
Deg Deg Deg…..
Julia menatap intens pada satu wajah. Seluruh tubuhnya bergetar hebat, alunan nafas masih memburu hingga kedua bahunya naik turun secara teratur. Enggak masuk akal tapi kenyataan. Julia melangkah pelan dengan
tubuh yang mungkin bisa saja akan ambruk. Jalannya tak tegap apalagi lurus, rasanya tanah yang ia pijaki seperti berlumpur dalam, sedikit oleng jika dipijaki, seperti itulah ia berjalan mendekati wajah yang telah lama ia rindukan. Rindu tapi benci.
Haruskah dia senang ??? haruskah dia marah???. Entahlah. Langit bisa saja berdusta. Bumi bisa saja berbohong. Muncul bagaikan kutukan yang bahkan lebih buruk dari kata sial.
Semakin dekat Julia melangkah dan mendekatinya, memastikan jika memang wajah itu yang dulu pernah menyakitinya dan menenggelamkannya dalam-dalam didasar lautan dan menerbangkannya sampai ke langit-langit. Ia pun berhenti. Hanya dengan beberapa langkah, ia dapat melihat dengan jelas wajah itu.
Kyungsoo pun juga ikut membalas tatapannya yang penuh dengan rasa bersalah. Wanita yang dulu pernah ia bodohi, manfaatkan, lalu menjadi cinta yang tak terbalaskan, hingga akhirnya ia membohonginya dan menghilang dengan berkedok kematian.
“Bukannya kau sudah mati??” Julia sekuat tenaga menahan amarah dan benteng pertahannya. Tidak-tidak. Ia harus kuat layaknya baja. Jangan buang air matamu dihadapan ********.
Kedua mata Julia mulai berkaca-kaca dan sedikit lagi air mata itu akan lolos dan jatuh di kedua pipinya. “Anyeong Julia Shi / Apa kabar Julia” Suara Kyungsoo yang dengan jelas ia dengar akhirnya membuat ia sedikit lagi akan runtuh. Genangan air mulai berkumpul dipelupuk matanya. Seluruh tubuhnya bergetar hebat. Julia menutup kedua matanya hingga air mata itu benar-benar lolos dipelupuk matanya.
“Kenapa kau tidak mati saja!” Julia masih tenang dengan intonasi suara yang bisa ia kuasai meski pun air matanya telah menganak sungai.
“Wae/kenapa??” Suasana masih senyap. Yang lain pun masih hanyut dalam ketidakpercayaan. Chen pun ambruk tersungkur ke tanah. Untungnya ia masih bisa bertahan dan menahan tubuhnya dengan kedua lututnya.
Bahkan ia tak menduga dan tak percaya lagi dengan laki-laki disamping Kyungsoo,
Leo.
“K-kenapa kau lakukan ini???.” Julia mencoba menyiapkan hatinya agar sedikit lebih tenang.
__ADS_1
“Wae/kenapa,”
“Waeeeeee” Julia akhirnya berteriak frustasi. Tak mampu ia kuasai hati dan batinnya hingga ia berteriak keras dan menundukkan punggungnya tak tahan. Leo segera bertindak dan mengambil alih Jilsoo dari tangan Kyungsoo. Membiarkan diantara mereka berdua menyelesaikan perkara. Kyungsoo pun tak dapat menjawab apalagi menjelaskannya. Ia hanya terdiam sambil menggendong Jilsoo dipangkuannya.
Seluruh area Myeongdong telah sepi. Cukup suram dan sepi disekeliling mereka hingga kejadian ini tak sengaja menjadi lebih menakutkan. Semakin sepi, maka semakin mencekam pula yang terjadi. Julia pun pelan-pelan bangun dan memperbaiki gerak tubuhnya.
Kyungsoo mengangkat pelan tangan kanannya yang bermaksud ingin membelai pipi Julia, namun Julia dengan segera menepisnya. “Jangan sentuh aku” Tuturnya dingin.
“Mian Hae/Maafkan aku” Tutur Kyungsoo sedikit lemah.
“Huaaaa hiks hiks” Jilsoo menangis keras saat melihat pertengkaran mereka. Mereka pun melirik kearah Jilsoo. Dengan sigap Julia meraih Jilsoo dan menggendongnya. Saat berpindah tangan, Jilsoo bergumam “Oemma”
kalimat itu sukses membuat Kyungsoo terperanga. Apa Julia telah memiliki anak setelah ia menghilang?? Meski pun melihat bobot tubuh Jilsoo yang terbilang bukan usia saat ia meninggalkan Julia saat itu.
“K-kau memiliki anak??” Tanya Kyungsoo pelan-pelan.
“JANGAN SENTUH AKU” Kalimat itu jelas Julia lontarkan setelah sebelumnya ia katakan lagi dengan kalimat yang sama.
“Katakan, dia anak siapa??” Kyungsoo terbawa suasana dengan intonasi sedikit naik.
Julia pun menatap lekat-lekat wajah itu dengan penuh intens bercampur marah “Katakan juga selama ini kau dimana??” Tanya Julia balik yang tentu saja Kyungsoo bingung mengatakannya.
“Kau bahkan tak bisa menjawabnya lalu kau bertanya dia anak siapa??” Julia menepis tangan Kyungsoo kembali dan berbalik meninggalkannya. Seluruh sekretaris termasuk Chen pun mengikuti Julia dari belakang meskipun dengan perasaan tak tega meninggalkan mantan bos mereka terdahulu. Meski pun Chen masih belum bisa menguasai dirinya. Tapi ia sama bencinya dengan apa yang dirasakan Julia saat ini.
“Appaaaaa” Jerit Jilsoo yang membuat Julia meradang.
__ADS_1
“Dia bukan ayahmu, berhenti memanggilnya seperti itu” Umpat Julia tak suka.
Julia meninggalkan Kyungsoo dengan bekas sayatan luka. Kyungsoo yakin anak yang digendongnya adalah anaknya. Tapi tidak mungkin itu adalah buah cintanya dengan Julia. Itu tidak mungkin.
Julia pergi dengan beribu luka yang kembali menganga lebar dihatinya. Jikalau langit berdusta dan bumi berbohong itu benar adanya, maka begitulah perasaannya. Setibanya dirumah ia memberikan Jilsoo kepada pengasuhnya dan berlari menaiki anak tangga memasuki kamarnya tanpa mengatakan apa pun kepada pengasuh tersebut, dan itu jelas membuat siempunya bingung dengan raut wajah Julia yang tidak bersahabat. Kepala pelayan yang melihatnya pun ikut bingung hingga Hye Ra menganggukan kepalanya dihadapan kepala pelayan dengan memberi sinyal yang artinya jangan ganggu Julia, biar ia sendiri.
Kepala pelayan itu pun juga ikut memberi sinyal kepada pengasuh untuk menidurkan Jilsoo, dan itu segera diterima pengasuh tersebut dan membawa Jilsoo kekamarnya. Julia menutup pintu kamarnya sekuat tenaga hingga keras yang spontan membuat seisi rumah terhenjak kaget. “Lebih baik kita semua pulang.” Melihat kondisi Julia yang
sudah tak dapat untuk diganggu, Chen pun menginstruksikan semuanya untuk kembali pulang.
“Arrgghhhhhhhhh”
Julia berteriak hebat sambil menjatuhkan seluruh alat make upnya dari meja rias, memecahkan seluruh kaca yang ada dan vas bunga. Bukan bahagia ia melihat sosok Kyungsoo yang entah dari mana datangnya dengan kondisi tubuh sehat walafiat, melainkan rasa jijik dan frustasi seperti dibohongi dengan akal-akal kematian yang tidak masuk akal.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung dan baca juga
· Love in Seoul City.
· Future Princess.
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan