
“N-nona muda hi-lang” Gumamnya panik dan ketakutan.
“Apa???” Julia berbalik arah melihat si pengasuh yang sudah gemetaran.
---
Hilangnya Jilsoo membuat seluruh area Myeongdong menjadi sedikit rusuh. Chen yang langsung tiba tidak lama dari hilangnya Jilsoo langsung mengkerahkan beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan anak balita tersebut. Julia yang lebih frustasi dan ketakutan pun juga ikut mencari keberadaannya. Semua pengunjung pun ikut dibuat bingung sambil melirik kearah mereka.
Sambil berkeliling, melihat dan menyapu ke seluruh sudut perbelanjaan, Julia mendial nomor seseorang diponselnya.
“Gimana???”
“Terus??”
“Arrghhhh” Julia mematikan ponselnya, mengayuh dengan keras sambil berteriak nggak karuan setelah mendengar jawaban dari seseorang dari seberang. Pengunjung yang melihatnya pun melirk kearah Julia dengan tatapan aneh.
“Huaaaa hiks hiks”
Jilsoo menangis didekat salah satu pertokoan yang telah tutup dan sepi. Ia melirik ke kiri dan ke kanan sambil menangis kencang. Air matanya berurai basah serta ingus yang sesekali keluar dari hidungnya. Ia berjalan pelan melewati toko dengan langkah kecil. Sayangnya tidak ada seorang pun pengunjung yang melewati tempat itu sehingga sulit mencari keberadaannya karna letaknya yang sedikit ujung.
“Hiks hiks hhuhuuuu”
“Oemmaaaa”
Tap tap tap..
Suara langkah kaki seseorang terhenti karna mendengar suara aneh didekatnya.
“Leo. Apa kau mendengar sesuatu??” Tanyanya kepada seseorang disampingnya.
“Suara apa tuan??” Tanya Leo bingung.
__ADS_1
“Huaaaa hiks”
“Nahh itu. Ada suara tangis anak kecil”
“Hiks hiks”
Setelah mendengar dengan seksama, akhirnya Leo mendengarnya. “Benar tuan. Ini suara tangis anak kecil.” Gumamnya.
“Tapi tuan, bisa saja ada kedua orang tuanya. Tidak mungkin anak kecil menangis sendirian” Gumam Leo.
“Benar juga sih. Tapi tangisnya kenapa tidak berhenti??”
“Tuan, lebih baik kita kembali. Ini sudah malam. Semua pertokoan sudah mulai tutup satu persatu”
Ia tertegun mendengar penjelasan Leo. Terasa masuk akal namun menggelitik sedikit hatinya. Ada sesuatu yang menekannya untuk tetap tinggal dan melihat anak tersebut.
“Tuan??” Panggil Leo kembali.
“Sebelah sini tuan” Imbaunya sambil menuntun pria itu ke satu arah untuk keluar dari tempat tersebut.
---
Hye Ra dan Kei baru saja tiba di Myeongdong setelah mendengar berita tentang hilangnya Jilsoo ditempat tersebut. Setelah keluar dari mobil dan memarkirkannya disalah satu tempat. Mereka berjalan tergesa-gesa sambil melirik kesegala arah mencari petunjuk ke siapa pun pengunjung yang mereka temui disana.
“Hei, tempat ini bukannya luas ya?? Berapa orang yang diturunkan presdir buat nyari anaknya??” Tanya Kei.
“10 Bodyguard. Ditambah pengasuh, kita lalu presdir sendiri” Jawab Hye Ra tak focus sambil melirik ke kiri dan kanan sambil berlari kecil diikuti Kei.
“Heol.”Gumam Kei.
Semuanya tampak sibuk mencari keberadaan Jilsoo dengan membawa foto masing-masing dikamera ponsel mereka dan menanyai seluruh pengunjung maupun penjual yang ada disekitar Myeongdong.
__ADS_1
---
Pria yang awalnya mendengar suara tangis belita tersebut berlari-lari kecil setelah awalnya ia memutuskan untuk kembali pulang. Karna rasa penasaran dan suara hatinya yang mengatakan berbeda dari tindakannya sebelumnya, akhirnya ia pun memutuskan kembali untuk mencari sumber suara tangis tersebut bersama ajudannya bernama Leo.
“Tuan, kita kembali saja. Pasti orang tuanya ada disana” Jawab Leo sambil berusaha mengejar tuannya yang sedari tadi berlarian mengikuti. Namun pria itu tidak mengindahkan jeritan Leo yang sedari tadi protes dengan sikapnya.
“Huaaa hiks. Oemma” Tangis Jilsoo semakin terngiang ditelinganya dan keyakinannya pun semakin tinggi untuk menemukan anak tersebut.
Setelah berlari dan mencari sumber suara, akhirnya ia menemukan anak tersebut duduk menangis dan menjerit menyebut sang Ibu tepat disalah satu toko usang yang tampak seperti telah lama tutup dan ditinggalkan. Mereka pun sama-sama melihat satu sama lain dan pria itu pun akhirnya lega menemukannya.
“Rupanya kau disini!” Ungkapnya sambil menunduk memegang kedua lututnya menahan sesak nafas karna berlarian.
“huhuuuuu”
Leo pun juga melakukan hal yang sama setelah lelah berlarian mengejar tuannya dan berhenti tepat disampingnya. Pria itu pun menggendong Jilsoo yang telah terisak-isak dengan air mata berurai membasahi pipi dan sedikit air ingus yang keluar dari hidungnya. “Berikan sapu tanganmu” Pintanya kepada Leo sambil mengarahkan telapak tangannya kearah Leo. Dan Leo pun memberikan sapu tangannya yang langsung disambut pria itu dan dengan segera membersihkan air mata Jilsoo yang seperti anak sungai beserta ingusnya.
Jilsoo yang menerima gendongan dari pria itu pun lama kelamaan meredakan tangisnya karna akhirnya mendapat pertolongan. Jilsoo memperhatikan dengan intens wajah pria yang menggendongnya dengan sisa isak yang masih tertinggal. Pria itu pun juga membalas tatapan Jilsoo dengan hangat. Jilsoo pun mulai
mengeluarkan suara.
“Appa/Ayah”.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Baca juga
· Love in Seoul City.
· Future Princess.
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan