
Hari ini adalah hari ke 2 diselenggarakannya pesta, saat ada banyak orang yang sedang bersenang senang di aula pesta ricle memilih untuk jalan jalan ke taman istana.
Saat ricle sedang menikmati pemandangan di sekitar taman tiba tiba ia mendengar keributan yang makin lama semakin keras.
ricle kemudian menoleh ke belakang sumber suara itu berada, ricle melihat seorang pria sedang 'main kejar kejaran?' dengan sekelompok Nona bangsawan, para nona itu berteriak histeris sementara pria yang mereka kejar menampilkan wajah yang panik, melihat wajah pria itu ricle terkekeh.
"pria itu seperti seorang idol yang sedang dikejar oleh para fans nya"batin ricle.
ricle menikmati adegan kejar kejaran tersebut dan tanpa sepengetahuannya mereka sedang berlari ke arah ricle, pria itu menarik tangan ricle menuju semak semak yang ada di dekat sana.
Tangannya mendekap mulut ricle rapat sementara matanya tertuju pada sekelompok Nona bangsawan yang sedang kebingungan mencari dirinya.
Ricle kemudian menyingkirkan tangan pria itu.
"kenapa kau menarik ku kesini?!"bisik ricle pada orang didepannya itu.
"stttt...."balasnya sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir ricle seakan akan menyuruhnya untuk diam.
ricle yang melihat itu menatap tajam ke arah orang yang ada di depannya saat menatap tajam padanya ricle merasa mengenali itu.
"rambut hitam dan mata berwarna emas....dia pangeran ke-2!! Ethan lurenzek..."batin ricle yang baru saja menyadari siapa orang yang ada di depannya.
Sementara Ethan hanya fokus memperhatikan sekelompok Nona bangsawan yang sedang sibuk mencari dirinya.
__ADS_1
"anda...pangeran Ethan bukan?"bisik ricle yang membuat Ethan berpaling dan menatap ke arahnya.
"ya...apa kau sudah mengenaliku nona?"bisiknya dengan senyum ramah.
"m-malaikat... Pantas saja semua nona bangsawan menyukainya..aku akui dia memang seperti malaikat yang jatuh dari bumi.."batin ricle.
"ya saya mengenali anda, maaf saya tadi tidak bisa mengenali anda dari awal dan berbicara dengan tidak menggunakan bahasa formal pada anda..."bisik ricle dengan wajah yang menampilkan penyesalan.
"tidak apa nona...saya mengerti, nona pasti kaget karena ada orang yang tiba tiba menarik tangan nona"bisiknya.
Ethan kemudian kembali menatap sekelompok Nona bangsawan yang sedang mencarinya dan ia di kagetkan saat melihat salah satu Nona bangsawan berjalan mendekat ke arah persembunyian mereka.
"permisi nona..."bisiknya lembut lalu tubuhnya mendekat ke arah ricle, Saking dekatnya ricle bisa mencium aroma parfum yang menempel di bajunya.
"gawat jika aku ketahuan bersembunyi di semak semak dengan pangeran ke-2, mungkin aku akan di serang oleh para fans nya!! Tidak ada yang lebih mengerikan dari pada kemarahan para fans!!"batin ricle, ia berserah diri pada apapun yang terjadi.
ricle menutup matanya,berdoa dalam hati semoga ia tidak ketahuan sedang bersembunyi dengan pangeran ke-2.
Saat ricle sedang menutup mata ia tidak menyadari bahwa sekarang Ethan menatap wajahnya dengan senyuman miliknya bahkan sekarang mereka terlihat sangat dekat, jarak mereka hanya beberapa inci, Ethan bisa merasakan nafas gugup milik ricle, sementara ricle karena terlalu panik ia tidak menyadarinya bahwa dirinya sekarang sangat dekat dengan Ethan.
"wajah panik nya sangat imut..."batin Ethan ia terkekeh kecil.
Mata Ethan kemudian beralih pada Nona bangsawan yang sedang mendekat ke persembunyian mereka, setelah beberapa detik nona bangsawan itu kemudian segera melangkah pergi, menjauh dari tempat persembunyian mereka.
__ADS_1
Melihat hal itu Ethan menghela nafas lega. Ia kemudian mendekatkan mulutnya ke telinga ricle dan berbisik.
"dia sudah pergi nona..."bisiknya.
Mendengar hal itu ricle membuka matanya perlahan dan matanya menatap Ethan yang begitu dekat dengannya.
Sesaat mereka saling bertatapan dan ricle kembali mendapatkan kesadarannya.
"oh ya?"ucap ricle lalu berdiri dan dia melihat sekelompok Nona bangsawan itu sudah tidak terlihat lagi di taman.
"ya mereka sudah pergi...sekarang anda bisa keluar dari persembunyian anda pangeran"ucap ricle dan menatap ke arah Ethan yang masih duduk di antara semak semak.
Mendengar hal itu Ethan kemudian berdiri.
"ya..kau benar nona mereka sudah pergi..terima kasih"ucap Ethan, ia kemudian mendekatkan mulutnya ke telinga ricle.
"lain kali...saya ingin bersembunyi dengan nona lagi.."bisiknya kemudian melangkah pergi meninggalkan ricle sambil tersenyum lembut pada ricle.
Ricle yang mendengar itu hanya terdiam dan menatap ke arah Ethan yang lama lama menjauh.
"dia indah...tapi menakutkan"batin ricle.
"aku harus sebisa mungkin menghindarinya.."batin ricle, ia kemudian berbalik dan melanjutkan jalan jalannya di taman istana.
__ADS_1