Cerita Cinta Shasya

Cerita Cinta Shasya
Penguntit


__ADS_3

seorang gadis cantik kini telah bersiap untuk pergi ke kampusnya. meskipun dia tak ada kelas pagi, dia memutuskan untuk berangkat lebih awal karena dia sangat bosan di rumah.


ya... dia adalah Syifa.


Sebelum ke kampus, Syifa terlebih dahulu melajukan mobilnya menuju rumah Shasya. dia telah berjanji untuk menjemput sahabatnya itu agar mereka bisa pergi bersama ke kampusnya.


tak beberap lama, kini syifa pun sampai di rumah Shasya. dia memarkirkan mobilnya di halaman rumah Shasya lalu keluar menuju pintu. namun dia terkejut ketika melihat sebuah motor yang terlihat sangat asing terparkir di teras rumah Shasya.


tak mau ambil pusing, Syifa langsung mengetuk pintu rumah Shasya.


tok..tok..tok...


suara pintu diketuk oleh Syifa namun tak ada jawaban dari dalam.


dua kali, bahkan tiga kali ketukan pintu tetap saja tak ada jawaban.


"ini anak kemana sih?" Syifa mulai kesal.


Syifa mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Shasya.


kriiiing...kriiiing...kriiiing...


ponsel Shasya berdering dengan sangat kencang. suara ponsel itu terdengar sampai keluar rumah. karena kebutulan kamar Shasya berada di ruangan depan dan jendela kamarnya mengarah langsung keluar.


"tuh kan dia di dalam. masih tidur kali ya" batin Syifa ketika mendengar suara ponsel shasya.


tak berapa lama Shasya mengangkat ponselnya.


"halo fa, ada apa?" suara Shasya terdengar berat.


"kau baru bangun sya? ya ampun, aku itu udah diluar dari tadi."


"astaga, kau mau apa datang sepagi ini? aku masih ngantuk tau fa." Shasya mengupat kesal.


"sudah nanti saja dibahas. buka dulu pintunya".


"iya..iya, sebentar"


Shasya melangkahkan kakinya dengan berat dan langsung menuju pintu. sesekali dia menguap karena ngantuk yang tertahan. bagaimana tidak, kejadian panjang semalam benar-benar menyita waktu tidurnya.


setelah pintu terbuka, tanpa aba-aba Syifa langsung masuk dan berjalan terus menuju kamar Shasya diikuti oleh shasya yang terlihat masih berjalan layaknya zombie.


"ya ampun Sya ini udah mau siang, dan lihatlah dirimu masih seperti zombie begitu."


"bagaimana mungkin aku tidak seperti zombie fa. tadi malam aku gak bisa tidur gara-gara si kecombrang itu"

__ADS_1


Shasya menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke tempat tidur.


"maksud kamu kak bima?"


"ya iya lah, siapa lagi. kau tau semalam dia datang kesini"


"what? mau apa dia kesini?"


"mau menumpang kamar mandi."


"serius kau. kurang kerjaan banget dia datang cuma untuk ke toilet. gak usah aneh-aneh deh sya"


"aku serius loo Syifa. sebenarnya dia kecelakaan. dia datang dengan baju yang terlihat sangat kotor. udah gitu tangan sama lututnya luka-luka"


"benar kah? oke, anggaplah kejadian itu memang benar. yang jadi masalah sekarang bagaimana dia tau ini rumah kamu?"


"mana ku tau fa, yang jelas tadi malam dia tiba-tiba sudah berdiri di depan pintuku saja"


"kau gak lagi bercanda atau hidup di dunia mimpi kan Sya?


"ya enggak lah fa, emangnya kau tak lihat di depan ada motor sport? itu punya kak bima"


"itu motor kak bima? terus dia dimana sekarang, jangang bilang dia menginap disini? dimana kau sembunyikan dia? di lemari atau toilet?"


Syifa langsung bangkit dari duduknya lalu membuka lemari. karena tak kunjung menemukan bima, Syifa berjalan keluar memuju kamar mandi untuk kembali mencari bima.


"kau, duduklah. gak usah mikir kejauhan. Bima udah pulang. tadi malam dia di jemput sama temannya yang sama menyebalkannya kayak dia itu."


"oh,"


Syifa kembali duduk di tempat tidur shasya.


"astaga Sya, sepertinya kau harus berhati-hati deh." Syifa kembali mengoceh


"hati-hati kenapa?"


"coba kau fikir, kau baru tau kalau ada makhluk bernama bima yang hidup di dunia gak lebih dari 2 hari yang lalu dan dia bisa tau dimana kau tinggal. lalu dengan beraninya dia datang ke rumahmu saat kau lagi sendirian. jangan-jangan...."


Syifa menghentikan ucapannya kemudian melirik ke arah Shasya.


"jangan-jangan apa?" tanya shasya.


"Bima adalah seorang penguntit. iih, wajar saja kemarin memang dia terlihat sedikit gila dan sekarang bukan cuma gila tapi mengerikan. lihat ini bulu kudukku merinding. tapi kak bima ganteng banget. gapapa deh kalau di untit sama yang bentuknya kayak gitu"


"dasar sinting" Shasya melemparkan bnatal ke wajah Syifa.

__ADS_1


"haha.. becanda lo sya" Syifa tertawa.


"tapi yang kau bilang tadi ada benarnya juga fa, itu makanya dari tadi malam aku gak bisa tidur. aku jadi kefikiran terus"


"iya kan, aku malah jadi merasa kak bima bukan orang yang sembarangan. sepertinya mulai saat ini kau harus lebih berhati-hati sya"


Shasya diam namun kepalanya mengangguk tanda setuju.


"penguntit itu mengerikan Sya, kau tau ada teman dari temannya teman tetangga yang dikenal saudara sepupuku pernah berhubungan dengan seseorang yang hobi menguntit. kau tau apa yang terjadi padanya saat ini?"


"apa? jangan bikin takut deh da"


"katanya hidupnya jadi gak tenang karena harus berpindah-pindah."


"loh kok bisa? dia diteror?"


"tidak"


wajah Syifa kini terlihat sedikit menakutkan seperti sedang bercerita tentang kisah horor.


"terus kenapa dia harus berpindah-pindah?"


Shasya mulai takut.


"karena kontrakannya sudah jatuh tempo. dan dia bosan tinggal disitu terus."


Syifa mengangkat bahunya seolah sedang bercerita hal yang tak penting.


"kau tau fa, sekarang aku benar-benar ingin mencekikmu"


Shasya menggerakkan tangan dan jarinya seolah ingin mencekik sedangkan Syifa tertawa terbahak-bahak ketika melihat ekspresi Shasya yang langsung berubah kesal.


"sudahlah, tak perlu kau fikirkan. aku hanya bercanda Sya. tak mungkin ketua senat seorang penguntit. mungkin itu semua cuma kebetulan. sudah ayo bersiap, aku lapar nih. kita harus makan dulu sebelum ke kampus."


ucap Syifa.


"baiklah. sekarang aku juga jadi lapar" ucap Shasya, dengan segera Shasya mengambil handuk dan langsung menuju kamar mandi.


meskipun terlihat seolah tak perduli, namun sebenarnya Shasya terus memikirkan hal-hal buruk tentang bima. mungkin karena terbiasa menonton film thriller ataupun horor, fikiran Shasya jadi mudah terpengaruh.


hampir semua film yang Shasya tonton berawal seperti kisahnya saat ini. pertama kenal dengan cara tak baik, lalu karena kesal akhirnya muncul dendam setelah itu mencari tau dan akhirnya tinggal tunggu kesempatan muncul.


"ih, kok aku jadi parno sendiri ya. tuh kan aku jadi merinding begini. Syifa tega sih, kenapa harus ngomong begitu. kan aku jadi takut. terus aku harus bagaimana kalau nanti ketemu kak bima?" ucapnya sambil memegang lengannya.


"tuhan lindungilah aku. aku tak mau mati kuda seperti di film-film itu" shasya berdoa. dia merasa hidupnya tak akan lama lagi hanya karena ucapan Syifa.

__ADS_1


sedangkan Syifa yang telah mengucapkan kata-kata penguntit kini sedang fokus bermain ponsel seolah tak ada kejadian apapun. dia menganggap ucapannya hanyalah becanda semata. dia tak sadar kalau satu kata darinya benar-benar berpengaruh untuk ketenangan dan kelangsungan hidup temannya.


__ADS_2