aku punya cerita cinta masa kecil namun tak berakhir sebaik kalian" ucap reno yang berhasil membuyarkan lamunan dan menghentikan dinda bercerita tentang masalalunya.


"kamu juga punya cinta masa kecil no? kok aku gak tau sih?" tanya dinda.


"ada, tapi gagal." pandangan reno luas keatas.


Sebenarnya Reno telah menaruh hati pada Dinda, dari semasa kecilnya. Namun ketika mendengar Dinda tiba-tiba punya pacar, Reno langsung mengubur perasaannya. apalagi ketika itu mereka masih sangat kecil untuk mengerti arti cinta itu apa.


"yasudahlah, yang namanya jodoh siapa yang tau no, aku sendiri saja belum bisa yakin seutuhnya kalau Rio akan menjadi jodohku. walaupun sebenarnya aku sangat berharap berjodoh dengannya" Ucap dinda diiringi tawa dari Rena dan senyum dari Reno.


"tapi hubungan kalian termasuk hebat din, bisa bertahan sampai 4 tahun dan masih harmonis sampai sekarang." Celoteh Rena sambil mencubit pipiku.

__ADS_1


"iya, aku juga gak nyangka hubungqn ini bisa berjalan sampai sejauh ini. sebenarnya banyak banget lika-liku dan permasalahan yang sempat kami alami. namun karena Rio orang yang sangat dewasa jadi masalah apapun bisa diselesaikan. Rio tanpa keberatan selalu mendahulukan kebahagiaanku yang kadang membuatku jadi sedikit egois"


Tiara memandang lurus ke depan. lalu bergumam dalam hati "sayang, cepat pulang ya. aku kangen"


__ADS_2