Cerita Julia dan Korea Selatan 2

Cerita Julia dan Korea Selatan 2
Episode 29 / Tak berselera lagi.


__ADS_3

Malam ini Kyungsoo mengajak keluarga kecilnya dinner direstauran Indonesia. Ia ingin mengajak Julia dinner sambil menikmati kuliner dari kampung halamannya. “Sayang. Kau tak perlu menyewa 1 restaurant ini hanya


untuk kita berdua. Pasti pengunjung yang lain juga ingin makan.” Ujar Julia sedikit jengkel. Kyungsoo mereservasi restaurant Indonesia hanya untuk dirinya dan mereka berdua.


“Sayang, aku tidak akan membuat mereka merugi. Aku menyewanya dengan harga 3x lipat dari pendapatan biasa mereka sehari-hari”


Sifat egois Kyungsoo masih belum hilang. Dan itulah yang membuat Julia sedikit tak habis pikir, kenapa ia bisa jatuh cinta dengan makhluk Bipolar ini.


Saatnya memilih menu makanan. Julia memilih Soto Padang, Kyungsoo memilih Sate daging dan Nasi Goreng. Sedangkan Jilsoo hanya ingin omelet.


“Jilsoo hanya mau Omelet??” Tanya Kyungsoo heran.


“Ayah, Soo hanya mau omelet”


Jawab Jilsoo lembut dan itu membuat Kyungsoo ingin sekali memeluk anaknya kuat-kuat.


Omelet adalah makanan kesukaan Jilsoo dirumah. Kadang jika makan diluar, Jilsoo pasti akan memesan omelet untuk dirinya. “Sayang, Ibu pilihkan yang lain untuk Soo ya? Soo juga suka bakso kan??” Tanya Julia yang


dibalas anggukan oleh Jilsoo. Ahh dia menggemaskan sekali, pikir Julia menahan diri.


Tak lama kemudian, makanan telah diantar satu persatu dan mendarat diatas meja makan. Mereka pun mulai menikmati makanan dan minumannya dengan suka cita.


“Sayang, kenapa kita baru kesini hari ini??” Tanya Kyungsoo ditengah-tengah menikmati makanannya kepada Julia.


“Memangnya kenapa sayang??” Tanya Julia kembali.

__ADS_1


“Ternyata disini lebih enak.” Jawab Kyungsoo yang membuat Julia tersenyum. “Jika kamu suka, kita bisa kesini sesering mungkin” Ujar Julia yang langsung dibalas Kyungsoo secepat angin kilat.


“Tidak. Kita harus membawa kokinya dan memperkerjakannya dirumah kita. Kita akan bayar 2x lipat dari gajinya disini dan memfasilitasi dia mobil dan rumah untuk keluarganya di Indonesia” Julia Shock bukan main.


“Andwae. Jika kita mengambil koki restaurant ini. Pasti ownernya akan susah mencari pengganti. Lebih baik koki dirumah kita suruh belajar kesini dan beri saja mereka biaya belajar. Jangan mengambil rezeki orang dengan cara seperti itu” protes Julia tak ingin.


“Ahh tapi aku pasti akan rindu dengan masakannya. Aku akan suruh Pak Lee untuk mengurus koki dirumah itu dan menyuruhnya belajar disini. Kita akan bayar berapa pun untuk biaya belajarnya. Ya kan nak?!” Kyungsoo langsung melirik kearah Jilsoo yang telah selesai dengan makanannya. “Nak. Habiskanlah makananmu. Kasihan jika tak dihabiskan. Apa mau Appa belikan menu yang lain??” Tanyanya yang dibalas gelengan oleh Jilsoo.


“Sayang kenapa Jilsoo sering tidak menghabiskan makanannya. Padahal kan disini enak sekali” Tanya Kyungsoo sedikit khawatir.


“Sayang. Habiskan makanannya ya. Nanti makanannya nangis jika tak dihabiskan”


“Soo sudah kenyang Ibu” Jawab Jilsoo dengan ramah.


“Apa Soo mau eskrim??” Jilsoo menjawab dengan gelengan “Soo takut sakit gigi Ibu” Dan Julia pun tersenyum mendengar jawaban anaknya. “Baiklah. Jika Soo lapar lagi. Soo tinggal bilang sama paman koki dirumah ya?” Ujar


Kyungsoo dan keluarga kecilnya telah selesai makan malam dan sempat mengobrol sebentar dengan pihak restaurant. Bertegur sapa dan menanyakan dimana asal owner yang dengan sengaja mendatangi mereka. Dan mereka pun meninggalkan restaurant.


Didalam mobil, Jilsoo hanya terdiam sambil mendengar cerita seru yang samar-samar ia dengar dari kedua orang tuanya yang tak ia pahami. Samar-samar pula pandangannya sedikit kabur memandangi mobil-mobil dan


kerumunan manusia yang berjalan dari pantulan kaca mobilnya yang menjadi ganda dipenglihatannya. Ia sedikit pusing dalam pangkuan Ibunya hingga ia pelan-pelan menutup kedua matanya meringkup bersandar didada sang Ibu.


Disanalah, Julia dan Kyungsoo berfikir bahwa Jilsoo hanya terlelap tidur. Padahal ia tak berdaya menahan pusing dan pingsan.


Hingga mereka pun tiba dikediaman. Julia pun menyerahkan Jilsoo kepada pengasuhnya untuk dipindahkan ke kamar. Dan ia pun beristirahat dikamarnya bersama Kyungsoo.

__ADS_1


Tengah malam, saat semuanya terlelap tidur dengan mimpinya. Jilsoo terbangun dengan badan menggigil. Ia beringsut dari ranjangnya dan berjalan membuka pintu kamarnya menuju kamar kedua orang tuanya. Samar-samar


penglihatannya saat menuju pintu kamar Ayah dan Ibunya hingga ia mencapai pintu gagang, menggerakkan dan membuka pintu tersebut.


“I-ibu, A-ayah” Kedua orang tuanya tertidur lelap tak mendengar panggilan Jilsoo yang begitu kecil. “I-ibu” Panggilnya lirih lagi hingga Julia terbangun dan terkejut melihat Jilsoo yang telah berada ditepi kasurnya. “Ada apa nak??” Tanya Julia.


“Soo mau tidur disini. Kamarku terlalu dingin” Pintanya dan langsung menaiki ranjang tanpa menunggu persetujuan kedua orang tuanya. “Kamu kedinginan??” Tanya Julia sambil memberi ruang sedikit ditengah-tengah mereka.


Julia menyentuh punggung kulit tangan Jilsoo yang agak hangat. “Kamu demam nak?? Besok kita panggil paman dokter kerumah ya?” Jilsoo menjawab dengan gelengan dan terlelap tidur setelah itu.


---


Keesokan harinya saat ritual sarapan pagi. Jilsoo tidak lagi menggigil dan terlihat biasa-biasa saja. Julia berpikir mungkin karna ruang Ac dikamarnya dingin, makanya ia kedinginan. “Tolong kecilkan suhu kamar Jilsoo ya. Tadi malam dia kedinginan dan tidur dikamarku. Apa suhunya kalian kecilkan??” Tanya Julia kepada pengasuh Jilsoo.


“Tidak nyonya. Suhu kamar nona muda seperti biasanya. Nanti saya akan menaikkan suhu ruang kamar nona muda setelah ini Nyonya” Ujar si pengasuh.


Jilsoo sibuk mengaduk omelet dipiringnya tanpa memperdulikan keadaan sekitar. Bentuk omelet tidak lagi menggugah seleranya. Ia pun menghabiskan susunya dan menyisakan omelet setengah dari saat pertama dihidangkan.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City.

__ADS_1


·         Future Princess.


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


__ADS_2