Cerita Julia dan Korea Selatan 2

Cerita Julia dan Korea Selatan 2
Episode 21 / Menghujam Jantung.


__ADS_3

“Apakah anda di Bali Presdir ?? Tuan sudah menyusul anda”


Deg…


Isi pesan Chen membuat kedua maniknya terbelalak sempurna. Padahal keberadannya disini tidak diketahui oleh siapa pun kecuali kepala pelayan. Ia benar, pasti kepala pelayan Lee telah memberi tahu Kyungsoo atau Chen dimana keberadaannya. Tapi disisi lain ia bingung. Seorang kepala pelayan seperti Pak Lee yang ia kenal selalu memegang amanah termasuk soal rahasia. Apa mereka mngetahui dari pihak lain??


Yang jelas seluruh badannya bergetar dan detak jantungnya berirama lebih cepat. Keinginannya untuk melepas stress ternyata dibuyarkan dengan kedatangan Kyungsoo tiba-tiba. Apakah ia harus kabur lagi dan memesan tiket ke tempat lain?


Padahal ia benar-benar ingin relax dan sendiri. Tapi tak pernah ada waktu yang tepat ia rasakan. rasa dongkol dan frustasi pun menyeruak.


“Ada apa nyonya??” Ina merasa bingung dengan langkah Julia yang tiba-tiba berhenti saat melihat isi pesan diponselnya. Terlebih lagi, Julia menunjukan raut wajah yang langsung berubah drastis dari sebelumnya.


Sumber suara dari Ina yang Julia dengar langsung ia jawab dengan merubah sedikit mimic wajahnya yang panik “Ah tidak apa-apa Ina.”


Ina termasuk wanita yang agak peka. Tidak apa-apa yang disebut oleh seorang wanita berarti ada sesuatu yang terjadi. Karna dia juga seperti itu.


Rasanya Julia ingin membalas pesan dari Chen tersebut, namun ia bingung. Tak lama ia membalasnya “Sejak kapan ia berangkat?” Balas Julia kepada Chen.


Pip, nada bunyi pesan masuk. Tandanya Chen telah membalas pesan Julia “Tadi malam presdir” Demi apa pun Julia langsung lemah saat melihat balasan pesan dari Chen. Jika tadi malam lelaki itu berangkat, maka pasti saat ini ia telah sampai. Keinginannya untuk kabur pun semakin meningkat.


Apakah ia harus kabur lagi atau menyiapkan hatinya dalam-dalam untuk bertemu pria itu ?? Jika seandainya ia wanita yang kuat, maka mungkin ia bisa lakukan. Namun ia hampir sedikit rapuh dan tak berdaya.


“Ada apa nyonya??” Ina lagi-lagi bertanya, karna Julia semakin tak terkondisikan mimik wajahnya saat menerima balasan pesan masuk yang ia dengar.

__ADS_1


“I-ina!” Julia melirik pelan-pelan kearah Ina yang berada disampingnya dengan expresi tegang. Tentu saja membuat Ina kebingungan dan kaget.


“Ya ada apa nyonya. Ada yang bisa saya bantu??” Tanya Ina khawatir.


Anak yang berusia mungkin 20tahuanan ini pun ikut terseret rasa frustasi melihat majikannya yang sedikit berbeda. Julia tak dapat melanjutkan kalimatnya. Ingin mengutarakan tapi tercekat.


“Ayo kita kembali ke Hotel” Titah Julia tiba-tiba yang tentu saja membuat Ina terhenjak kaget “Loh kenapa tiba-tiba nyonya??” Ina kelimpungan memutar balik arah mengikuti langkah kaki Julia.


Setibanya Julia di Hotel. Yang Julia lakukan hanyalah mondar-mandir didalam kamar seperti setrikaan. Ia bingung harus melakukan apa?? Ia ingin lari tapi tak ingin. Ingin kembali tapi enggan, begitu lah perasaannya yang amat kacau. Sedangkan Ina masih sibuk dengan Jilsoo diruang sebelah. Ia mengajaknya bermain bersama dengan beberapa mainan yang dibelikan Julia dipasar tradisional Bali.


Saat sore hari, Julia masih meracau didalam fikirannya dengan seribu pertanyaan dan dialog yang tiada hentinya. Hingga sebuah pesan masuk mengalihkan perhatiannya.


Pip. Pesan yang masuk dari nomor yang tidak ia kenal bahkan ia simpan. Julia ragu untuk membukanya. Bisa saja itu dari Kyungsoo, namun jika dilihat kode area negaranya, nomor tersebut adalah kode area dari Indonesia, namun ia berfikir kembali. Tentu saja seorang Kyungsoo bisa membeli kartu khusus selama disini. Semua orang tentu melakukannya juga, fikirnya.


Rumah Bambu Pangalon jam 7 malam” Julia hampir bergetar hebat saat membaca pesan singkat tersebut. Ia sudah tahu itu dari siapa dan tak perlu lagi ia menerka-nerka.


---


Rumah Bambu Pangalon adalah tempat wisata Bali yang banyak digemari dan memiliki daya tarik tersendiri. Tempat ini sangat cocok bagi Instagramable, dikelilingi pemandangan alam pantai dengan jejeran kursi yang telah disediakan oleh pihak pengelola.


Julia memberanikan diri melangkah menuju tempat itu. Setelah berganti pakaian serta menguatkan hatinya. Julia akhirnya pergi menemui Kyungsoo. Benar, masalah tidak akan selesai hanya dengan kabur atau melarikan diri. Ia butuh kepastian dan alasan yang masuk akal. Banyak ribuan pertanyaan yang akan ia tanyakan dihadapan pria tersebut.


Julia berjalan mendekati sebuah Jembatan. Sangat indah dikelilingi lampu yang menerangi area tersebut. Suara gelombang laut jelas sangat terdengar karna posisi jembatan yang sangat dekat dengan rumah bambu dan

__ADS_1


pantai. Tap tap tap, pelan tapi pasti. Bayangan punggung  seorang pria dengan jas santai mulai terlihat dipelupuk mata. Pria tersebut bertumpu satu tangan memegangi pegangan jembatan sambil menyilangkan kaki sedikit.


Jalan setapaknya terhenti setelah ia makin dekat dengan seseorang yang ia kenal. Ragu, dan sedikit goyah. Dinding pertahanan jangan sampai roboh. Tetap tenang dan menjaga situasi. Sedikit demi sedikit pernapasan sedikit naik dan detak jantung pun semakin berirama kuat hingga mereka hanya berjarak beberapa langkah. Julia memperhatikan punggung itu dalam-dalam dengan mata mulai berkaca-kaca, tahanlah Julia.


“A-aku sudah tiba” Mendengar suara gemetar dari Julia, si empunya langsung membalikkan badan. Detak Jantung Julia lebih kuat dari sebelumnya. Nafasnya mulai tersengal-sengal menahan sesak.


“Julia shi” Panggil Kyungsoo lembut.


“Katakan saja apa yang ingin kau katakan” Suara bercampur serak itu langsung saja menusuk tepat di jantungnya.


"Ini adalah aku, percayalah ???" Julia percaya bahwa setelah kematian akan ada pembangkitan. Tapi apa benar yang berdiri dihadapannya ini adalah dia setelah dia meninggal?? dulu aku membencinya, tapi aku membenci diriku sendiri yang tak sadar kembali melupakan fakta yang terjadi saat itu. Lalu bagaimana saat ini?? Entahlah !!! Saat aku mendengar bisikan hangatnya yang seperti mimpi, sekali lagi aku melupakan hal itu.


Namun demi apapun. Ia sungguh rindu dengan suara itu. Ia sungguh rindu dengan sosok itu. Rindu yang menghujam Jantungnya.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City.


·         Future Princess.

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


__ADS_2