
Mobil Rio mulai melambat dan berbelok kesalah satu mall yang terletak di pusat kota langsung menuju lahan parkir. Kini Rio telah mengganti sendalnya dengan sendal yang dibelikan oleh Shasya.
"dengar hantu kecil. mall ini sangat luas. jadi kamu gak boleh pergi jauh-jauh paham" Shasya memperingati Icha karna Shasya tau benar Icha luar biasa aktif.
Icha hanya mengangguk.
setelah mendapatkan tempat untuk parkir. mobilpun berhenti. Shasya dan Rio berjalan beriringan memasuki mall dan langsung menuju arena bermain. tak lupa dengan Icha yang juga anteng dalam gendongan Rio.
kini Mereka seperti keluarga muda yang bahagia. tubuh gagah Rio membuatnya terlihat seperti suami yang tampan. begitupun Shasya. meskipun masih sama-sama sekolah, mereka memiliki badan yang seolah sempurna sebagai pasangan muda.
Tak sedikit orang yang greget memandang mereka. tapi banyak pula yang mencibir mereka karna merasa mereka terlalu muda untuk memiliki anak.
Icha yang melihat komedi putar di depan matanya langsung memaksa turun dari gendongan Rio. tak lupa diapun menarik tangan Shasya untuk menemaninya bermain.
Shasya hanya mengikuti permintaan Icha.
"baiklah hantu kecil kaliini kau bos nya." ucap shasya mengacak-acak rambut Icha. kemudian melirik kearah Rio. Rio tersenyum, dia melihat aura keibuan yang kuat pada Shasya yang membuatnya semakin jatuh cinta.
Setelah bermain Komedi Putar, Icha mengajak Shasya bermain memukul tikus. dengan semangat Shasya mengiyakan. tak lupa dia juga menarik Rio untuk ikut bermain. ketika Shasya memegang palu untuk memukul tikus timbul keinginan Shasya untuk mengganggu Rio. lalu dengan perlahan Shasya mengangkat palu kemudian..
plakk
palu mendarat di kepala Rio.
"Shasyaaaaa" jerit Rio gemas diiringi tawa oleh Shasya dan Icha. lalu Rio menarik Shasya dan menggelitik pinggangnya tak lupa sesekali Rio juga menggelitik Icha. mereka tertawa bersama. kemudian mereka melanjutkan bermain segala permainan yang ada di sana.
tak terasa malam pun tiba.
"astaga, aku lupa memberitahu tante dan ibu kalau hari ini kita keluar" ucap Shasya sambil menepuk keningnya.
dengan cepat Shasya mengambil ponsel dan memberikan pesan singkat kepada ibunya. tak berapa lama ponsel Shasya berbunyi tanda ibunya membalas dan membuat perasaan Shasya lega.
"makan dulu yuk cha, abang lapar berat nih" bujuk Rio pada icha.
__ADS_1
"ayo bang, Icha mau makan ayam goleng yang itu" dengan nada bicara yang masih sedikit celat Icha menunjuk salah satu restauran ayam goreng siap saji.
"siap tuan puteri" Rio langsung menggendong Icha dan mendudukkannya dipundak. lalu berjalan ke arah restauran tersebut.
"ayo nyonya" dengan nada seperti seorang pengawal Rio mengajak Shasya untuk ikut berjalan. Shasya tersenyum dan mengikuti mereka dari belakang.
Setibanya di restauran, Rio menurunkan Icha dan mendudukkan icha di kursi. sedangkan Shasya langsung menarik kursi dan duduk di sebelah Icha. kemudian Rio pergi memesan makanan mereka.
selang beberapa saat Rio datang dengan nampan berisi ayam goreng, minuman, nasi serta sup dan eskrim. Shasya langsung mengambil ayam dan nasi kemudian menyuapi Icha. Icha memakan lahap sambil tangannya memegang potongan ayam goreng.
"kak Sya telima kaci. Icha seneng banget" Ucap icha sambil mengetuk-ngetuk ayam gorengnya yang dia pegang pada sebuah piring dan menggoyang-goyangkan kakinya yang mungil.
"iya sayang, sama-sama. yaudah cepat habiskan setelah itu kita pulang yaa. kasian mama kamu nungguin"
"oke kak Sya"
"imut banget sih kamu" ucap Shasya gemas.
hal itu terus berulang-ulang dilakukan mereka sampai makanan mulai habis dari piring. dan tentu saja mereka berhasil membuat pengunjung lain Iri.
"lihat mereka, masih muda-muda banget. bapaknya ganteng, ibunya cantik anaknya juga imut. benar-benar keluarga sempurna ya"
ucap salah satu pengunjung yang takjub diikuti anggukan yang lainnya di meja yang sama.
"Sya, kayaknya lucu kali ya kalau kita beneran jadi suami istri seperti yang dibilang ibu-ibu itu." Rio meledek kearah Shasya.
"gak usah aneh-aneh deh, sekolah dulu yang benar setelah itu bekerja. baru boleh mikir nikah. sudah cepat makan" ucap shasya galak.
ucapan Shasya sangat berbeda dengan hatinya. hati Shasya juga berbunga-bunga ketika mendengar celotehan pengunjung di restoran itu. sebenarnya Shasya juga memikirkan hal yang sama. entah kenapa ada rasa bahagia tersendiri yang kini dia rasakan."
"astaga, kebawa suasanakan jadinya. aku masih sekolah loo. gak boleh mikir aneh-aneh" protes Shasya dalam hati.
Tanpa sadar dia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.
__ADS_1
"kamu kenapa?" tanya Rio heran
"gak apa, sudah ayo cepat habiskan makanannya. sudah malam banget nih. pasti tante dan ibu udah menunggu di rumah"
"iya-iya. bawel banget sih sya"
mereka mempercepat makannya. Setelah selesai makan, mereka langsung menuju mobil dan bergerak pulang. ditengah perjalanan, Icha mulai mengantuk dan tidur dipangkuan Shasya.
"mungkin dia kelelahan" Ucap Rio mengelus kepala Icha sambil melirik lembut kearah Shasya.
"hantu kecil ini sangat imut jika tertidur seperti ini. namun sangat menyebalkan ketika dia bangun dan meminta sesuatu" ucap Shasya.
"namanya juga anak-anak sya"
"oh iya, terima kasih ya Ri. dan maaf karena udah membuat kamu repot sampai panik kaya tadi" Shasya merapatkna bibir menahan tawanya ketika mengingat kejadian tadi.
Rio mengarahkan tangannya kekepala Shasya dan mengelusnya lembut sambil tersenyum. kini Rio sangat suka dengan kegiatan barunya itu. sedangkan Shasya pun mulai terbiasa dengan prilaku rio kepadanya.
"hariini aku sadar. dia lelaki yang baik. dan dia sangat peduli kepadaku." gumam Shasya.
akhirnya mobil Rio tiba di rumah Shasya. Rio menghentikan mobilnya. Rio keluar terlebih dahulu dari mobil dan membuka pintu mobil. kemudian Rio mengambil Icha dari pangkuan Shasya dan menggendongnya ke dalam rumah. Shasya pun ikut turun dan berjalan masuk ke dalam rumahnya. setelah membaringkan Icha di sofa, Rio langsung pamit kepada tante dan ibu Shasya kemudian bergerak pulang.
"dia anak baik Sya. ibu setuju, tapi kamu harus tetap mengutamakan pendidikan dan jangan berfikir untuk melakukan hal yang gak baik." ucap ibu lembut diiringi senyum ketika Shasya masuk kerumah setelah melepas kepergian Rio dari rumahnya.
"apaan sih bu, kami itu gak seperti yang ibu fikirkan kok" balas Shasya tertunduk malu dan berjalan masuk ke kamarnya.
di dalam kamar Shasya tersenyum membayangkan mungkin saja jika dia dan Rio menikah akan sebahagia hariini. Shasya menarik selimutnya menutupi wajah karna malu dengan fikiran-fikiran tak masuk akal itu.
*****
Rio telah tiba di rumahnya. sesekali Ia tersenyum mengingat tentang bagaimana romantis dan serasinya mereka hari ini. "ah sudahlah, mungkin jika ada yang melihat ku sekarang, aku akan dianggap orang gila" celotehnya dalam hati.
Rio langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi dan menyegarkan dirinya. setelah itu dia memakai bajunya dan beranjak ke kamar untuk tidur. terlihat raut bahagia pada wajahnya. tak butuh waktu lama akhirnya Riopun terhanyut dalam mimpinya.
__ADS_1