Cerita Julia dan Korea Selatan 2

Cerita Julia dan Korea Selatan 2
Episode 9 / Mengadopsi.


__ADS_3

“Nyonya, saya mohon. Anak sekecil itu tidak bersalah. Mohon nyonya berbaik hati untuk membesarkannya. Anggaplah ia anak nyonya sendiri. Saya mohon” ia mulai melipat bergantian lututnya memohon kepada Julia. Lelaki itu akhirnya bersujud memohon kepadanya. “Saya mohon Nyonya.” Lelaki yang akhirnya membuang jauh-jauh harga dirinya demi sesuatu yang harus ia perjuangkan, memperjuangkan harapan terakhir mendiang So Rae demi anaknya.


“Saya akan tetap begini dan menunggu diluar jika nyonya berkenan. Tapi saya mohon, terimalah Min Ji nyonya” Bukan hanya berlutut. Ia menundukkan punggungnya hingga hidungnya menyentuh lantai tepat didepan kaki Julia. Benar-benar membuang harga diriya hanya demi seorang anak yang mungkin tidak ada sangkut paut dengannya.


“Hhmm, hari ini ku biarkan dia disini. Besok jemputlah dia” Julia akan beranjak dari sana, namun si manager dengan sigap meraih pergelangan kaki Julia dan menghentikannya. “Jangan nyonya” Langkah kakinya menjadi terhenti karna pegangan pria tersebut.


 “Saya mohon terimalah Min Ji nyonya. Dia tidak punya siapa-siapa lagi, Saya mohon rawatlah ia” Manager tersebut menengadah melihat keatas sambil memohon. “Jangan biarkan anak itu sendirian nyonya, saya mohon kasihanilah ia”


Akhirnya selama beberapa saat terdiam, si manager yang tetap dengan posisinya tanpa berubah pun membuat Julia mengambil tindakan “Baiklah, saya akan fikirkan. Besok akan saya kabari” tentunya menunggu kabar yang dikatakan oleh Julia bukanlah hal yang pasti. Bisa diterima, bisa jadi tidak. “Jangan nyonya. Biarkanlah Min Ji disisi anda. Jika anda berkata hal demikian, bukankah itu masih mengambang dan tidak jelas?” Jawab si Manager.


“Saya mohon nyonya terimalah anak itu disisi anda nyonya. Dia sangat lucu dan menggemaskan. Dia anak yang tidak rewel sebenarnya. Dia pasti akan menjadi anak yang penurut nantinya dengan anda. Saya yakin” Tambah si Manager.


Dengan tak tahu malu si Manager memohon untuk membiarkan Min Ji disisi Julia. Julia pun memiliki rasa dibagian hatinya yang kasihan terhadap anak kecil tersebut. Sebagaimana ia dulu pernah kehilangan anak. Kali ini ia diberikan anak. Walaupun bukan anak kandungnya. Masih belum jelas siapa Ayah dari anak tersebut. Dengan perasaan berat, Julia memutuskan untuk mengadopsinya dan menjadi penanggung jawabnya.


Pagi telah terik, Cahaya matahari mulai masuk disela-sela kain gorden kamar. Si anak kecil telah bangun terlebih dahulu yang sebelumnya tertidur disamping Julia. Tangan mungilnya berusaha menyentuh pipi Julia berulang-ulang hingga Julia terbangun dan mendengar suara aneh.


“Uhh blaa blaaa”


Julia terkejut sesaaat sampai akhirnya ia ingat, ia baru saja mengiakan permintaan manager sialan tersebut untuk mengadopsi Han Min Ji, nama lengkap dari bayi tersebut yang telah ditinggal Han So Rae selama-lamanya.


Min Ji menatap leka-lekat Julia dengan penuh bingung saat Julia terbangun dan duduk dihadapannya “Yay a yaaaa” bahasa planet yang keluar dari mulutnya membuatnya tak takut kepada Julia seakan telah terbiasa dan dekat. Min Ji yang duduk berusaha bangun dan berdiri meraih Julia. Tanpa rasa takut ia berani memeluk Julia. “Hhmm kau tak takut denganku??” Tanya Julia takjub.


“Mahh maaaa” Julia kaget dan membulatkan kedua matanya. “kau lapar?? Tanya Julia yang tak peka.

__ADS_1


Klik, seseorang membuka pintu kamar Julia dan menampakkan dirinya masuk “Nyonya sudah bangun?? Biar saya yang memandikannya” si pelayan bergerak dan meraih tubuh kecil Min Ji. “Huaa hikss hiksss” Min Ji bereaksi menangis saat digendong oleh pelayan tersebut. Sementara Julia hanya terdiam melihat. “Ayo kita mandi dulu dan setelah itu kita sarapan” Mendengar kalimat si pelayan, ada sesuatu yang ia pastikan.


“Apa kita memiliki baju bayi??” Tanya Julia.


“Pria kemarin telah meninggalkan beberapa peralatan kebutuhan bayi ini Nyonya kecuali susu” Jawab si pelayan.


Si kepala pelayan pun datang masuk ke kamar Julia “Selamat pagi Nyonya, pria tersebut telah meninggalkan berkas kelahiran bayi ini didalam tasnya”


“Huaa hiks hiks hiks” Min Ji berusaha meronta-ronta ingin terlepas dari pelukan sipelayan.


Julia pun menerima berkas tersebut dari tangan si kepala dan membacanya “Bayi ini belum memiliki akta karna Ayahnya masih tidak diketahui. Dan umurnya 2.5 tahun”


“Huaaaaaa” Min Ji terus menangis.


“Baik nyonya”


Akhirnya Julia yang turun tangan. Ia memandikan Min Ji sendiri dikamar pribadinya dengan Bath up miliknya. Dibanding digendong dengan pelayan tadi yang langsung bereaksi menangis, kali ini ia malah bereaksi sebaliknya. Dia bahkan tertawa cengengesan saat Julia memandikannya. Julia yang menanganinya pun tak habis pikir. Setelah selesai memandikannya. Julia mengeringkan air bath up bekas mandi Min Ji agar anak tersebut menunggunya


mandi sebentar.


Setelah mandi beberapa saat. Julia dan Min Ji keluar dari kamar mandi dengan handuk lengkap dibadan masing-masing. Sang pelayan telah menunggu sambil membawa perlengkapan baju Min Ji yang telah tersedia diatas kasur. “Nyonya, biar saya saja yang memakaikan baju untuknya” Julia langsung memberikan Min Ji ke tangan pelayan tersebut,namun..


“Huaaaaaa” Min Ji menangis kembali saat dipangkuan si pelayan.

__ADS_1


“Ahhhh” Julia sedikit frustasi. Kenapa dengan pelayan ia tidak mau, dan malah dengannya ia bereaksi biasa saja.


“Baiklah biar aku saja” Julia kembali meraih Min Ji dan anak itu langsung menghentikan tangisnya “ Wahhh daebakk. Kau memang sungguh tak biasa” Ungkap Julia tak percaya.


Akhirnya semuanya, Julia yang lakukan termasuk sarapan dan menyuapinya.


Chen datang seperti biasa menjemput atasannya. “ Selamat pa..gi presdir, uhukkk”


“Bwa bwa bwaaaaa” Min Ji langsung tersenyum menampakan deretan giginya saat melihat Chen datang.


“Tadi malam managernya datang dan memohon-mohon untuk mengadopsi anak ini. Biar bagaimana pun aku menolaknya, manager itu bahkan bersujud demi dia“ menunjuk sang anak dengan bibirnya,


Chen tidak perlu menanyakan hal detail lagi kepada Julia. Sudah jelas dari apa yang ia lihat bahwa Julia mengadopsinya mulai saat ini.


 


Bersambung


@yulia.fernanda__


Baca juga


·         Love in Seoul City.

__ADS_1


·         Future Princess.


__ADS_2