
Tak lama kemudian para pemain drama kolosal tersebut telah ditentukan dan dipublikasikan ke khalayak umum. Laura terkejut namanya tidak disinggung dalam daftar pemain bahkan tidak ada satu pun peran untuknya.
Laura segera menelfon Sutradara itu hingga berkali-kali dan tidak direspon. “Arrghhhh” Ia mencoba berkali-kali menelfonnya hingga akhirnya panggilannya diangkat oleh Sutradara tersebut.
“Ada apa Laura??” Tanyanya dari seberang. “Sutradara, kenapa namaku tidak ada didalam daftar pemain?? Kalian mempermainkanku??” Tanyanya emosi.
“Maaf Laura. Setelah kuselidiki, kau masih belum cocok memainkan peran didramaku.”
“Kenapa ha?? Lalu untuk apa kau menghubungiku waktu itu kalau bukan untuk memberiku peran utama??”
“Peran utama?? Jangan mimpi Laura. Kualitas aktingmu masih kurang. Kau hanya cocok peran Cameo (peran sesaat) saja” Ledek Sutradara yang membuat Laura naik pitam. “Ha, hanya drama kecil saja kau masih berlagak”
“Jaga ucapanmu Laura. Lebih baik kau perbaiki sikapmu. Posisimu tidak akan lama sebentar lagi. Aku sudah dengar desas-desusmu. Jika kau tidak mengubah sifatmu itu, maka tamatlah riwayatmu”
“Tidak perlu mengajariku brengsek” Umpatnya sambil mematikan sepihak panggilannya.
“Arrgghhhhhh” Teriaknya frustasi. Akhir-akhir ini dia memiliki firasat aneh. Show stasiun TV batal, peran didalam drama pun ia juga gagal. “Kita balik. Aku gagal mendapat peran” Mobil pun putar arah dan kembali ke Seoul.
Malam hari menjadi malam yang menakutkan bagi Laura. Semua aktifitasnya tiba-tiba menjadi nol. Seluruh jadwalnya banyak dibatalkan. Pihak brand ambasadornya memutuskan kerjasama sepihak secara mendadak. Dan yang lebih mengejutkan lagi, agensinya tiba-tiba jatuh bangkrut karna saham yang turun meroket secara drastis. CEO agensinya tertangkap tangan di Macau karna melakukan perjudian illegal dan Narkotika. Lengkap sudah penderitaannya.
Laura segera mendial nomor seseorang dan seseorang pun mengangkatnya.
“Hallo” Ujar seseorang diseberang sana.
“H-halo tuan Kyungsoo. Ini saya Laura Kim. Bisakah kita bertemu sebentar. Ada yang harus saya sampaikan kepada anda, euhh” Laura tiba-tiba mendesah agar Kyungsoo tertarik. “Katakan saja disini” Balasnya.
“Saya tidak bisa mengatakannya melalui telfon tuan Kyungsoo karna ini penting. Bagaimana kalau kita bertemu dihoyel Yan. Saya akan mengirim nomor kamarnya kepada tuan nanti” Laura berbicara dengan mimik nakal
__ADS_1
agar Kyungsoo suka. “Baiklah. Sebutkan saja nomor kamar hotelnya. Aku akan datang sebentar lagi”
Bagai mendapatkan Jackpot, Laura segera bersiap-siap dan mengganti baju super sexynya. Ini adalah nyawa baginya. Hanya Kyungsoo satu-satunya jalan. Bahkan hanya dengan sekali telfon, Kyungsoo langsung mau
bertemu dengannya. Bukankah ini terlalu gampang, pikirnya.
Laura berjalan lenggok menuju lantai kamar yang telah ia pesan. Sebelum Kyungsoo datang ia harus mandi sewangi mungkin. Dan saat Kyungsoo datang barulah ia menemuinya dengan lilitan handuk. Tak mungkin
Kyungso tak tergoda.
Tok tok tok.
Suara ketukan pintu pun terdengar. Laura segera melilit handuk ditubuhnya, berjalan dan membuka pintu kamar itu hingga menampilkan wajah amat tampan dihadapannya. Sungguh pria yang menggugah selera. Kenapa dari dulu ia tak menggoda pria ini. Pasti ia akan bergelimang kekayaan dan akan lebih terkenal, pikirnya. Namun pikiran itu pun sirna saat Julia menampilkan diri dibelakang Kyungsoo. Bahkan ia tak percaya, Julia menggunakan gaun sexy yang sama dengannya barusan.
“Hallo Laura shi” Sapa Julia yang membuat si empunya terdiam mematung. Apakah ia kena prank???
tak menyangka Kyungsoo akan membawa Julia bahkan istrinya menggunakan gaun yang sama dengannya saat pergi ke Hotel ini. Darimana ia tahu itu?? Pikirnya.
Julia pun melemparkan dirinya diatas ranjang. Melihat aksi istrinya tersebut Julia pun segera menindih Julia. Dan lihatlah aksi mereka itu dilihat jelas oleh Laura yang masih setia mematung. “Sayang, disini masih ada orang loh” Goda Julia sengaja memanasi Laura.
Kyungsoo pun melirik kearah Laura yang masih kikuk ditempatnya dan ia pun bangun diikuti Julia yang juga bangun dari ranjang tersebut. Julia berjalan pelan kearah Laura. “Laura shi kau baru saja mandi?? Apakah
kau tidak kedinginan??” Tanyanya yang tentu saja hanya sekedar pura-pura.
“Ahh apa kau mau menggoda suamiku??? Tapi, apakah suamiku mau dengan wanita yang berkali-kali tidur dengan CEO agensinya ini??” Ungkapnya yang membuat Laura takjub tak percaya, darimana Julia tahu tentang hubungannya dengan CEOnya tersebut.
Laura tak tahan lagi. Ia segera mendekati Kyungsoo dan melepaskan lilitan handuknya didepan mata Kyungsoo. Terpampanglah tubuh toples Laura tanpa sehelai benang pun ”Apakah anda tidak tergoda?. Saya jamin bisa
__ADS_1
memuaskan anda diranjang daripada istri anda tuan”
Julia terkejut melihat aksi Laura. Kyungsoo jijik dan segera menutup kedua matanya dengan telapak tangannya. Tak butuh waktu lama. Ia menarik kerah Kyungsoo dan mencium bibirnya. Kyungsoo tak tinggal diam. Ia
mendorong tubuh Laura kuat hingga terpental ke lantai.
“Aww” Keluh Laura.
“Cepat kalian masuk” Teriak Kyungsoo yang langsung disambut beberapa preman memasuki kamar tersebut. Laura terhenjak kaget dan segera menjangkau handuknya dan menutup tubuhnya. Jelas terlihat diraut wajah para preman tersebut rasa lapar bak Singa yang mendapat makanan segar.
“Kalian pasti lapar kan ?? Ini aku sajikan makan malam yang enak. Silahkan kalian cicipi sepuas kalian” Ujar Kyungsoo sambil berlenggang berjalan meninggalkan Laura dan menjangkau jemari Julia dengan lembut
menuntunnya untuk keluar dari kamar tersebut.
Kini Laura balik dipermainkan oleh Julia dan Kyungsoo. Senjatanya untuk mendorong Kyungsoo masuk ke perangkapnya ternyata berbalik menyerangnya. “Jangan, jangan, Aaaakkkkkkkk” Teriaknya dari dalam yang menggema hingga Kyungsoo yang mendengarnya pun tersenyum kecut dengan seringainya yang menakutkan. Perumpamaan yang mengatakan, jangan bermain apalagi bermacam-macam dengannya jika tak mau hidup lebih menderita ketimbang Neraka.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung dan baca juga
· Love in Seoul City.
· Future Princess.
· Cerita Julia dan Korea Selatan
__ADS_1