
“Kau bilang itu adalah suamiku?? Tapi kenapa wajahnya tidak jelas?” Tanya Julia mulai tak senang. Wajah So Rae pun tampak pias dan cemas.
Putri So Rae yang sengaja dibawa ke dalam ruangan pun asik bermain sendiri dengan mainan digenggamannya. Ia bermain dan mengemut mainannya sambil selonjoran duduk dilantai diantara dudukan sofa. Ia bermain dengan dunianya sendiri sambil tertawa cekikikan sehingga tak menghiraukan apa yang dua orang dewasa itu debatkan. Ia kadang melihat ibunya dari balik punggung sambil tersenyum.
“ya yaayaaa”
Julia pun melirik kearah bayi tersebut yang sibuk dengan dunianya sendiri tanpa pengasuh disampingnya. Terlihat lucu dan menggemaskan. Ada rasa iba dan ada juga rasa benci untuk orang tuanya.
---
Julia mulai stress memikirkan kejadian sebelumnya, kejadian saat So Rae memperlihatkan sebuah video menjijikan hubungan intim yang diklaimnya itu adalah dirinya dan Kyungsoo. Sekilas Julia pikirkan memang dari belakang pria itu mirip Kyungsoo. Postur tubuhnya juga hampir sama. Seperti kebanyakan wanita yang bisa saja menjadikan kasus ini sebagai ladang untuk pemerasan, tapi So Rae tidak mengucapkan maksut kalimatnya untuk membeberkan hal ini kepublik.
Padahal ini adalah kesempatan emas baginya untuk bisa memeras harta Julia yang ditinggalkan Kyungsoo untuknya. Toh ia meyakini jika buah hatinya adalah darah daging Kyungsoo.
Sebagai Sekretaris yang memiliki kepeka’an, Chen telah mengambil langkah untuk menguak kasus ini. Ia tidak perlu meminta bantuan pihak kepolisian, ia telah memiliki team khusus yang telah handal layaknya detective pribadi dan sudah ahli dibidangnya. Bukan Chen namanya jika tak mampu mengatasi hal demikian.
Seminggu kemudian setelah kedatangan So Rae ke kantornya dengan trik ala-ala drama Korea yang terkenal dengan isi cerita scenario yang dibuat oleh penulis handal. Pantas saja dia bisa menjadi Aktris dengan talent acting yang sudah begitu basi bagi Julia. “Chen, kenapa dua hari ini kita belum mendapatkan informasi mengenai kapal-kapal itu?? Sudah sampai dimana pergerakannya? Aku perlu laporannya” Julia terbebani jika sehari saja info mengenai kapal yang mengeluarkan biaya fantastis itu tidak diketahui keberadaannya. Ada 15 kapal yang ia biayai perjalanannya ke beberapa negara seperti Bangladesh, Uruguay, Libanon, Brazil, Yokohama Jepang dll. Julia mengaku kesulitan karna uang yang diinvestasikannya tidak sedikit.
Jika terjadi kesalahan, apalagi kecelakaan yang bisa merugikan dirinya, tentunya dilihat seberapa parah kerugian tersebut. Namun, jika insiden yang terjadi dilautan biasanya bukanlah insiden kecil. Makanya ia tak main-main, ia perlu laporan detail setiap harinya saat perjalanan kapalnya dimasing-masing tempat.
---
__ADS_1
So Rae semakin frustasi karna tak kunjung mendapat sponsor untuk melunasi semua hutang-hutangnya. Surat peringatan dari Bank pun semakin banyak datang dikediamannya. Selain karna pamornya yang terus menurun
dan sepinya job, pihak Agensinya juga tak mau tahu tentang keadaannya. Managernya berusaha mencari para produser ketika mereka mulai mencari beberapa figuran, namun ditolak.
“Maafkan aku So Rae, aku sudah berusaha meyakinkan para Produser. Mereka sangat sulit didekati” Begitu lah panggilan telf terakhir yang ia terima bersama Managernya.
Biaya Appartmen, Mobil, Kartu Kredit dan pinjamannya banyak yang tertunggak. Jangankan untuk membayar biaya tersebut, susu anaknya saja untuk minggu depan pun belum ada. Pengurus bayinya pun telah ia pulangkan karna tak sanggup membayar gajinya lagi.
“Arrghhhh” So Rae berteriak histeris hinggak anaknya ketakutan dan menangis.
---
“Saat ini pergerakan beberapa kapal terpantau lancer Presdir. Dan ini adalah perkiraan waktu tiba mereka dimasing-masing Negara” Julia menerima dan membaca sekilas.
“Baik Presdir” Ucap Chen sambil menunduk hormat.
“ Ahh Presdir, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan. I-ini mengenai So Rae”
“Hhuffttt” Sambil menghempaskan punggungnya ke kursi karna mendengar nama wanita tersebut.
“Saya dapat informasi jika So Rae memiliki hutang, dan karna sepinya job. Ia jadi tidak memiliki pemasukan selama 3 bulan ini”
__ADS_1
“Jadi maka dari itu ia ingin mencari Sponsor?? Kenapa tidak jual saja tubuhnya jika ingin sponsor?” Julia terlalu blak-blakan. Tapi menurutnya itu wajar. Ia pernah tidur dengan laki-laki dan belum berstatus menikah. Bahkan ia meyakini pernah meniduri Kyungsoo.
“Pihak Bank telah memberi ulur waktu 24jam untuk melunasi hutang-hutangnya. Jika tidak semua barang barangnya akan disita.” Tambah Chen “Lalu aku harus bagaimana?? Aargghhh” Sama halnya dengan So Rae, Julia pun juga frustasi dengan masalah keadaannya.
---
Julia dan bawahannya melakukan rapat bulanan. Dulu, jika rapat berhadapan dengan Kyungsoo, mereka gemetar dan berkeringat. Namun, jika dengan Julia mereka tak terlalu takut. Karna Julia masih bisa diajak berdiskusi dan enak untuk diajak ngobrol. Ketegasannya berbeda dengan Kyungsoo yang memiliki aura seperti malaikat maut yang siap mengambil nyawa seseorang dengan mudah.
Chen datang dari pintu dan berhati-hati mendekati Julia yang saat itu sedang asyik mendengar bawahannya presentasi. Wajahnya tampak lebih serius. Ia lalu mendekat dan berbisik ke telinga Julia. “Presdir, So Rae ditemukan tewas dikediamannya” Julia terkejut bukan main. Bahkan seluruh peserta rapat pun ikut terhenjak kaget dibuatnya “Apa kau serius??” Bisiknya pelan kepada Chen.
“2 jam yang lalu mayatnya ditemukan oleh managernya di appartmen. Masih belum pasti, tapi melihat kondisinya bisa dipastikan dia bunuh diri” Sambung Chen berbisik.
“Baiklah, Rapat akan kita tunda. Untuk informasi selanjutnya akan saya beritahukan nanti” Rapat begitu saja dibubarkan dengan alasan yang tak jelas. Semua peserta rapat pun dibuat kebingungan, namun tak sedikit dari mereka yang lega.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Baca juga
__ADS_1
· Love in Seoul City.
· Future Princess.