Cerita Julia dan Korea Selatan 2

Cerita Julia dan Korea Selatan 2
Episode 24 / Laura


__ADS_3

Sang receptionis meminta Julia untuk menunggu untuk mengkonfirmasi tempat, apakah masih tersedia atau menunggu. Lalu tak lama kemudian setelah menyelesaikan telfonnya, sang receptionis pun memberi kabar.


“Kamarnya sudah ada. Ternyata nama nyonya telah dibooking oleh tuan Kei. Silahkan mengikuti karyawan kami yang disebelah sana” menunjuk kesalah satu karyawan yang berdiri disisi ruangan.


“Maaf nona Laura. Untuk saat ini ruang VVIP telah penuh terbooking dan nona harus menunggu sekitar 1 jam lagi. Jika nona mau masih ada ruang klasik (dibawah standar VIP) yang masih tersedia” Ujar si receptionis dan langsung dibalas kesal oleh Laura.


“Kau bagaimana sih?? Lalu kenapa wanita ini dapat. Kan kami sama-sama datang bersamaan” Ujarnya meletuk sambil menunjuk kearah Julia.


“Ahh nyona ini sudah membookingnya terlebih dahulu melalui seseorang nona” Jawab si Receptionis yang membantu Julia.


“Argghh lalu bagaimana yang VIP??” Tanyanya lagi dengan penekanan kesal.


“VIP juga masih penuh nona. Paling cepat 2 jam anda menunggu” Laura ternganga mendengarnya dan lebih kesal lagi.


“Arrgghhhhh. Memangnya kamar VVIP kalian ada berapa sih sampai-sampai aku harus menunggu. Ini wilayah gangnam loh, tapi fasilitas kalian jelek” Umpatnya yang membuat seisi melirik kesal dan bingung ke arahnya.


Julia membiarkan wanita itu dan melewatinya begitu saja. Laura menatap intens Julia dari atas sampai bawah. “hei nona, bagaimana kalau aku saja yang memakai kamar itu. Aku akan bayar berapa pun asalkan kau mengalah untukku. Tubuhku butuh dipijat sekarang. Aku baru selesai konser tour dan besok aku masih harus bernyanyi di TV lain. Waktu ku sangat sibuk”


Racaunya sesaat membuat Julia menghentikan langkahnya dan berbalik melirik wanita yang bernama Laura.


“Berani bayar berapa untuk menggantikanku??” Tantang Julia.


“10 Juta, bagaimana?? Lebih dari harga asli kamar yang ku tawarkan” Ledeknya yang membuat Julia terkekeh sedikit.

__ADS_1


“10 Juta?? Sepertinya artis sepertimu banyak uang. Masa harus 10 Juta??. Aku membayar kamar VVIP untuk anak dan pengasuhku loh” Tantang Julia kembali.


“Heuh baiklah, bagaimana kalau 15 Juta. Kau tidak mungkin menolaknya nyonya. Kau sangat beruntung karna kebetulan aku menginginkannya” Laura tak mau mengalah. Harga dirinya lebih tinggi.


“Jika hanya segitu. 100 orang sepertimu bisa ku bayar bahkan lebih.” Ledek Julia yang membuat Laura kesal.


“Haa sombong sekali. Memangnya apa pangkat suamimu?? Paling cuma manager di perusahaan kecil” Hampir saja Laura membangunkan Ular derik yang sedang tertidur.


“Memangnya untuk apa pangkat suamiku jika kuberitahu padamu?. Kau hanya Selebritis yang hanya terkenal sesaat lalu akan padam seiring berjalannya waktu. Manfaatkan waktumu yang masih terbilang emas ini selagi kau masih laku. Jika sudah tidak laku lagi. Kau akan turun pamor digantikan dengan yang lebih segar”


Kata-kata ini masih terbilang sopan bagi Julia yang emosinya masih bisa ia tahan. Kejadian itu pun menjadi sasaran empuk bagi orang-orang yang menontonnya terutama bagi tangan dan mulut-mulut gatal yang


dengan sigap merekam kejadian tersebut dengan kamera ponselnya. Tidak hanya 1 orang kebetulan, tapi ada beberapa. Bahkan ada yang melakukannya dengan Live.


Kejadian itu langsung mendapat henjatan kaget dari orang-orang yang melihatnya didalam salon Spa tersebut. Julia terdiam mendapat perlakuan memalukan dari Laura. Ia berusaha bersikap santai walau pun hampir saja api dalam dirinya seperti akan meledak seperti tersiram bensin “Kau wanita ****** tak tahu diri. Berapa memangnya harga dirimu ha. Aku bisa memberikannya berapa pun itu” Julia pun meliriknya saat ditawari untuk menjual harga dirinya.


“Ha. Memangnya kau mampu membeli harga diriku??” Jawabnya ketus dengan penekanan menohok dan tatapan tajam yang mengerikan.


Seketika Live yang dilakukan oleh beberapa orang tersebut mendapat respon yang luar biasa. Dengan kekuatan Hengpong jadul ala-ala lambe turah. Live itu pun langsung mendapat sorotan dari berbagai penjuru termasuk media sendiri.


“Presdir ini gawat” Teriak Hye Ra tiba-tiba memasuki ruang rapat. Kyungsoo menatapnya tajam ketika tak sopan memasuki ruang rapat tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Namun Hye Ra yakin bahwa alasannya pasti tidak akan membuat Kyungsoo marah kepadanya. Saat Hye Ra menampilkan live seseorang yang menampakan wajah istrinya dipermalukan. Kyungsoo langsung berteriak.


“Cepat selesaikan wanita ****** itu sekarang juga”

__ADS_1


Suasana didalam salon Spa Gangnam masih memanas. Manager Laura langsung datang dan menghampiri artisnya. “Apa yang kau lakukan. Videomu tersebar kemana-mana??” Laura kaget saat mendapat laporan dari


managernya. Ia pu langsung melirik ke berbagai arah dan mendapati beberapa ponsel merekam dirinya. Ia yakin, mereka merekam dirinya dari awal.


Pengasuh Julia pun membantu mengeringkan tubuh Julia dengan handuk kecil milik Jilsoo. “Nyonya tidak apa-apa??” Tanya si pengasuh khawatir “Tidak apa-apa” Jawabnya tenang.


Hingga beberapa Bodyguard datang berurutan memenuhi bagian salon Spa dan menampakkan batang hidung Chen disana. Seluruh pengunjung, karyawan termasuk Laura dan managernya kebingungan seketika. Beberapa bodyguard pun langsung menghentikan beberapa pengunjung yang melakukan rekaman.


“Maafkan saya terlambat Nyonya” Ujar Chen sambil membungkukkan tubuhnya dihadapan Julia. Ia yakin kekuatan media social yang membuat Chen cepat bertindak apalagi mengenai dirinya. Laura pun kaget melihat situasi yang makin runyam tersebut saat beberapa bodyguard mengelilingi wanita yang baru saja ia caci maki.


“Ahh firasatku tidak enak Laura” Ujar sang Manager berbisik ke dekat telinga Laura. Laura pun mulai takut setelahnya. Chen pun mendekat kearah Laura dan Managernya.


“Nona Laura. Perkenalkan saya Chen Sekretaris Nyonya Julia Kyung. Saat ini saya mohon kerjasamanya untuk mengikuti kami menyelesaikan permasalahan ini.” Laura tampak biasa saja saat Chen memintanya. Difikirannya pasti Julia hanyalah seorang istri dari pejabat biasa. Ia hanya tinggal memainkan mata kearah suaminya maka suaminya pasti akan beres seperti dulu-dulunya yang pernah ia alami.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City.


·         Future Princess.

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


__ADS_2