Cerita Julia dan Korea Selatan 2

Cerita Julia dan Korea Selatan 2
Episode 2 / Brengsek !.


__ADS_3

Dengan senyum kecil, menengadakan pandangan kearah langit. Membiarkan pikirannya hening sejenak menikmati kesendirian setelah satu tahun ditinggal Kyungsoo. Meskipun banyak lalu lalang orang disekitar itu. Ada seseorang dengan langkah santai melewatinya dari belakang. Tentu saja mereka tidak saling tahu. Andai saja Julia tidak duduk dibangku itu, dan mereka saling bertatap dalam kebisuan, mungkin ada perasaan lubuk terdalam yang pernah hilang, lalu kembali lagi menyeruak ke hati. Andai saja!.


Setelah puas menikmati kenikmatan dalam kesendirian disebuah taman hingga malam, Julia kembali ke hotel untuk mengistirahatkan tubuhnya. Setelah sampai dihotel ia membersihkan seluruh tubuhnya dan keluar kamar mandi menggunakan handuk kimono dan rambut yang telah terbungkus oleh handuk kecil untuk mengeringkan sisa air dirambutnya.


Tok tok “Presdir, Mr Jakson telah menunggu anda diruang tamu” Ungkap Chen yang berada diluar kamar.


“Mr Jakson ?? Kenapa dia datang disaat kayak gini?? Ini kan sudah malam!”


“Saya sudah menyampaikan bahwa anda harus istirahat, namun beliau mengatakan bahwa ada hal penting yang akan dia sampaikan” Sambung Chen setelah menjawab pertanyaan Julia.


“Ahh baiklah. Suruh ia menunggu sebentar”


“Baik Presdir” Ujar Chen sambil meninggalkan kamar Julia. Dan Julia pun berlanjut mengganti pakaian dan mengeringkan segera rambutnya.


---


Mereka telah bertatap temu namun bukan diruang tamu dikamar Julia, melainkan di restoran.


“Mr Jakson ada apa gerangan anda menemui saya dan tidak memberi tahukan terlebih dahulu jika anda akan datang!?”


“Saya telah memikirkan penawaran kerjasama dari Nona Julia”


“Lalu??” Tanya Julia sedikit bingung.

__ADS_1


“ Saya akan setuju dengan penawaran anda tapi dengan satu syarat”


“Syarat?? Apa itu. Jika masuk akal maka saya akan terima, jika tidak mungkin saya akan cari klien lain untuk proyek ini” Jawab Julia sedikit tegas.


“Persyaratan ini akan menguntungkan dua belah pihak Nona Julia, terutama kita”


Difikiran Julia mungkin fee yang didapat jika kerjasama berlanjut, namun berbeda fikiran dengan Mr Jakson. Julia meminum Cola yang ada dihadapannya.


“Saya mengajukan persyaratan yakni dengan anda menjadi istri saya…”


Byuuurrrrrr……… Semburan air keluar begitu saja dari mulut Julia.


Uhukkk uhukkk uhukkk…


Julia terbatuk dan kelabakan. Mr Jakson segera ambil tindakan dengan menawarkan tisu ditangannya.


(pria sinting) Pikir Julia saat itu sambil melihat reaksi Mr Jakson dihadapannya. Pria yang baru saja menawarkan tisu itu dengan ringan Julia terima tisu tersebut dan membersihkan mulutnya.


“Uhukkkk”


Setelah dirasa batuknya mulai mereda, Julia mulai mengatakan maksut pendapatnya “Apa sudah anda fikirkan tuan Jakson tindakan anda ini???”


“Saya ingin mendengar jawaban Nona Julia mengenai tawaran saya. Tidak perlu lama. 3 tahun cukup. Jika kurang kita bisa pikirkan lagi jangka waktunya”

__ADS_1


(Pria sinting-sinting) Julia semakin akan muntah rasanya mendengar penjelasan Mr Jakson. “Pria sinting-sinting” Ungkap Julia dengan logat bahasa Indonesia.


Mr Jakson mengernyitkan dahinya karna tidak mengerti “Apa artinya Nona??” Tanyanya kepada Julia.


“Hehe itu adalah sebuah pujian tuan Jakson” Padahal jelas-jelas itu adalah umpatan. Dan untung saja pria itu tidak paham. “Apa maksudnya anda terkesima dengan persyaratan saya??”


Uwekkkk, rasanya Julia ingin sekali memuntahkan semua isi daging dalam perutnya yang belum lama ia makan. Namun Julia mencoba berpikir positif agar pikiran normalnya tidak terkontaminasi dengan kejiwaannya yang mulai gila.


“Saya sungguh sangat terkesima dengan penawaran tuan Jakson dengan menjadikan saya istri KONTRAK sebagai jaminan kerjasama ini, namun dengan berat hati saya menolaknya. Sepertinya mungkin kita belum berjodoh tuan dalam kerjasama ini” Julia bangun dan menggeser kursinya sedikit ke belakang “Terima kasih atas jamuan makan malamnya tuan Jakson. Dengan ini berarti kerjasama kita gagal. Selamat malam” Julia meninggalkan Jakson.


Jakson terdiam serasa menerima penghinaan. Dimana semua wanita yang biasa tergila-gila dengannya dan baru kali ini pula ia ditolak dan ditinggal begitu saja. Kedua tangan yang berada diatas meja itu pun terkepal sempurna jadinya karna penghinaan itu. Ia pun ikut bangkit setelahnya dan mengejar Julia yang berada diluar restoran. Dengan cepat Jakson mengejar Julia dan secepat kilat ia meraih tangan Julia hingga si empunya berbalik dengan spontan dan mengerang kesakitan.


“Ahh”


“Baru kali ini saya mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari anda Julia” Jakson tidak lagi sopan memanggil Julia yang biasanya memakai nama Nona didepannya “Saya kira saya sudah sopan saat saya menolak anda tuan Jakson” Ungkap Julia marah. Pria jangkung, berbodi, dan tampan ini bukanlah selera Julia. Oh Tuhan ini sudah ke berapa kalinya ia selalu digoda oleh petinggi-petinggi perusahaan seperti CEO dan presdir baik tua maupun muda


sekalipun.


Ekspresi Julia menolak ini pun terasa menggemaskan bagi Jakson. Hingga ia spontan meraih leher Julia, menarik da n menciumnya dengan sekali gerakan penuh nafsu.


“Umm” Kedua matanya membulat sempurna saat Jakson menciumnya. Dengan sekuat tenaga ia mendorong dan melepaskan ciuman dari Jakson hingga ciumannya terlepas.


“Brengsek” Dengan slogan bahasa Indonesia.

__ADS_1


Bersambung


@yulia.fernanda__


__ADS_2