Cerita Julia dan Korea Selatan 2

Cerita Julia dan Korea Selatan 2
Episode 1 / Andai Saja.


__ADS_3

Lagi-lagi buliran bening membasahi pipinya.


“Kenapa?? Kenapa semuanya begitu sulit?!” Julia menatapi pemandangan kuburan mendiang suaminya dengan hati terkoyak-koyak dan terisak. Bagaimana bayangan suaminya itu tak dapat membuatnya berhenti berada dipikirannya setiap saat. Seakan tidak menginginkan sang pujaan untuk bisa memikirkan lelaki lain.


Sosok Julia yang hadir dipemakamannya membuat Kyungsoo datang menghampirinya. Sosok Kyungsoo yang tidak akan bisa dilihat oleh mata telanjang bahkan tidak dapat dirasakan. ia duduk disamping Julia yang menangis meratapi kuburannya. Dan membelai rambut wanita itu dengan lembut. Hanya saja belaian lembut Kyungsoo


tidak akan bisa dirasakan Julia saat ini karna ia hanyalah sebuah roh yang tak terlihat oleh siapa pun dan tak bisa dirasakan oleh apapun. Ia menempelkan keningnya disamping kepala Julia. Merasakan sosok wanita yang pernah hadir dihidupnya dulu. Dan ikut menangis bersamanya karna tak bisa menjaganya hingga dalam waktu yang lebih lama seperti manusia lain yang bisa hidup dan mendampingi hingga tua. Disaat itu pula ia mengira Tuhan tak adil padanya. Ia membenci dirinya.


(Sekarang, katakanlah selamat tinggal. Mungkin itu begitu sulit untukmu. Bencilah aku bagaimanapun caranya. Dan jalani kehidupan yang lebih baik. Jika dikehidupan selanjutnya aku hidup kembali. Semoga kita tidak saling bertemu agar tidak ada yang saling tersakiti)


“Nyonya, nyonya bangun. Sudah waktunya nyonya siap-siap” Seorang pelayan baru saja membangunkan Julia dari tidurnya, menghentikan cerita dongengnya yang berada di alam mimpi. Ia pelan-pelan bangun dan duduk termenung tanpa membalas sipelayan tersebut. Tatapannya nanar ke satu arah menghadap selimut tebal bermotif bunga. Pelayan itu hanya bisa menatapnya iba, Respek dalam dirinya begitu saja keluar dari bibirnya “Apa nyonya mimpi


buruk?? Saya melihat reaksi nyonya saat tidur seperti menangis”


“Ahh maaf kau harus melihatnya seperti ini” Sambil memijit ringan seluruh wajahnya dan menghapus sisa airmata dipipi.


---


Tap tap tap… Bunyi tumit sepatu memenuhi satu labirin didalam perusahaan Kyungsoo Group. Kaki jenjang langsing, putih dengan merk sepatu higheel yang rakyat biasa tentu mungkin tidak akan mampu membelinya.


Kaki indah yang berjalan beriringan dengan beberapa sekretaris menuju ruang kebesarannya. Tampak setiap karyawan yang tak sengaja berpapasan dengannya langsung memberi hormat atas kedatangannya “Selamat Pagi Presdir” Ungkap salah satu karyawan yang baru ia temui digang.

__ADS_1


Setelah pintu ruangan kebesaran itu dibuka dan dengan wibawanya, ia masuk ke dalam dan duduk diatas kursi pintar. “Presdir, perusahaan Finlandia mengajukan permohonan kerjasama dengan kita tentang alat kesehatan


tercanggih dan terbaru yang baru saja mereka kenalkan ke publik belum lama ini” Ujar Hye Ra memberi laporan pagi.


“Finlandia?? Alat kesehatan baru???” Tanya Julia sekali lagi memastikan kalimat sekretaris perempuannya.


“Benar presdir, baru saja emailnya masuk” Ungkap Hye Ra.


---


Julia dan Sandra makan siang bersama diluar kantor. Mereka memutuskan untuk makan bersama setelah menyibukkan diri dengan berbagai macam pekerjaan.


“Lusa gue ke Inggris. Gue lagi coba rambah pasar Inggris disana”


 “Lu nggak baper kalau pergi kesana??” Sandra tampak mulai mencari tahu.


“Baper?? Maksud lo keluarga Suami gue yang tinggal disana?” Sandra bergantian membalas dengan anggukan. Sepertinya lebih enak mengunyah makanan ketimbang menjawab pertanyaan dari sahabatnya.


“Bohong kalau gue nggak ingat. Ya tentu aja gue baper. Tapi mau gimana lagi. Gue harus berjalan ke depan. Beban yang ditinggal Kyungsoo luar biasa. Salah sedikit yang gue lakuin, perusahaan bisa terancam” Jelas Julia menerangkan dihadapan sahabatnya.


Keesokan lusa Julia berangkat ke Inggris ditemani Chen dan Kei. Sedangkan Hye Ra bertugas menjaga situasi perusahaan selama Julia dinas diluar negri. Setibanya Julia disana ia langsung menemui klien dan mulai sibuk dengan berbagai kerjaan.

__ADS_1


“Ibu Julia, penawaran apa yang akan Ibu berikan jika kami bekerja sama dengan anda?” Tanya Mr Jakson President of Boksen Bank.


“Perusahaan kami bukan abal-abal Mr Jakson. Pemerintah Korea telah menunjuk kami untuk mengawasi dan membantu biaya ekspor migas mereka. Anda tahu keuntungan yang didapat sungguh banyak. Hanya saja kami


kekurangan untuk biaya produksi. Sekiranya Boksen Bank bisa ikut andil dan membantu kami dalam hal biaya” Terang Julia dengan aksen senyumnya yang pamungkas. “Berapa keuntungan yang kami dapat” Tambah Mr Jakson to the point.


“2,5% dari keuntungan. Tidak lebih dan tidak kurang” Jawab Julia singkat, padat dan jelas tentunya.


“Hanya segitu??” Tanya Mr Jakson kembali.


“Mr Jakson, dibalik kuntungan itu, anda bisa mengepakkan sayap anda di Negeri Asia. Korea Selatan sedang mengalami perkembangan cukup pesat. Saya juga dengar desas desus kalau anda sudah lama ingin masuk ke pangsa Asia. Bukankah saya sudah memberi jalan?”


Mr, Jakson mulai berfikir keras. Memang dulu ia ingin sekali masuk ke Pangsa Asia salah satunya Korea Selatan. Namun sedikit sulit karna pemerintah Korea berfokus untuk mengembangkan target bisnis bagi anak muda lokal. “Pikirkanlah Mr. Jakson. Jika anda membutuhkan waktu untuk berfikir. Saya beri waktu 24 jam. Jika anda menolak ini sayang sekali, padahal ini bisa membantu citra bapak ke depan loh!”


Julia mulai memprovokasi. Padahal ia yang sangat butuh, namun ia malah memutar balikkan keadaan. Ya bisnis memang harus seperti itu. Semakin berjalannya waktu, ia semakin pintar untuk tawar menawar.


Setelah selesai bertemu dengan President of Boksen Bank, Julia melanjutkan perjalanan ke sebuah taman ditepi Kota London di Teddington bernama Bushy Park. Taman ini cukup luas dan memiliki kolam pemancingan bagi


warga London yang ingin bersantai ria atau sekedar melepaskan penat, Julia duduk disalah satu kursi menghadap danau kecil tersebut. Menghirup dan melayangkan senyumannya ke langit menikmati segarnya udara  yang ia hirup sendirian tanpa ditemani kedua sekretarisnya. Tapi tetap saja beberapa langkah sudah ada pengawal yang menemaninya.


Dengan senyum kecil, menengadakan pandangan kearah langit. Membiarkan pikirannya hening sejenak menikmati kesendirian setelah satu tahun ditinggal Kyungsoo. Meskipun banyak lalu lalang orang disekitar itu. Ada seseorang dengan langkah santai melewatinya dari belakang. Tentu saja mereka tidak saling tahu. Andai saja Julia tidak duduk dibangku itu, dan mereka saling bertatap dalam kebisuan, mungkin ada perasaan lubuk terdalam yang pernah hilang, lalu kembali lagi menyeruak ke hati. Andai saja!.

__ADS_1


Bersambung.


@yulia.fernanda__


__ADS_2