
Saat Ini, kondisi kediaman menjadi berubah. Semenjak adanya Kyung Jil Soo. Keadaan rumah semakin berwarna. Tingkah lucu dan polosnya menjadi bulan-bulanan para pekerja yang setiap hari bermain dengannya. Julia sengaja mendekatkan mereka dengan para pelayannya agar ia bisa meninggalkan Jil Soo dirumah dan ia bisa santai bekerja diperusahaan tanpa harus membawanya lagi ke kantor.
Diruang kerja Julia.
“Presdir, ini beberapa laporan yang mungkin Presdir tertarik untuk melihatnya” Ungkap Chen sambil memberikan Map. Julia menerima dan langsung membuka isi map. Sesaat ia memperhatikan tulisan dan isi dalam map tersebut dengan baik-baik. “Huffttt” Julia menghembuskan nafas gusar “Kan aku sudah bilang kalau dia bukan anaknya mendiang suamiku. Kenapa dia ngotot kalau itu darah dagingnya???” Julia membaca hasil tes DNA. Tes DNA yang ia lakukan melalui rambut Kyungsoo yang pernah ia simpan sebagai kenang-kenangannya dahulu dan sekarang bisa ia manfaatkan sebagai alat bukti.
Julia juga membuka isi map yang lain. Dan ternyata beberapa laporan seperti Akta lahir dan dokumen pendukung lainnya.
---
Kyung Jil Soo telah tinggal dikediaman Julia selama 2 minggu. Minggu pertama ia masih harus bawa Jil Soo keperusahaan karna ia tidak mau ditinggal. Minggu kedua ia mulai terbiasa didekati oleh para pelayannya dan sudah mau digendong oleh mereka. Mungkin karna ia sudah terbiasa melihat wajah mereka, rasa canggung pun mulai hilang. Disaat itulah Julia mulai berani meninggalkannnya dirumah dengan sembunyi-sembunyi agar tak ketahuan.
“Huaaaa hiks hiks huaaaaa”
“Nona kenapa menangis??? Bukannya tadi baik-baik saja??”
“Sepertinya dia mencari Nyonya. Mungkin ia tahu Nyonya tidak ada dirumah”
“Maaaaaaa”
“Cepat Video Call Nyonya”
“Tapi beliau pasti sibuk???”
”Beliau sudah titip kalau Jil Soo menangis telfon saja dia”
__ADS_1
Dengan diskusi yang alot akhirnya salah satu pelayan memberanikan diri melakukan video panggilan kepada Julia.
“Ohh Jil Soo ya?! Wae/kenapa???” Julia menerima panggilan video masuk dan seketika yang muncul dilayar ponselnya adalah wajah imut Jil Soo yang sembab karna menangis. Kei dan Chen yang berada disisi samping Julia melirik sekilas kearah ponsel miliknya.
“Ma mamahhh hiks hiks”
“Kau lapar?? Apa bibi tidak memberimu makan??” Mendengar hal itu si pelayan langsung memberi penjelasan. “Maaf Nyonya, Jil Soo sudah makan. Barusan dia memanggil Nyonya, bukan meminta makan Nyonya” Jawab si
pelayan yang membuat Julia tersentak.
“Dia memanggilku???” Julia mulai berfikir.
“emmaaaa” Sambil meraih ponsel yang dipegang oleh si pelayan.
“Nyonya, Jil Soo sudah menangis selama 1 jam. Apa yang harus kami lakukan ??”
---
Kedatangan Jil Soo diruangan kerja Julia menambah perbedaan tersendiri. Chen harus melepaskan Jas kantornya karna gerah, sementara Kei memasang muka kesal setengah mati. Keduanya mendapat pekerjaan mengasuh Jil Soo diruang sekretaris karna Julia harus melakukan rapat diskusi ringan dengan salah satu pejabat pemerintah Korea.
Jil Soo tersentak-sentak ringan sambil tertawa memainkan beberapa mainan dikedua tangannya. Chen dengan muka setengah malas meladeni Jil Soo karna ia kelelahan melayani anak majikannya yang selama 3 jam belum juga menampakkan batang hidungnya dari ruang rapat. Kei yang juga sibuk memukul-mukul mainan seperti seorang pengamen dalam bus supaya Jil Soo menggoyangkan pantatnya, mengalihkan perhatian si anak tersebut untuk tidak menangis karna belum bertemu dengan Ibunya.
Alhasil memang mereka jagonya walaupun tampak setengah hati memang karna mereka tidak terlalu suka dengan anak kecil. Dan entah kenapa Jil Soo menyukai kedua laki-laki ini padahal yang lebih sering ia lihat tentunya para bibi dan pengasuhnya dirumah ketimbang kedua Sekretarisnya, justru mereka berdualah yang membuat Jil Soo tertarik. Selamatlah untuk mereka berdua.
Drrrttttt Drrtttt…..
__ADS_1
Panggilan telf bergetar dari ponsel milik Chen, ia melihat layar ponselnya lalu tersenyum kaku “Lihatlah, ini panggilan dari Ibumu” sambil melirik kearah Jil Soo. Jil Soo yang melihatnya pun melirik ke arah ponsel milik Chen “Uhh”
“Ya Presdir”
“Aku harus pergi ke suatu tempat dengan Hye Ra, tolong jaga Jil Soo sebentar ya, tit” Langsung menutup panggilan telfon begitu saja.
“P-presdir. Presdir…” Muka Chen langsung pias. Jil Soo tertawa bahagia “Yaak”
“Ada apa Sonbae/senior?” Kei langsung bertanya saat melihat wajah serius sekaligus takut Chen. “Kita masih harus mengasuhnya sampai Presdir pulang”
“Whattttt, Are u Crazy?? Pekerjaanku masih banyak. Aku masih belum mengecek data karyawan dari department SDM dan oh no hari ini aku harus perawatan. Aku sudah booking klinik kecantikan digangnam. Aku bahkan harus menunggu seminggu lebih untuk bisa ikut antrian, huaaa Presdir kejam”
Dan pada akhirnya mereka harus mengurus Jil Soo selama setengah hari diruang kerja Julia dan mengubah lalu menggeser meja tamu menjadi tempat asuh dan istirahat mereka diatas lantai beralaskan karpet dan selimut
bayi untuk Jil Soo.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Baca juga
· Love in Seoul City.
· Future Princess.
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan