Cerita Julia dan Korea Selatan 2

Cerita Julia dan Korea Selatan 2
Episode 16 / Pencarian Jilsoo.


__ADS_3

Jilsoo pun mulai mengeluarkan suara.“Appa/Ayah”.


“Hmm ?? Kau memanggilku Ayah??” Tanyanya dengan mimik sedikit terharu.


Jilsoo tetap memandanginya tanpa berkedip. Seolah-olah ada sesuatu diwajah pria tersebut.


“Hei kenapa kau melihatku seperti itu??. Apa karna aku tampan.??” Gumamnya membanggakan diri.


“Tuan. Sebaiknya kita lekas mencari orang tuanya. Atau kita kirim dia diposko polisi terdekat agar orang tuanya bisa menemukannya” Ungkap Leo yang sedikit khawatir.


Krrttttttt……


Suara perut Jilsoo berbunyi, lebih kuat melebihi tangisannya tadi.


“Hahahahaha” Pria itu lantas tertawa terbahak-bahak mendengar suara jeritan perut gadis kecil tersebut.


“Kau pasti lapar karna terlalu lama menangis, baiklah ayo kita isi perut dulu sebelum mencari orang tuamu. Leo cepat kau reservasi restoran didekat sini” Ia mulai berjalan menggendong gadis kecil tersebut mencari restaurant yang masih terbuka diarea Myeongdong.


“Baik tuan” Leo segera mengeluarkan benda pipih disakunya untuk mencari lokasi terdekat restaurant diarea Myeongdong “Tuan, didekat sini ada restaurant seafood” Sambil melirik kearah tuannya yang telah jauh dari jaraknya kini hingga mengharuskannya mengejar tuannya tersebut.


---


Mereka telah mereservasi restaurant kecil di area Myeongdong. Sambil memilih menu makanan, Kyungsoo tampak bingung dengan makanan apa yang cocok untuk anak sekecil Jilsoo. Sang pelayan wanita dengan tampang sedikit malu-malu menanti disampingnya, saat Kyungsoo mulai memasuki restaurant, ia segera lekas mengambil tindakan dan menandai wajah Kyungsoo sebagai mangsanya, walaupun ia tahu lelaki itu menggendong anak kecil dan ia menyadari bahwa lelaki itu telah mati pajak dan tidak mungkin ia bisa menerobosnya kecuali ada keajaiban lain.


“Kira-kira apa yang cocok makanan untuk anak seusia dia???” Tanya Kyungsoo kearah pelayan wanita tersebut. Si Pelayan pun hampir saja salah tingkah menjawab pertanyaan Kyungsoo “Ah menurut saya anak sekecil ini diberikan nasi lembut dicampur dengan kuah sup tuan.


Si Pelayan pun menggaruk kecil leher belakangnya bingung kenapa ia malah menanyakan makanan apa yang cocok untuk anaknya sendiri. Ah mungkin ia belum pernah turun tangan memasak atau memberikan makan

__ADS_1


anaknya secara langsung dan yang biasa melakukannya pasti ibunya alias istrinya, pikir si pelayan.


Sedangkan Jilsoo sibuk didunianya sendiri memainkan kerah baju Kyungsoo dengan gemas.


“Appa/ayah” Panggil Jilsoo tiba-tiba yang membuat Kyungsoo melirik kearah Jilsoo.


“Ia nak, appa mengerti” Jawab Kyungsoo yang membuat Leo menggaruk-garuk kepala belakangnya karna bingung.


“Ahh tuan sebaiknya kita…”


“Ssttttt, lebih baik kau pilih cepat makananmu” Kyungsoo langsung saja memotong kalimat Leo, karna ia tahu persis apa yang akan disampaikan anak itu setelahnya.


“B-baik tuan” Jawabnya mulai takut.


“Kalau begitu saya akan bawakan tempat duduk untuk sikecil ya tuan?” Tawar si pelayan yang hanya dijawab dehaman oleh Kyungsoo “Hmm”


Kyungsoo pun mulai menikmati makan malamnya bersama Jilsoo dan Leo. Meskipun Leo agak sedikit tidak sabaran untuk mengingatkan Kyungsoo agar segera kembali ke Hotel, namun nyatanya tak memperdulikan


teriakan Leo yang sedikit cerewet. Sementara ditempat lain, Julia dan seluruh anak buahnya masih sibuk berlari kesana kemari, menanyakan sisa-sisa pengunjung dan pelayan toko yang masih berada disekitar Myeongdong.


Lama kelamaan tempat itu menjadi rusuh karna banyak yang turun tangan mencari anak kecil tersebut yang membuat seluruh pengunjung penasaran. Bahkan diantara bodyguard yang ikut turun tangan mencari Jilsoo pun


tak menyadari bahwa ia baru saja melewati salah satu restaurant yang disinggahi Kyungsoo dan anak kecil tersebut.


 “Kau menemukannya??” Dua diantara mereka tak sengaja bertemu saat tengah melakukan pencarian dengan kondisi sesak napas yang membuat kedua bahu mereka naik turun secara memburu. Bahkan untuk bicara saja, mereka ngos-ngosan. “Belum, aku belum menemukannya. Tempat ini luas dan sangat sulit mencarinya” Balasnya.


Setelah bisa mengatur nafas dengan baik dan tidak lagi sesak, mereka pun kembali mengelilingi tempat “Baiklah, kalau begitu ayo kita cari lagi” “Oke” Balasnya.

__ADS_1


Diantar mereka yang masih sibuk mencari, Julia kembali mencoba menelfon nomor seseorang.


“gimana?? Sudah ketemu??”


“Apa???”


“Arghhh” Julia kembali berteriak sambil mematikan panggilan telfonnya. Nafasnya kembali sesak seakan tembok benteng yang ia jaga baik-baik mulai retak dan bisa saja akan runtuh jika lama-kelamaan dibiarkan.


“Jilsoo ya???” Teriak Chen sambil sesekali menanyakan orang-orang yang lewat dan pastinya dengan jawaban yang sama lalu ia pun kembali meneriakkan namanya secara berulang-ulang.


Seorang pria paru baya keluar dari sebuah restaurant seafood yang sama dengan Kyungsoo. Ia berjalan menuju parkiran untuk menjemput mobilnya untuk segera pulang. Dalam perjalanannya menuju parkiran, ia melihat


seorang pria berjas rapi sibuk memanggil seseorang sambil mengitari pandangan seluruh sudut pasar. Pria yang kebetulan ia lihat pun juga tak sengaja ikut melihatnya. Chen yang menyadari itu pun segera mendekati si ahjussi tersebut.


“Tuan, apakah tuan melihat anak kecil sekitar berumur 2,5 tahun melewati tempat ini?? Ini gambarnya” chen langsung memperlihatkan foto Jilsoo dikamera ponselnya. Si Ahjussi tersebut memperbaiki kacamatanya yang mulai longgar sambil melihat dengan jelas foto tersebut. “Apa kalian mencari anak kecil ini??” Tanya si Ahjussi balik kepada Chen.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City.


·         Future Princess.


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


__ADS_2