Cheating Queen Ricle

Cheating Queen Ricle
episode 1


__ADS_3

KRINGG!!


bel sekolah berbunyi menandakan waktu pulang sudah tiba, ricle yang sedang berjalan ke luar pagar sekolah dan menunggu temannya di depan pagar sekolah


"ck...anak itu sangat lamban" kesal ricle yang sedang menunggu temannya belum juga datang.


sambil menunggu temannya, ricle mengambil ponselnya dan memainkan sebuah game, game yang sedang tren saat itu, yaitu 'menjadi penasehat putra mahkota' ya, seperti namanya kita sebagai pemain akan menjadi penasehat putra mahkota dan harus membuat putra mahkota menaiki tahta dan menjadi raja, tugas kita sebagai penasehat harus membuat rencana agar putra mahkota bisa menjadi raja.


Saat ricle sedang asik dengan ponselnya tiba tiba ricle merasakan tangan menyentuh pundaknya..


"AAA!! BIANCA!! KAU MENGAGETKANKU!!" teriaknya saat menoleh pada temannya itu.


"hehehe...maaf lagi pula kau sangat fokus dengan ponsel mu.." ia terkekeh sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"ayo tunggu apa lagi kita harus cepat ke halte bus jika tidak akan ketinggalan bus" ucap Bianca, ia menarik tangan ricle menuju halte bus.


ricle dan Bianca pun berlari menuju halte bus, tapi sayangnya mereka tetap ketinggalan bus.


"yah.. kita tetap ketinggalan bus.." ucap Bianca kecewa..


"sudahlah masih ada bus yang lain.. Lebih baik kita tunggu saja" ucap ricle sembari duduk di halte bus dan menarik baju Bianca agar ikut duduk juga.


Bianca pun ikut duduk di samping ricle, ia melihat sekeliling apa ada bus yang akan tiba di halte mereka?


Sementara ricle dia sedang fokus dengan ponsel nya sendiri, Bianca yang melihat itu mengintip sedikit memangnya apa yang sedang di mainkan temannya itu sampai sangat fokus.


"ahh.. kau sedang bermain 'menjadi penasehat putra mahkota' aku memainkan itu sudah Sampai level s dan itu sangat susah..aku sampai kesel sendiri dan menghapus gamenya" ucap Bianca saat mengintip apa yang sedang di mainkan oleh ricle.


Mendengar itu ricle menoleh ke arah Bianca dengan wajah yang bingung..


"kau? seorang penggila game Sampai menyerah dengan game ini?" tanya ricle tidak percaya karena Bianca adalah penggila game dia bahkan rela begadang Sampai 4 hari hanya untuk menamatkan game yang ia sukai.


"yang membuat susah itu adalah saat kita ada di level s kita harus gacha dan mendapatkan item yang di sebut dengan 'darah naga hitam' itu untuk membuat putra mahkota menjadi orang yang sakti dan kuat, tapi untuk mendapatkan benda itu sangat susah aku bahkan sudah menghabiskan tabunganku selama 1 tahun untuk gacha dan tidak dapat item itu... sialan" cerita Bianca panjang lebar dengan wajah yang kesal..


"pft.. Itu sebabnya kau tidak sering jajan di sekolah ya.. Kasihan sekali teman ku ini" ricle terkekeh mendengar cerita teman dekatnya itu dan menepuk pundak nya mencoba untuk menenangkan ya.


saat mereka sedang asik membicarakan tentang game, bus yang mereka tunggu pun tiba di halte bus dan mereka segera naik ke bus itu dan pulang menuju rumah masing masing.


sesampainya di rumah ricle menerima notifikasi dari game kesukaannya dimana game itu mengadakan even.


"wah..apa apaan ini! Apa admin game ini gila! Dia memberikan hadiah sebesar ini!! aku harus mendapatkannya bagaimana pun caranya!" teriak ricle di kamarnya antusias saat ia melihat notifikasi itu.


Yang di maksud oleh ricle adalah hadiah even yaitu 'kecurangan' ya kau tidak salah baca admin game itu memperbolehkan pemainnya bermain curang jika pemain itu memenangkan even tersebut.


Beda dengan kecurangan yang ilegal, kecurangan yang satu ini bisa dibilang kecurangan yang resmi dan di dukung oleh admin itu sendiri.


"cara mendapatkan hadiahnya harus gacha...ya..aku memiliki beberapa berlian untuk gacha..baiklah ayo kita gacha Samapi dapat!!" gumam ricle penuh semangat, ia terus menekan tombol gacha di ponselnya dan masih tak kunjung mendapatkan hadiah yang dia mau.


"ricle!!.. Tolong belikan ibu kecap di supermarket depan!!" teriak seorang wanita dari bawah yang membuat ricle menghentikan jarinya yang terus menekan tombol gacha.


"baik Bu.." jawab ricle.


Ia kemudian mengambil jaket dan ponselnya lalu berjalan keluar untuk membeli kecap, saat ingin pulang setelah selesai membeli kecap,ricle masih saja fokus dengan ponselnya, jarinya masih menekan tombol gacha, ia sangat fokus sampai tidak sadar ia sedang berhenti di tengah jalan.


TINN TINN!!


Suara kelakson mobil terdengar sangat keras memperingatkan ricle untuk menghindar, tapi sudah terlambat mobil itu menghantam tubuh ricle dengan keras, darah mengalir dimana mana, tubuh ricle sangat sakit bahkan saking sakitnya ia tidak bisa merasakan kaki dan tangannya sebelum ia menutup matanya ricle melihat ponselnya yang masih menampilkan gacha...


Tring..Ting Ting....

__ADS_1


ponselnya menunjukkan bahwa ricle memenangkan hadiahnya dan mendapatkan 'kecurangan'..


"aku...menang" gumam ricle lalu ia menutup matanya dan tidak bisa lagi mendengar keributan yang ada di luar.


.


.


.


.


"AAA!!..." teriak ricle, dia langsung bangun dengan keringat dingin yang mengalir di wajahnya dan nafas yang cepa ,detak jantungnya berdetak sangat kencang..


Setelah mendapatkan kembali kesadarannya ricle meraba semua badannya untuk memastikan apakah badannya ada luka... Tapi ricle sama sekali tidak menemukan luka sedikitpun..


"aneh... Aku...dimana?" batinnya saat sadar bahwa kamar yang ia tepati bukanlah kamarnya dan juga bukan rumah sakit.


"tidak..itu tidak mungkin mimpi aku...aku masih ingat dengan rasa sakit yang luar biasa itu.." pikirnya, ricle masih berpikir sekarang dia ada dimana.. Dan kenapa lukanya bisa sembuh..


Saat sedang sibuk dengan pikiran itu ricle di kagetkan dengan jendela sistem yang tiba tiba ada di depan matanya...jendela sistem itu menampilkan apa yang terakhir kali ricle lihat di ponselnya...Ya hadiah even nya yaitu 'kecurangan'.


"tunggu...apa ini? A-apa aku..memasuki game 'menjadi penasehat putra mahkota'!!..sialan" teriaknya kaget ia tidak pernah menyangka bahwa hal ini bisa terjadi di hidupnya sendiri.


"tunggu...apakah aku bisa kembali jika sudah membuat putra mahkota menjadi raja? Ya...harusnya bisa..apalagi aku memiliki keuntungan di sini" gumam ricle sambil melihat jendela sistem itu dengan senyuman kejam miliknya.


"tenang saja putra mahkota yang bodoh..aku akan membuat kau yang tidak memiliki otak itu menjadi kaisar yang paling di hormati di kekaisaran ini" gumam ricle.


Tidak bisa di pungkiri putra mahkota di game itu bodoh, ia tidak bisa memikirkan akibat dari perilaku yang dia lakukan, semena mena dan sangat angkuh, bisa dibilang dia tidak pantas menjadi putra mahkota apalagi raja..tapi disitulah Tantangannya dimana penasehat harus mengatur dan membuat rencana agar putra mahkota yang di kenal bodoh bisa naik tahta dan menjadi raja.


ricle kemudian menekan tombol top up di jendela sistem itu dan dengan singkat berliannya yang habis karena gacha menjadi sangat banyak.


'buku penjaga rahasia' adalah buku yang di mana jika seorang pemain menulis sesuatu di buku itu maka tulisan itu akan hilang dan tidak bisa dibaca oleh siapapun kecuali pemain.


'kantong pengecil ruang' berfungsi untuk menyimpan apa saja di dalam kantong, walaupun kantong itu berukuran kecil tapi bisa membawa mobil dan berat kantong itu akan tetap sama.


Ricle lalu mengambil pena yang ada di samping tempat tidur dan menulis rencananya di buku itu.


"jika ini adalah level terakhir yang ku mainkan sebelum masuk di game itu artinya aku ada di level A tingkat ke 3... Satu tingkat lagi aku akan masuk ke level S... Itu artinya yang harus ku kalahkan sebelum masuk ke level S adalah pangeran ke 2...aku sudah beberapa kali mati di tangannya...ini akan sulit tapi...tidak apa aku bisa curang di sini" batinnya.


Saat sedang sibuk menuliskan rencana tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamar.


"permisi nona penasehat...putra mahkota ingin bertemu dengan anda" ujar seorang wanita dari luar kamar.


"baiklah aku akan segera kesana" jawab ricle, dia bergegas memasukkan buku yang ada di tangannya ke dalam kantong dan menyembunyikannya di bawah bantal.


Ricle kemudian turun dari atas kasurnya dan bergegas segera ke ruangan putra mahkota,singkat cerita ricle sudah Sampai di depan ruangan putra mahkota dan mengetuk pintunya.


"masuk.." terdengar suara yang lumayan berat dari dalam.


Mendengar jawaban itu ricle membuka pintu perlahan dan terlihat seorang pria tinggi yang sedang berdiri di depan jendela dengan ekspresi menahan amarah, mata pria itu merah menyala dengan rambut berwarna putih bersih, rambut indah saat di terpa angin digabungkan dengan mata merah menyala yang menyeramkan dia terlihat indah dan menakutkan di waktu bersamaan.


Mata merah itu menatap ricle tajam,dia berjalan ke arah ricle dan menarik tangan ricle untuk masuk ke ruangan miliknya dan tangan satunya segera menutup pintu yang ada di belakang ricle.


"kau harus menolongku!! Pangeran ke 2 itu mencoba untuk merebut posisi raja dariku!! Bahakan beberapa bangsawan hebat sudah ada di pihaknya!!" teriaknya dengan penuh kemarahan, kedua tangannya mencengkram pundak ricle kuat karena hal itu ricle merasakan sakit di kedua pundaknya.


"tenanglah yang mulia... Saya akan membantu anda jadi tenanglah" ucap ricle sambil menahan sakit yang ada di pundaknya.


Ricle dengan lembut menjauhkan tangan putra mahkota perlahan dari pundaknya.

__ADS_1


"Arthur sialan... Pundak ku rasanya baru saja di timpa barbel dengan berat 10 kilogram" batin ricle kesal.


Ya nama putra mahkota adalah Arthur lurenzek, dia adalah putra pertama ratu dan raja,karena saat itu dia adalah putra pertama raja, raja sangat memanjakannya hal itu membuat Arthur menjadi orang yang sombong dan juga boros.


"aku tidak akan tenang sebelum kau menyingkirkan Ethan sialan itu! Aku tidak mau tahu kau harus segera menyingkirkannya!!" ucapnya dengan menatap mata ricle tajam.


ricle mengembuskan nafas sebentar mencoba untuk mengendalikan amarahnya.


Ethan lurenzek adalah adik kandung Arthur mereka berbeda dua tahun, Ethan di kenal sebagai orang yang lembut dan baik hati, dia selalu bersikap baik pada semua orang hal itu membuat semua orang yang ada di kastil selalu memuji Ethan sangat berbeda dengan Arthur walaupun Arthur adalah putra mahkota para pelayan dan prajurit di kastil selalu mengutuknya hal itu terjadi bukan tanpa alasan Arthur orang yang mudah marah dan terbakar emosi dia bisa marah bahkan hanya dengan masalah kecil.


"saya memiliki rencana agar yang mulia bisa menarik perhatian bangsawan dan membuat mereka berada di pihak yang mulia" ucap ricle sopan walaupun di dalam hatinya dia sangat ingin menampar orang yang ada di depannya ini.


"bagaimana caranya?" tanya Arthur sepertinya amarahnya sudah sedikit mereda.


"apa anda tahu wilayah Utara yang memiliki cuaca panas yang sangat ekstrim? Yang bahkan tumbuhan apapun tidak bisa tumbuh di sana?" tanya ricle.


"ya tentu saja aku tahu itu bahkan sudah menjadi masalah dari kaisar terdahulu, memangnya kenapa kau menanyakan itu padaku?" tanya Arthur penasaran.


"apa yang mulia bisa mengambil wilayah Utara itu dan menjadikannya wilayah pemerintahan anda?"ucap ricle


"apa kau gila?! Tidak ada yang mau mengurus wilayah itu! Tidak ada untungnya aku mengambil wilayah itu!! Bahkan dari semua bangsawan yang ada tidak ada yang mau wilayah Utara karena terlalu sulit untuk mengurusnya!!" ucap Arthur sedikit menaikan nada suaranya.


"untuk urusan mengurus wilayah itu biar saya yang memikirkannya, anda hanya perlu mengambil wilayah itu...coba anda bayangkan masalah yang sudah ada sejak kaisar terdahulu dapat di selesaikan oleh yang mulia.. Pasti akan ada banyak bangsawan yang menganggap yang mulia adalah orang yang pantas menjadi raja bahkan bukan dari bangsawan saja dari rakyat juga" jawab ricle panjang lebar.


"baiklah..aku percaya padamu penasehat ku..aku akan segera memintanya pada ayah..kau bisa pergi sekarang"ucap Arthur.


Ia kemudian segera bergegas ke ruangan raja dan meninggalkan ricle sendirian di ruangannya.


Ricle pun segera kembali ke kamarnya dan menyusun rencana untuk membuat wilayah yang terkenal dengan bencana kekeringannya menjadi wilayah yang paling makmur dia antara wilayah lainnya.


.


.


-- keesokan harinya--


Seluruh kekaisaran di kagetkan dengan kabar putra mahkota mengambil wilayah Utara, mereka semua khawatir 'apakah putra mahkota yang angkuh itu bisa memerintah wilayah yang bahkan tidak bisa di urus oleh kaisar sebelumnya?' mungkin seperti itulah pikiran mereka semua saat mendengar kabar itu.


Sementara ricle sedang sibuk memindahkan barang barangnya ke kereta kuda karena akan pindah ke wilayah Utara sementara putra mahkota hanya akan menerima laporan dari wilayah Utara karena dia memiliki banyak urusan di ibu kota, walaupun bagi ricle Arthur adalah orang yang bodoh tapi ternyata dia lumayan bisa di andalkan..walaupun itu tidak bisa mengubah sudut pandang ricle bahwa dia bodoh.


setelah menempuh perjalanan beberapa hari ricle pun sampai di wilayah Utara, saat melihat langsung keadaan di sana ricle tahu kenapa wilayah ini menjadi masalah yang tidak bisa di selesaikan, ricle melihat tidak ada air bahkan di sumur yang sudah di gali cukup dalam dan bencana kelaparan ada di mana mana.


Saat ricle sudah ada di kamar paviliun wilayah Utara, ia berjalan ke arah balkon dan melihat seluruh wilayah yang tertutup dengan tanah yang tandus dah hawa panas, angin yang menerpa ricle pun adalah angin panas yang sama sekali tidak membuat sejuk.


"bagaimana bisa ada orang yang tinggal disini? tenanglah rakyat yang malang aku akan membantu kalian" gumam ricle sambil menatap ke hamparan tanah yang tandus nan luas.


tangan ricle kemudian memegang bagian belakang telinganya dan munculah jendela sistem, ricle membuka toko dan membeli item yang ada di sana, item itu bernama 'awan hujan'.


Setelah beberapa detik saat ricle membeli 'awan hujan' tiba tiba langit disana menjadi mendung dan rintik air berguguran dari atas langit tak lama dari itu hujan lebat pun datang dan membuat rakyat di sana berlarian ke tengah gurun lalu berteriak kegirangan.


"terimakasih admin.." gumam ricle sambil melihat ke bawah menyaksikan para rakyat kegirangan dengan adanya hujan.


.


.


.


.

__ADS_1


**bersambung**


__ADS_2