
“Tadi malam managernya datang dan memohon-mohon untuk mengadopsi anak ini. Biar bagaimana pun aku menolaknya, manager itu bahkan bersujud demi dia“ menunjuk sang anak dengan bibirnya,
Chen tidak perlu menanyakan hal detail lagi kepada Julia. Sudah jelas dari apa yang ia lihat bahwa Julia mengadopsinya mulai saat ini.
“Baiklah Aku harus bekerja, dan kau harus tinggal dirumah dengan baik. Oh ya jangan lupa membeli persediaan makanan dan susunya ya” Pelayan yang sudah siaga disampingnya lalu meraih dan menggendong Min Ji. Respon Min Ji mulai menampakkan mimik ketakutan saat digendong pelayan. “Huaaaa hiks hiks”
“Sssuuttttt, nyonya harus bekerja dulu. Nanti nyonya akan pulang” sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya agar si kecil diam. Min Ji menangis saat melihat punggung Julia yang semakin menjauh dan hilang seketika saat masuk ke dalam mobil. Tangisannya semakin menjadi saat mobil melaju meninggalkan kediaman.
---
Julia kembali memulai aktifitas seperti biasanya. Melakukan rapat penting dan segala macam proyek yang akan dia diskusikan, bertemu dengan orang-orang penting, sekaligus sidak ke berbagai department digedungnya guna melihat kinerja semua karyawannya. Kesibukannya kali ini membuat pikirannya melayang. Setelah meninggalkan Min Ji pergi bekerja dalam keadaan menangis, ia merasa bersalah.
Ia kembali ke ruangannya diikuti Chen dan Kei. Ia harus menelfon kerumah bagaimana keadaan anak tersebut.
Dalam panggilan telfon :
“Bagaimana keadaan dirumah??”
“Baik-baik saja Nyonya, tapi…”
“Tapi kenapa??” Taya Julia.
__ADS_1
“Huaaa hikss hikssss”
“Sikecil menangis terus semenjak nyonya pergi”
Memang suara panggilan tersebut, didominasi dengan suara tangisan Min Ji. Julia kembali memijat pelan keningnya. “Ahh bisa gila aku” Ungkapnya frustasi sambil mematikan panggilannya.
Julia meraih tas disampingnya dan bangun dari kursi pintarnya “Hye Ra ikut denganku, Chen dan Kei awasi disini. Jika sudah selesai kalian boleh pulang” Mereka bingung, kecuali Chen. Ia sudah tahu apa yang terjadi dan tetap tenang seperti biasa. Julia dan Hye Ra balik menuju kediaman. Didalam perjalanan, Hye Ra melirik sebentar kearah Julia.
“Apakah ada berkas yang tertinggal Presdir??” Tanya Hye Ra penasaran.
“Tidak, aku membawamu untuk menemaniku ke toko Baby Shop??” Dipikiran Hye Ra, mungkin Julia ingin membeli kado untuk anak temannya. Namun pikiran itu hilang begitu saja saat ia melihat anak kecil yang ada dikediaman bos besarnya. Julia kembali kerumah dan masuk ke dalam. Saat Min Ji menyadari Julia pulang, ia menangis semakin keras dan berusaha menuju Julia sambil mengangkat kedua tangannya untuk digendong.
Julia langsung merespon gerakan Min Ji dan menggendongnya. Seketika itu pula tangis anak tersebut berhenti. Heol/oh my god.
“Namanya Han Min Ji. Mulai sekarang dia akan tinggal disini” Jawab Julia. Tapi sebenarnya bukan itu inti pertanyaan Hye Ra.
Julia akhirnya membawa 1 pelayan dan Hye Ra menuju Mall terbesar di Korea Selatan. Disana ia harus membeli beberapa keperluan Min Ji. Sedari dalam dekapan Julia, Min Ji terlihat senang dan tertawa. Pelayan yang melihatnya bereaksi tertegun tak percaya saat didalam mobil menuju Mall.
Mobil pun akhirnya telah tiba di bessment Mall. Julia dan yang lainnya keluar dari mobil dan masuk kedalam. Melihat Julia yang mungkin kelelahan menggendong Min Ji, Hye Ra berinisiatif menggendongnya “Presdir, biar aku saja yang menggendongnya” Ujar Hye Ra sambil meraih badan Min Ji. Min Ji langsung menolak dan memukul tangan Hye Ra.
“Entah kenapa anak ini tidak mau dengan orang lain kecuali aku” Sayang sekali Hye Ra tak bisa menggendong gadis kecil tersebut, karna menurutnya Min Ji sangat imut dan menggemaskan.
__ADS_1
“Kita harus ke baby shop terlebih dahulu. Tanganku mulai pegal menggendongnya” Ujar Julia.
Setibanya di sebuah toko Baby Shop. Julia langsung mencari stroller berbagai jenis, mulai dari Car seat, travel dan umbrella. Salah satu Stroller yang ia beli langsung ia pakaikan kepada Min Ji. Ia langsung meletakkan Min Ji kedalam Stroller tersebut bersama mainannya untuk mengalihkan perhatiannya. “Biar tetap aku saja yang mendorongnya. Aku khawatir nanti ia sadar” Ungkap Julia memberi perintah.
“Hye Ra, carikan aku orang yang bisa mendesain kamar bayi secepatnya. Disamping kamarku ada kamar yang tidak pernah terpakai, aku akan mengubahnya menjadi kamar Min Ji”
“Baik Presdir” Hye Ra langsung melakukan pekerjaannya mencari rekomendasi arsitek terbaik dinegeri ini.
Selama didalam Mall, ia hanya membeli keperluan Min Ji tanpa terkecuali dan langsung memesan satu set isi kamar anak-anak lengkap dengan tempat tidur dan yang lainnya. 4 Bodyguardnya pun harus turun tangan membawa tentengan belanjaan yang sudah puluhan juta ia keluarkan dari dompetnya. Hye Ra bahkan tak percaya dengan hasil buruannya bersama Presdir kali ini menjadi begitu banyak barang yang mereka beli dari siang hingga malam.
“Kalian bawa semua barang-barang ini ke mobil, lalu kembali lagi kesini. Kita harus makan terlebih dahulu sebelum pulang.” Itu artinya mereka ditraktir makan. Senyum pun merekah dibalik bibir keempat bodyguard tersebut.
“Baik Presdir” Serentak 4 Bodyguard menjawab. Kali ini, Julia telah memiliki pengalaman baru. Menjadi seorang Ibu asuh. Entah mimpi apa ia sebelumnya sampai-sampai mengadopsi seorang anak yang masih belum jelas siapa Ayahnya.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Baca juga
__ADS_1
· Love in Seoul City.
· Future Princess.