Cerita Cinta Shasya

Cerita Cinta Shasya
Film Horor


__ADS_3

Akhirnya makanan Shasya dan Rio tiba. Mereka makan dengan lahap sambil sesekali bercanda dan tertawa. Entahlah Shasya mulai merasa pintu hatinya yang lama tertutup kini mulai terbuka seolah memberikan celah bagi Rio untuk masuk ke dalamnya.


****


Setelah selesai makan, Rio langsung pergi ke kasir untuk membayar makanan mereka sedangkan shasya berjalan mengikuti Rio tepat di belakang. kemudian Rio dan Shasya berjalan menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil. lalu Rio melajukan kembali mobilnya.


"kita mau kemana?" tanya shasya ketika sadar jalan yang dilalui Rio bukanlah jalan menuju rumahnya.


"sssssttt. diam lah aku hanya ingin menculikmu"


"menculikku? apakah kau yakin? kau tau sendirikan makanku banyak. yang ada kau akan bangkrut sebelum mendapatkan uang tebusan" ledek shasya diikuti suara tawanya.


Rio menggelengkan kepala lalu menyelentik kening Shasya.


"sakit Rioo..." Shasya menggosok keningnya


mobil Rio kembali melambat dan memasuki area parkir sebuah mall ternama di kota medan.


"kita mau apa disini?" tanya Shasya.


"dagang singkong" jawab Rio singkat


"serius"


"wahai nona, jika ada seorang pria membawa anda ke mall artinya hanya tiga hal. pertama dia ingin mengajak anda makan, sayangnya kita sudah makan. yang ke dua dia ingin mengajak anda belanja, tapi sayangnya aku sedang tak ingin berbelanja. dan yang ketiga pria itu mengajak anda untuk menonton film" ucap Rio menjelaskan dengan intonasi layaknya seorang guru.


"kita mau nonton?" tanya shasya seketika


"aku tak mau, sekarang udah sore. aku mau l pulang saja nanti ibuku khawatir" tambahnya lagi.


"kamu tenang aja, kau tau alasanku terlambat menjemputmu tadi? itu semua karena aku harus pergi dulu kerumah kamu meminta izin kepada ibumu untuk membawamu jalan-jalan. agar ibumu tak khawatir" Ucap Rio sambil tersenyum.


Mata Shasya membelalak. Dia tak menyangka bahwa Rio benar-benar berani datang sendiri ke rumahnya dan meminta izin langsung kepada ibunya.


"ibu lagi, apaan sih pakai memberi izin segala. bisa gawat nih kalau lama-lama jalan sama dia" ucap Shasya dalam hati.


"sudahlah ikut saja, kita sudah sampai disini. lagian kamu tak perlu takut. aku bukan orang jahat" ujar Rio sambil menggandeng tangan Shasya.


"tingkahmu yang seperti ini malah membuatku semakin yakin kalau kau itu bukan orang baik" jawab Shasya sambil mengangkat tangannya yang telah dipegang Rio.


Rio tak menggubris ucapan Shasya. Dia malah semakin mempercepat langkahnya memasuki pintu masuk bioskop.


"kamu mau nonton apa?" tanya Rio.


"terserahmu saja" jawab Shasya.

__ADS_1


"bagaimana kalau ini?" tanya Rio menunjuk ke arah gambar film horor yang sedang tayang.


Sebenarnya Rio sangat penakut. dia menunjuk film itu hanya bercanda. sekaligus melihat bagaimana reaksi shasya. karena menurut rio shasya sangat lucu jika menunjukkan ekspresi takut atau paniknya. namun siapa sangka ternyata Shasya sangat suka film yang mengandung unsur mistis seperti itu.


Dengan senyum yang lebar, Shasya menganggukkan kepalanya dengan sangat bersemangat. Rio langsung membesarkan matanya karena terkejut melihat respon Shasya yang sama sekali tak dia duga.


"gila, serius dia mau nonton ini?. matilah aku" batin Rio.


Melihat raut wajah Rio yang berubah Shasya langsung bertanya.


"kenapa? apakah kau takut?".


Rio terdiam sejenak lalu menggelengkan kepalanya.


"tidak, aku tak takut apapun. baiklah ayo kita nonton film itu. tapi kamu jangan menyesal jika nanti film itu membuat kamu takut". ucap Rio.


"tak akan" ucap Shasya yakin.


"bukan kau yang akan menyesal tapi aku" rio membatin.


Dengan berat hati Rio memesan 2 buah tiket lalu membeli popcorn dan minuman. Sedangkan Shasya hanya duduk manis di sofa yang tersedia di ruang tunggu.


"ayo masuk, filmnya mulai 5 menit lagi" Rio berkata sambil menarik tangan Shasya.


Film pun diputar, Shasya sangat antusias menonton sambil sesekali memasukkan popcorn ke mulutnya. Sedangkan Rio terlihat gugup dan hanya menutup matanya. Sesekali Rio mencoba mengintip dengan membuka sedikit matanya dan sialnya ketika mata Rio terbuka...


BRUAAAAKKK....


Suara soundsistem yang sangat kuat diiringi dengan hantu yang tiba-tiba muncul dilayar.


"Aaaaakhh" teriak Rio yang langsung disambut tatapan kaget Shasya.


"hahahaha" suara tawa Shasya terdengar lumayan keras ketika melihat ekspresi takut dari Rio.


"ssstttt" penonton lain bersuara seolah marah dan menyuruh Shasya dan Rio diam.


Shasya hanya mengangguk dan merapatkan bibirnya. Shasya berusaha keras untuk menahan tawanya. kemudian sesekali meledek Rio dengan isyarat bibirnya.


Rio yang malu akhirnya hanya diam menunduk. dia memutuskan untuk tetap memejamkan mata.


Karena merasa kasihan melihat Rio, akhirnya Shasya memutuskan untuk mengajak Rio keluar dari ruangan teater.


"kita keluar aja yuk" bisik Shasya.


tanpa aba-aba Rio langsung berdiri dan tak lupa menarik tangan Shasya untuk keluar ruangan.

__ADS_1


"sebentar" ucap Shasya kemudian mengambil popcorn dan minuman lalu ikut keluar.


"gaya banget sih kamu ngajakin aku nonton begituan. yaampun sampai pucat gitu" ucap Shasya sambil sesekali tertawa.


"Ejek aja terus sampai puas". Ucap Rio kemudian menarik hidung Shasya.


"apaan sih, jadi gak seru tau!" ucap Shasya.


Rio menghela nafas.


"yaudah kita masuk lagi aja. sayang juga kalau kamu cuma nonton setengah-setengah" ujar Rio lalu memutar arah untuk kembali.


"gak usah, kita pulang aja. udah sore banget nih. aku takut ibu khawatir" ucap shasya sambil menghentikan langkah Rio.


"oke."


mereka langsung berjalan keluar mall menuju ke tempat mobil lalu bergegas kerumah shasya.


di dalam mobil,


Shasya sangat asyik mengunyah popcorn yang mereka beli di bioskop.


"enak banget sih, mau dong" kata Rio.


"yaudah, nih" kata Shasya sambil mendekatkan popcorn yang dia pegang.


"aku lagi nyetir. ayo suapi kesini nih". ucap Rio sambil menunjuk mulutnya.


Shasya menarik nafas kesal.


"dasar manja!" ucapnya.


Ketika Shasya hendak memasukkan popcorn ke mulut Rio. tiba-tiba saja Rio menarik tangan Shasya dan menciumnya lembut lalu memakan popcorn yang masih ada ditangan Shasya. refleks Shasya langsung menarik tangannya.


"apaan sih ri," ucap shasya kesal.


" hehe.. makasi ya Sya buat hariini. semoga masih ada hari esok yang seperti ini ya" ucap Rio sambil membelai lembut rambut shasya.


Shasya hanya diam. dia tak tau harus berkata apa ataupun bereaksi seperti apa.


akhirnya mobil Rio sampai dirumah Shasya. tanpa aba-aba Shasya langsung turun dari mobil. kemudian menutup pintu mobil.


Rio yang melihat tingkah Shasya langsung merasa tak enak. dia takut kalau perlakuannya tadi sudah keterlaluan. tapi kekhawatirannya langsung hilang ketika melihat ponsel yang tiba-tiba berdering dan ternyata itu pesan ucapan terimakasih dari Shasya.


Rio kembali menyalakan mobilnya dan berlalu meninggalkan rumah Shasya dengan hati yang kini seperti kebun bunga.

__ADS_1


__ADS_2