
Julia menikmati hari tenangnya bersama Jilsoo dihari kedua saat malam hari. Karna kesibukannya yang menyita waktu dan tidak sempat membawa Jilsoo jalan-jalan dihari pertama, ia harus mengundur harinya dikeesokan harinya setelah memberi aba-aba kepada Chen untuk cepat menyelesaikan negosiasi bersama Pemerintah Tiongkok.
“Jilsoo, ayo cepat panggil oemma/ibu” Papar Hye Ra mengajari Jilsoo.
“Mahhh”
“Lagi-lagi, oemma, oem-ma”
Julia sibuk mengisi perutnya bersama yang lain disebuah restoran mewah sambil melirik Hye Ra yang sedang sibuk mengajari Jilsoo mengucapkan kalimat oemma.
“omah” Julia berhenti mengunyah seketika saat Jilsoo hampir bisa menyebut dirinya. Chen melirik kearah Jilsoo dan juga menghentikan suapannya.
“Presdir, lihat dia hampir bisa menyembut ibu. Lagi sayang ucap, Oemma”
“oemmaaaa”
“Wahh presdir, dia bisa memanggil anda” Hye Ra bangga sambil bertepuk tangan. Sementara Julia hanya tersenyum simple lalu kembali menyuapi makanannya.
“Nahh sekarang sebut paman Chen. Pa-man Chen”
“Cen”
“Uhukkk uhukkk” Chen terbatuk-batuk saat Jilsoo lancar menyebut namanya tanpa embel-embel paman. Sedangkan Julia menyembunyikan sambil menahan tawanya dibalik telapak tangannya. Sama halnya dengan Hye Ra yang berusaha menahan cekikikannya.
“Cen” Gumam Jilsoo kembali.
“Jilsoo harus memanggil paman, ok. Tidak boleh memanggil nama” Gumam Hye ra menasehati.
Tak lama waktu makan malam, Julia menyelesaikan santapan makannya sambil menekan-nekan lembut bibirnya dengan sehelai tisu.
__ADS_1
“Besok setelah kita sampai di Korea kosongkan jadwalku.” Chen langsung terkejut dan segera mengunyah sisa makanan dimulutnya dan menelannya bulat-bulat dengan susah “Tapi Presdir, besok jadwal presdir rapat gabungan”
“Batalkan saja. Aku ingin mengajak Jilsoo main sekaligus jalan-jalan”
Chen sangat takjub dengan kepribadian Julia yang menjadi berubah seketika semenjak ada Jilsoo dikehidupannya. Yang membuat ia tak habis pikir, sikap cuek Julia yang walaupun diam, namun menaruh kasih sayang berbeda kepada anak tersebut.
---
“What, Presdir hari ini libur dan meninggalkan pekerjaan yang segunung untuk kita???” Kei menggebu-gebu saat tahu Julia cuti mendadak setelah perjalanan dinas dari Tiongkok dengan alasan yang ambigu. Hye Ra dan Chen yang berada didepannya tampak tegar. Chen yang mengerti kepanikan Kei langsung menepuk sebelah bahu Kei tanda prihatin.
“Tidak-tidak. Aku harus tetap tersenyum. Aku baru saja perawatan dan tidak boleh emosi berlebihan. Hormonku akan terganggu jikalau aku terbawa emosi. Huffttt” Gumam Kei sambil menarik nafas lalu membuangnya secara
perlahan. Setelah melihat situasi Kei yang sudah bisa legowo dengan keadaan, Chen pun berjalan keluar dan itu segera direspon Kei.
“Sonbae mau kemana??” Tanya Kei menyidik.
“Aku harus menemani Presdir”
“Kau tentu saja jaga gawang” Ujar Chen agak kesal.
Hye Ra pun perlahan juga ikut keluar ruangan.
“Kau juga kemana??” Sambung Kei kembali.
“Aku mau buang air. Kenapa? Kau mau ikut??” Timpal Hye Ra kesal.
“Ihhh napain?? Ya sudah pergilah” Ujar Kei ikut kesal.
Julia saat ini sedang berada dipusat perbelanjaan terbesar di Seoul bersama satu pengasuh dan tentu saja 2 bodyguard yang selalu standby didekat Julia. Kali ini Jilsoo dibiarkan berjalan sendiri tanpa menggunakan stroller. Alasannya agar Jilsoo terbiasa berjalan dan tidak menjadi anak manja.
__ADS_1
---
Bandara International Incheon. Bandara terbesar pertama di Korea Selatan. Salah satu bandara paling tersibuk didunia. Salah satu pesawat telah mendarat sempurna dilandasan tersebut. Semua penumpang pun turun dan akan menuju terminal untuk proses registrasi. Salah satu diantaranya kembali ke tanah air setelah 1 tahun meninggalkan Korea. Dengan koper LV ukuran 24 inchinya yang standby didekatnya. Langkahnya terhenti saat ia telah menginjak kembali tanah kelahirannya dengan hati gembira.
Kedatangannya pun telah disambut oleh beberapa Bodyguard yang telah menunggunya dibandara kedatangan. 2 bodyguard tersebut memberi salam ketika ia menampakkan dirinya. “Selamat datang kembali tuan” Ungkap 2 bodyguard tersebut.
“Ya terima kasih” Balasnya setelah itu dan mereka pun lalu menuntun langkah seseorang itu menuju parkiran.
---
Julia memapah Jilsoo sambil memegang tangan anaknya agar tidak jauh dari jangkauannya. Kali ini mereka beralih tempat di Myeongdong. Di Sore hari, jalanan Myeongdong mulai dipadati para pedagang dan beberapa pelancong yang berbelanja.“oemma” Panggil Jilsoo kearah Julia
“Hmm??” Balas Julia. Jilsoo langsung menunjuk ke salah satu pedagang yang menjual permen kapas. “Kau mau itu???” Tanya Julia yang dibalas anggukan oleh Jilsoo gemas.
“Baiklah” Ungkap Julia sambil mendekati sipedagang dan membeli permen kapas tersebut.
“Kalian berdua pesanlah tempat direstauran seafood itu untuk kita. Aku akan menyusul.” Ujar Julia ke 2 bodyguardnya. “Baik Nyonya” Jawab mereka dan mereka pun pergi hingga hilang ditelan padatnya manusia ditempat itu.
“Nyo-nyonya!?” Si pengasuh gemetar. “Ada apa??” Tanya Julia bingung tanpa melihat kearah pengasuhnya karna masih bertransaksi dengan si penjualan “N-nona muda hi-lang” Gumamnya panik dan ketakutan.
“Apa???”
Bersambung
@yulia.fernanda__
Baca juga
· Love in Seoul City.
__ADS_1
· Future Princess.
· Cerita Julia dan Korea Selatan