
"!!.. Apa apaan ini!!" ucap sang ular kaget saat tubuhnya tiba tiba ada di atas badai.
mereka sedang terjun bebas dari atas menuju ke tegang badai, keberadaan orang itu.
"tenang saja! Bukankah ular bisa terbang?!" ucap ricle ia kemudian terjun semakin cepat meninggalkan sang ular sendirian.
"SIAPA YANG MENGATAKAN ITU PADAMU!! ULAR JENIS MANA YANG BISA TERBANG MANUSIA BODOH!!" teriak sang ular kesal.
Ricle tidak menghiraukan teriakan sang ular dia hanya fokus pada orang yang berada di tengah tengah badai.
karena ricle Takut raja iblis menyadari keberadaannya lagi lagi menghilang dan muncul lagi tepat di atas raja iblis.
Dengan cepat ricle mengarahkan tangannya pada raja iblis sekarang telapak tangannya muncul cahaya yang terang dan siap di tembakkan ke arah raja iblis tapi tiba tiba.
Raja iblis itu menyadarinya dan menarik tangan ricle, ia kemudian melemparkan tubuh ricle jauh ke luar badai.
ricle tahu dia akan segera jatuh jadi dia menghilang lagi dan muncul dengan selamat menapak ke tanah.
"ricle!! Apa yang kau lakukan disini?!"teriak aldich pada ricle yang tanpa ia sadari ada di dekatnya.
"untuk apa lagi? tentu saja untuk membantumu"jawab ricle, matanya masih fokus pada raja iblis.
"tapi-" sebelum melanjutkan perkataannya ricle tiba tiba memotong perkataannya.
"sutttt!! Diam! Aku sedang fokus"ucap ricle dengan jari telunjuk di depan mulutnya.
Mendengar hal itu aldich memilih diam dan fokus dengan pertarungannya.
Mata ricle menatap ke arah ular yang sudah bersiap untuk menyerang, ia masuk ke dalam angin dan permata ya sudah siap untuk menyerang tapi tiba tiba angin yang ada di sekelilingnya menyerang sang ular hingga terpental ke luar.
__ADS_1
ricle yang melihat itu mengarahkan tangannya pada ular dan dengan sekejap ular itu sudah ada di samping ricle.
"untuk menyentuhnya saja itu sangat sulit.."ucap sang ular dengan nafas terengah engah.
"kalau begitu kau harus menyerangnya lebih kuat lagi Bili..."ucap ricle.
"siapa Bili?"tanya sang ular.
"nama untukmu...."jawab ricle singkat.
"nama yang buruk..."ucap Bili dengan tatapan sinis pada ricle.
"terserah padaku..."ucap ricle dan membalas tatapan sinis Bili.
"sudah sudah jangan bertengkar disaat seperti ini...kita tidak akan bisa mengalahkannya jika hanya bertiga jadi kalian harus bertahan sampai bantuan datang"ucap aldich mencoba untuk membuat mereka tidak berdebat pada saat saat seperti ini.
"baik.."jawab mereka berdua bersamaan.
"baiklah..dan Bili! Kau harus mengalihkan fokusnya padamu jika bisa kau sedang saja dia..."ucap ricle.
"baik..."ucap Bili ia kemudian kembali menghilang dan muncul tepat di depan badai.
"Duke...pegang tanganku.."ucap ricle sembari menyodorkan tangannya pada aldich.
Aldich hanya mengangguk dan memegang erat tangannya.
Dalam waktu singkat mereka berdua menghilang dan tiba tiba muncul di depan sang raja iblis.
Mata hitamnya melihat kedatangan ricle dan aldich secara tiba tiba muncul di depannya,ia tersenyum menyeramkan menampilkan gigi tarinya yang cukup tajam dan setengah wajahnya ditutupi oleh rambut hitamnya yang cukup panjang.
__ADS_1
"oh...hai Nona.."ucap raja iblis itu dengan senyum yang tidak biasa diartikan.
ricle yang melihat sang raja iblis yang sedang melihatnya mengerutkan dahinya menandakan bahwa dia tidak menyukai tatapan itu.
"bisakah kau berhenti menatapku!!"teriak ricle pada orang yang ada di depannya dengan tatapan tajam.
"oh?...maafkan saya nona..saya tidak akan mengulanginya lagi..."ucap sang raja iblis dengan wajah yang sedih dia menundukkan kepalanya.
"!!... apa yang kau lakukan ricle?! Kenapa dia jadi menuruti perintahmu?!" bisik aldich yang sedang heran dengan melakukan raja iblis.
"a-aku tidak tahu..."balas ricle.
"coba kau suruh dia untuk berhenti membuat badai siapa tahu dia akan menurutimu lagi.."bisik aldich.
"baiklah..."ucap ricle ia kemudian menghela nafas pelan dan mulai menatap ke arah raja iblis yang sekarang sedang menundukkan kepalanya dengan ekspresi sedih.
"hei...aku akan memaafkan mu jika kau menghentikan badai ini..."ucap ricle.
"benarkah?!..kalau begitu baiklah!.."balasnya ia kemudian mengangkat tangannya dan menjentikkan jarinya dengan singkat angin yang tadinya begitu kencang dan awan yang gelap segera menghilang, langit kembali cerah.
.
.
.
.
.
__ADS_1
**bersambung**