Cerita Julia dan Korea Selatan 2

Cerita Julia dan Korea Selatan 2
Episode 19 / Pelarian.


__ADS_3

Sehari Setelah ia bertemu kembali dengn sosok Kyungsoo, Julia menutup dirinya dengan bersembunyi. Ia tidak ingin melakukan apapun termasuk urusan pekerjaan. Ia menitip pesan tiba-tiba kepada Chen untuk mengambil alih pekerjaannya untuk sementara, dan jangan menghubunginya jika tidak terlalu penting. Apakah yang hendak dilakukan oleh Julia ??


Pesawat komersil terbang ke langit-langit yang mulai akan redup dari senja. Sebentar lagi pesawat itu akan tiba ditempat tujuan.


“Para penumpang sekalian, 15 menit lagi, pesawat akan lepas landas di Bandara International Ngurah Rai Bali. Mohon untuk tetap sedia ditempat duduk anda dan tetap gunakan sabuk pengaman.”


Begitulah suara laporan dari seorang Pilot yang dapat didengar para penumpangnya didalam pesawat termasuk Julia dan Jilsoo.


“Oemma” Gumam Jilsoo memanggil Julia yang berada dalam pangkuannya.


“Ia sayang. Sebentar lagi kita mau sampai”


Julia pergi diam-diam ke Indonesia tepatnya ke pulau dewata Bali untuk menenangkan jiwanya. Mungkin ini bisa disebut pelarian mungkin. Tidak ada yang mengetahui keberadaannnya kecuali kepala pelayan rumah tangganya dan ia telah diwaspadai untuk tidak memberi tahu keberadaannya selama ia pergi.


Setelah ia sampai. Julia segera menuju hotel untuk beristirahat karna waktu tibanya di Bali tepat dimalam hari. Jilsoo terlelap dalam kain gendongannya. Julia terpaksa menggendongnya seperti kantong kangguru agar ia bisa segera tidur mengingat saat ini sudah menunjukkan pukul 21.00 malam.


Setibanya di hotel. Julia melepaskan Jilsoo pelan-pelan agar ia tidak terbangun dan menidurkannya diatas ranjang. Baru kali ini pula ia turun tangan menidurkan anak tersebut dan harus tidak seberisik mungkin agar anak itu tetap terlelap.


Selanjutnya ia mulai memikirkan makan malamnya. Karna ia tidak menyentuh makanan didalam pesawat sedikit pun. Baru sekarang ia merasakan kelaparan. ia ingat, bahwa di Indonesia ada aplikasi pesan makanan. Ia segera mendownloadnya dan memilih menu makanan yang bisa mengenyangkan perutnya.


Setelah makanan sampai. Ia malah menyantapnya hanya dengan dua sendok. Dikarenakan air mata yang berurai. Hingga makanan pun tak dapat lagi masuk ke tenggorokannya dan tercekat oleh isak tangisnya.


“Hiks”


Ia tahan tangisannya agar anaknya tak terjaga karna suaranya. Ia pun berjalan menuju arah balkon, membuka dan menutup pintu balkon tersebut.

__ADS_1


Ia duduk bersandar dan menjatuhkan dirinya ke lantai. Disitulah ia membiarkan tangisannya menemaninya malam ini. Asal tak mengeluarkan suara. Ia bisa mengeluarkan air mata sebanyak apa pun yang ia mau asal besok paginya ia tenang.


Pukul 04.30 waktu Bali.


“Hhuhuuuuuuu” Suara tangis Jilsoo mengawali pagi subuh itu. Julia yang masih setia bermenung dibalkon dengan sisa-sisa air matanya terhenjak kaget saat mendengar suara tangis anaknya. Rupanya ia bergadang semalaman. Ia segera berlarian menuju kamar agar Jilsoo tak sembarang menggerakkan badan, takut ia salah berjalan dan jatuh nantinya dari atas ranjang.


“Jilsoo ya” Panggil lembut Julia segera dan menggendongnya.


“Ssttttt. Oemma disini” Gumam Julia.


Julia memukul jidatnya karna lupa menyediakan susu untuk Jilsoo. Harusnya ia membeli susu untuk Jilsoo selama dihotel, namun pikirannya entah kemana hingga ia lupa membelinya. Subuh hari seperti ini pasti pertokoan masih tutup. Meski pun ada yang buka 24 jam tapi ia takut untuk keluar.


“Tahan dulu ya nak. Kita tunggu agak pagi baru kita belanja ya?”


Akhirnya pagi menjelang. Satu lagi yang terlupakan oleh Julia, yakni perlengkapan mandinya. Mau tak mau ia terpaksa memandikan Jilsoo dengan sabun mandi yang disediakan pihak hotel. Berarti bukan hanya susu yang harus ia sediakan, tapi perlengkapan mandi.


Semuanya telah siap. Julia dan Jilsoo siap untuk memulai perjalanan. Jilsoo telah tenang didalam strollernya. Waktunya pergi menuju mall dan belanja keperluan.


Setibanya di Mall. Julia mendorong stroller Jilsoo menuju supermarket. Karna hotel yang ia sewa memiliki fitur lengkap termasuk dapur. Ia pun membeli bahan masakan dan baju tambahan untuk dirinya dan Jilsoo.


“Oke. It’s time to happy and lonely with my daughter”


---


Rumah kediaman Julia dibuat gempar. 1 penghuni yang ada, tak dapat berkata-kata dan diantara mereka ada yang hampir jatuh pingsan karna terkejut. Sayangnya kedatangannya ini tak disambut oleh si pemilik rumah yang sekarang telah pergi menyendiri bersama anaknya.

__ADS_1


Kyungsoo tiba-tiba datang kekediamannya bersama Leo, Chen, Hye Ra dan Kei. Kedatangan Kyungsoo membuat semuanya tak percaya dan sulit untuk bisa sadar saat melihat Kyungsoo dengan bentuk yang masih utuh


bahkan sehat. Kyungsoo pun menceritakan secara singkat kepada para pelayan dan ketiga Sekretaris Julia.


“T-tuan. Apakah ini benar tuan Kyungsoo??” Tanya Pak Lee tak percaya. Kedua matanya intens memperhatikan raut wajah Kyungsoo yang tidak berubah dan masih tetap tampan seperti dulu.


“Benar Pak Lee. Ini aku” Jawab Kyungsoo.


Pertemuan itu pun menjadi penuh haru atas kembalinya Kyungsoo ke tengah-tengah keluarga ini.


Halo readersku. Gimana menurut kalian novel ini??? Terima kasih atas dorongan kalian dan kecintaan kalian terhadap novel thor. Terima kasih juga vote dari kalian untuk Thor. Thor nggak berharap menang. Yang penting kalian selalu setia baca dan bantu promoin aja itu udah cukup buat thor. Buat para readers yang selalu menunggu up dari thor. Sebenarnya thor nggak bisa setiap hari untuk mengirimkan up cerita apalagi up crazy huhuuuhu. Karna novel yang harus thor selasaikan ada 3 dan 1 akan terbit segera. Semuanya masih tahap on going. Dan thor hanya bekerja sendiri tidak ada yang membantu. Belum lagi memikirkan jalan ceritanya agar tidak membosankan para readers sekalian. Thor akan tetap mengusahakan yang terbaik untuk kalian. Terima kasih. Saranghae.


 


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City.


·         Future Princess.


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


__ADS_2