Cerita Julia dan Korea Selatan 2

Cerita Julia dan Korea Selatan 2
Episode 26 / Terlalu sombong.


__ADS_3

DEG…


Laura Jantungan. Wanita yang ia sepelekan ternyata adalah istri Presdir Kyungsoo. Ia cepat-cepat berpikir jernih. Tapi lagi-lagi pikiran itu tetap saja mengintimidasi ide kotornya. Ia hanya perlu menggoda Kyungsoo si Presdir nomor 1 di Korea itu. Jika ia bisa menggoda lelaki itu, minimal ia bisa menjadi simpanan dan bergelimang lautan uang. Apalagi jika ia bisa menyingkirkan Julia dan menjadi istri sahnya. Sungguh khayalan yang terlalu tinggi.


Setelah menyelesaikan ini dan keluar dari ruang Ahn Ye Eun. Laura segera menarik Julia pelan-pelan seolah telah berdamai dan tdak terjadi masalah lagi.


“Maafkan saya Nyonya Julia. Karna saya banyak masalah akhir-akhir ini jadi saya terbawa emosi.” Semua yang mendengar tentu berfikir mereka benar-benar berdamai.


Laura pun semakin dekat dan berbisik “Masalah ini akan cepat selesai nyonya Julia. Posisi saya masih tetap aman pastinya. Anda tidak perlu repot-repot memanggil pihak agensi. Karna itu akan sia-sia”


Julia pun membalas. “Kau tenang saja nona Laura. Oh ya apakah kau memiliki agama? Ku harap kau banyak-banyak berdo’a ke Gereja atau ke Kuil. Supaya Tuhan mendengar do’a mu itu” Rahang Laura mengeras. Julia pun


menjauhkan dirinya dan pamit pergi diikuti Chen, pengasuh dan beberapa bodyguard lainnya dari belakang.


---


Lusa segalanya masih aman, damai dan tenteram. Video yang melibatkan Laura dan Julia pun terhapus dan pastinya itu karna kekuatan Kyung Group dengan sigap menghapus dari seluruh media. Laura pun juga begitu. Setelah melakukan kegiatan amal dan harus berpura-pura ramah didepan anak-anak membuatnya harus mengeluarkan bakat acting didepan anak kecil. Hingga ia pulang dalam keadaan kelelahan diatas ranjangnya.


Drrtttt…


Poselnya bergetar menampilkan panggilan dari seseorang.


“Haa apa karna ia sedang rindu padaku jadi ia menelfon??” Ujarnya sambil melihat layar panggilan dari CEO agensi.


“Ya Sanjangnim ada apa??”


“Cepatlah datang kemari. Ada yang harus aku bicarakan padamu” Ujarnya kesal dari seberang sana.

__ADS_1


“Sayang, ada apa?? Apa masalah penawaran. Aku percayakan pastinya padamu. Ambil saja yang bayarannya tinggi dan tolak yang bayarannya kecil” Ungkapnya sepele.


“Ini berhubungan dengan hidup dan matimu. Cepat kau kesini sebelum ku seret kau dari appartmenmu” Laura terkejut mendengar umpatan atasannya. Belum pernah atasannya semarah ini dengannya. Ia pun memutuskan


untuk mandi dan dandan secantik mungkin. Memakai wewangian mahal dan baju ketat sexy yang menampikan cetakan tubuhnya yang indah dan belahan dada yang menggoda. Tentu saja untuk menggoda atasannya.


Ia pun bercermin, memutar ke kiri dan ke kanan. “Kita lihat, apakah kau masih marah jika aku datang seperti ini??” Gumamnya sambil melihat dirinya dari pantulan kaca.


Laura segera memajukan mobil sportnya dan melenggang dijalanan Seoul yang padat. Saat mobilnya telah terparkir digedung halaman GM Entertainment ia menutup atasan tubuhnya menggunakan jaket beludru channelnya yang mahal dan berjalan manja menuju ruang CEO.


Klik. Ia membuka pintu ruangan tertinggi agensi tersebut dan masuk yang menampilkan wajah kecut sang CEO yang duduk di kursi kebesarannya. Laura pelan-pelan membuka jaketnya dan menampilkan aura seksi


dihadapan CEO tersebut. Sang CEO hanya bisa menahan terlebih dahulu karna masalah ini sangat rumit.


“Laura, ini bukan saatnya kau seperti ini. Kita memiliki masalah besar terutama kau.”


“Laura ini sangat …”


“Ssttttt” Hentinya sambil menempelkan jari telunjuk dibibir CEO tersebut. Laura membungkukkan tubuhnya hingga menampilkan sangat jelas kedua sebagian gundukan gunung yang mempesona miliknya. Dan saat itulah CEO tersebut tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan didepan matanya.


Sekali lagi Laura berhasil menaklukan CEOnya dengan cara yang sama. Tidak mungkin jika seorang Kyungsoo yang juga seorang laki-laki tidak memiliki bernafsu. Segalanya akan selesai jika ia memberikan tubuhnya.


---


Keesokan harinya Laura akan berangkat ke salah satu show. Ia telah bersiap-siap menunggu panggilan dari salah satu krew TV tersebut. Tapi kali ini ia membiarkan managernya menelfon pihak acara tersebut karna tak kunjung juga memberi kabar. Hingga beberapa menit kemudian si Manager tak juga mendapat balasan telfon.


Pip. Notifikasi pesan masuk ke ponsel managernya.

__ADS_1


(Maaf pihak kami telah membatalkan agenda dari artis Laura karna beberapa alasan)


“Laura, pihak CBC baru saja membatalkan penampilanmu” Ujar sang manager yang disambut gelak tak percayanya.


“Ha, sudah lama aku ditolak seperti ini. Berapa sih bayarannya?” Tanya Laura.


“Bayarannya memang tidak terlalu mahal, tapi karna ini show yang lumayan besar jadi bisa menaikkan popularitasmu lebih naik”


“Ya sudahlah kalau bayarannya kecil biarkan saja” Ledeknya.


Siang hari Laura melakukan perjalanan meninjau lokasi syutingnya didaerah Gangwon. Meskipun para pemainnya masih belum ditetapkan. Tapi saat ia dihubungi oleh Sutradara, ia yakin kalau ia akan menjadi pemeran utama didrama kolosal tersebut, meski pun ia belum pernah menjadi pemeran utama, tapi ia pernah menjadi pemeran pembantu.


“Kapan pemeran utamanya ditentukan dan dipublikasi??” Tanyanya kepada manager yang masih sibuk menyetir.


“Katanya 1 jam lagi. Kau tunggu saja. Pasti Sutradara akan menghubungimu” Ujar sang Manager yakin.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City.


·         Future Princess.


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


__ADS_2