Cerita Julia dan Korea Selatan 2

Cerita Julia dan Korea Selatan 2
Episode 32 / Ga Eun dan Jilsoo.


__ADS_3

Jilsoo duduk terdiam diruang tamu sambil ditunggui beberapa pelayan dan 1 pengasuhnya yang berjaga dibelakangnya. Entah apa yang anak kecil itu pikirkan. Sang pengasuh menatapnya nanar dengan cemas. Ia harus


mengatakan kepada majikannya untuk memeriksa kondisi Jilsoo yang semakin lama semakin kurus dan tidak nafsu makan. Setiap malam ia selalu merasa kedinginan, padahal Ac telah dimatikan.


Wajahnya semakin tirus, tidak menggemaskan seperti dulu lagi.


Jilsoo duduk sambil memegangi remot TV yang dari 1 jam setelahnya tidak ia tekan untuk menghidupkannya. Ia menatap layar TV besar itu seakan-akan ia menonton sesuatu dilayarnya. Padahal layar itu mati.


“Apakah nona tidak ingin nonton TV??”


“Apakah nona mau dibuatkan omelet lagi?? Nanti biar bibi bilang untuk tambahin keju dan daging domba yang banyak. Pasti tambah enak” Ujar si Pengasuh yang mencoba menghentikan kebisuan. Para pelayan yang berkumpul melihat satu sama lain keanehan yang dialami Jilsoo.


Sang koki andalan datang tiba-tiba dari arah dapur sambil membawa nampan berisi pudding cokelat dan meletakannya dimeja tepat dihadapan Jilsoo.


“Nona muda. Ini pudding manis kesukaan nona muda. Sambil nonton TV, jangan lupa untuk makan ini”


Jilsoo menatap kosong makanan yang baru saja terpampang jelas dimatanya. Begitu menggiurkan jika dilihat dari bentuk.


“Ahjussi. Rasa omeletmu semakin lama semakin hambar?? Apakah Ahjussi sekarang sudah mulai pikun ?” Tanya Jilsoo sambil memandangi si Koki. Ini bukan pertanyaan sepertinya. Tapi jawaban dari si Koki yang menawarkan dessert untuk Jilsoo tadi.


Si Koki mulai bingung. Apakah benar ia mulai pikun ? Tapi rasanya tidak. Karna setiap makanan yang ia buat. Sudah ada pelayan yang akan mengetesnya terlebih dahulu agar makanan aman dari rasa dan kesehatannya.


“Ahh maafkan saya nona muda. Lain kali saya akan lebih berhati-hati lagi. Sepertinya saya sekarang sudah mulai pikun. Ah mungkin karna usia saya yang sudah tua” si Koki hanya tersenyum. Anggap saja ia salah walaupun sebenarnya tidak.


Jilsoo masih menatap kosong pudding tersebut. Rasanya ia tak bergitu tertarik.


“Sureprise”


Suara yang tidak asing mengejutkan seisi kediaman dan membuat siempunya langsung menoleh kearah sumber suara.

__ADS_1


“Oemma” balas Jilsoo saat ia melihat Julia berjalan riang ke arahnya.


Julia segera mendekati anaknya semakin dekat hingga ia mengangkat dan menggendongnya dalam dekapannya. Jilsoo tersenyum kemudian.


Senyum Jilsoo membuat dahi Julia berkerut. Pikirnya Jilsoo sangat ringan dan agak tirus.


“Bukankah Oemma pulang sore ini ?? Kenapa lebih cepat??”


Suara Jilsoo membangunkan lamunannya sesaat “Ahh pekerjaannya selesai lebih cepat dan Oemma memutuskan untuk lebih cepat pulang”


“Lalu Appa dimana ?? Oemma tidak pulang bareng Appa??”


“Sesampainya disini Appa langsung ke Kantor karna masih ada pekerjaan”


Julia sekali lagi menatap raut wajah Jilsoo lekat-lekat. Ada yang tidak beres dengan anaknya.


“Apa Jilsoo makan dengan baik?” Julia memanggil sebagian pelayan yang bekerja untuk anaknya diruang baca pribadi Kyungsoo termasuk kepala pelayan tanpa Jilsoo bersamanya.


“Akhir-akhir ini nona muda mengaku tidak selera makan Nyonya. Semua makanan yang disediakan selalu bersisa lebih banyak. Kami bingung membuat makanan apalagi karna selalu terbuang sia-sia nyonya”


Julia terdiam sambil mencerna jawaban dari kepala pelayan yang terbilang sudah menua tersebut.


Tok tok tok..


Suara pintu menghentikan pembicaraan mereka dan seketika pintu itu pun terbuka dan menampilkan sosok Jilsoo dari balik pintu.


“Oemma. Ayo kita ke tempat Oenni Ga Eun”


“Ga Eun ???” Tanya Julia bingung.

__ADS_1


“Itu nyonya. Ia adalah anak yang kita temui di Yayasan Kanker waktu itu” Ujar si pengasuh yang berada dibelakang Jilsoo.


Julia kembali menatap Jilsoo lekat-lekat dari jarak jauh dan kemudian langsung menghembuskan nafas gusar.


“Baiklah. Oemma siap-siap dulu ya.” Julia bergerak bangun dan berjalan keluar.


“Sampaikan kepada kepala Yayasan saya berkunjung kesana” Ujarnya kemudian seraya dibalas para pelayan dengan menunduk hormat mempersilahkan Julia berjalan meninggalkan mereka disana.


“Baik Nyonya”.


Sebuah mobil sedan berjalan sedang memasuki Yayasan. Kepala Yayasan beserta pegawai lainnya sedang menanti dipintu masuk menunggu seseorang yang akan datang bertamu mengunjungi tempatnya. Ketika dari jarak


agak jauh terlihatlah sebuah mobil sedan yang semakin lama semakin mendekat kearah mereka hingga mobil tersebut berhenti dan Julia pun keluar dari pintu belakang bersama pengasuh dan Jilsoo.


Kedatangan tamu penting ini pun disambut baik oleh pihak Yayasan.


“Ibu tidak perlu menyambut saya berlebihan seperti ini sampai staff yang lainnya berkumpul disini semua. Biarkan mereka bekerja saja” Ujar Julia tak enak.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City.


·         The Future Princess.


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


__ADS_2