
“Baiklah, Rapat akan kita tunda. Untuk informasi selanjutnya akan saya beritahukan nanti” Rapat begitu saja dibubarkan dengan alasan yang tak jelas. Semua peserta rapat pun dibuat kebingungan, namun tak sedikit dari mereka yang lega.
“Ayo kita kesana” Julia bangun tergesa-gesa dan meninggalkan ruang rapat “ Tapi Presdir…” Chen bahkan tak bisa menyambung kalimatnya karna Julia yang berjalan tergesa-gesa.
Mobil pun melaju meninggalkan gedung perkantoran mewah menuju lokasi kediaman So Rae. Ketika Julia sampai, mobilnya sedikit kesulitan untuk masuk ke kawasan appartman karna banyaknya para wartawan dan polisi yang menjaga. Area Appartmen kini dijaga ketat oleh pihak keamanan. Setelah Chen turun dan meminta kepolisian untuk membuka jalan, akhirnya mobil bisa masuk dan melaju menuju parkiran.
“Chen, aku tidak ingin masuk. Cari tahu saja apa yang terjadi didalam dan lalu kembali. Dan tanyakan juga sekaligus mengenai anaknya”
“Baik Presdir.”
Julia menunggu didalam mobil bersama dua pengawalnya termasuk sang supir. Ia menunggu dengan cemas. Chen pernah berkata bahwa kedua orang tua So Rae telah meninggal saat ia kecil. Ia dulunya seorang anak panti asuhan di Busan dan mencoba mandiri ketika ia menyelesaikan sekolahnya. Dan disanalah ia memulai karir di industry hiburan.
Meninggalnya So Rae pun langsung dikonfirmasi oleh pihak Agensi selaku yang menaungi keartisan So Rae. Sementara sang Manager agak frustasi dengan kepergian So Rae. Pasalnya ia tak tahu kemana anak tunggal So
Rae akan ia titipkan. Jika ia adopsi, ia takut akan berimbas kepada keluarganya kelak. Istrinya akan curiga kepadanya jika tiba-tiba ia membawa seorang bayi kerumahnya. Hanya satu pilihannya, yakni panti asuhan.
---
3 hari pasca meninggalnya So Rae yang masih hangat-hangatnya untuk diperbincangkan. Mayatnya pun di autopsi guna memperdalami kasus. Semua artis ikut berbela sungkawa dan sebagai bentuk rasa kepedulian pihak Agensi mewajibkan setiap artis dan karyawannya untuk mengenakan pakaian hitam selama berkabungnya. Tidak hanya artis yang dibawah naungan Agensi So Rae tersebut, semua artis Korea pun ikut mengenakan pakaian serba hitam saat bepergian termasuk di Bandara.
Setelah melakukan Autopsi, pihak kepolisan langsung mengumumkannya kepada public yakni So Rae meminum pil obat tidur secara berlebihan yang membuatnya over dosis. Dibalik kematian So Rae, polisi juga tidak menemukan tulisan yang bisa dijadikan barang bukti atas meninggalnya So Rae, namun So Rae pernah menyatakan bahwa anaknya adalah darah daging mendiang Kyungsoo, CEO dari Kyung Group yang kini digantikan oleh istrinya Julia Kyung.
Flashback,
__ADS_1
“Dia anak Tuan Kyungsoo ?? Presdir financial ternama itu ??” Tanya manager So Rae membara tak percaya.
“Kami pernah tidur bersama. Aku yakin anakku adalah darah dagingnya” Jawab So Rae. Managernya tak akan mudah percaya. So Rae termasuk tipe wanita yang cukup tak tahan godaan pria. Ia bisa tidur dengan beberapa lelaki yang ia suka. Tak hanya selebritis, tapi juga para pejabat dan konglomerat lainnya. Jika dilakukan tes DNA?, entah menggunakan sampel pria mana yang akan dijadikan pembanding atas anaknya.
“Jangan membodohi pikiranmu So Rae. Pria yang kau tiduri tidak hanya beliau. Kalau kau lancang dan berani mengaku kepada istrinya kalau itu anak suaminya. Kau akan habis dan tamat” Ujar managernya dengan sedikit emosi dan khawatir.
So Rae yang mendengarnya pun terpaku duduk sambil menundukkan pandangannya, sebab ia pun tak yakin sebenarnya. “A-aku sudah menemui istrinya” pelan-pelan ia memberitahukan apa yang ia lakukan dibelakang
managernya.
“Whattttt?????.” Managernya lebih emosi 2x lipat yang membuat si empunya terhenjak.
“Kau gila???” Sambung managernya kembali.
“Ahh tamatlah kita, KITA SUDAH TAMAT” sang manager membulatkan sempurna kedua matanya dihadapan So Rae karna sankin kesalnya ia kepada So Rae.
“Hanya itu??” Tanya Manager dengan penuh selidik.
“Aku sudah tak sanggup membiayai anakku, aku ingin memberikannya kepada Nyonya Julia. Ia juga tak berminat untuk menjadi sponsorku” Ujar So Rae dengan mimik wajah memelas.
Flashback Off.
Sang Manager hanya bisa mengingat obrolannya terakhir bersama So Rae saat itu. Awalnya ia ingin mengirim anak So Rae ke panti asuhan, tapi setelah ia mengingat kalimat itu, ia pun memutuskan untuk membawa anaknya kepada Nyonya tersebut. Walaupun dalam hatinya ia tak yakin. Bagaimana mungkin anak selingkuh suaminya mau ia terima ?? Tolol namanya kalau ia.
__ADS_1
Ini sudah 3 hari pasca meninggalnya So Rae, kondisi anaknya pun terluntah-luntah. Pemakaman dan kremasinya pun dipercepat karna tidak ada keluarga yang akan melayat melihatnya. Setelah dikremasi dan dimasukan di Krematorium abu milik So Rae. Dengan menimbang dan berpikir keras hingga ia kesulitan tidur. Sang Manager membawa anak So Rae ke kediaman Julia dimalam hari.
---
Sang Manager tertahan diteras kediaman Julia karna tidak diperbolehkan masuk oleh beberapa bodyguard dan pelayan.
“Huaaa uhuuu uhuu” Semenjak So Rae meninggal, anaknya tak henti menangis sampai saat ini. “tolong, izinkan aku masuk. Ada yang harus ku sampaikan kepada beliau” Izinnya yang memohon kepada beberapa bodyguard dan pelayan.
“Maaf, Nyonya sedang istirahat. Beliau tidak bisa diganggu”
“Aku mohon, apakah kalian tidak kasihan dengannya” sambil menunjuk anak dalam pelukannya yang menangis tersedu-sedu.
“Min Ji jangan nangis nak. Paman harus membawamu kesini” Ungkap si Manager yang membuat orang-orang disana kebingungan.
“Huaaaa”
Bersambung
@yulia.fernanda__
Baca juga
__ADS_1
· Love in Seoul City.
· Future Princess.