
.
.
.
Ricle melihat lihat sekeliling ruang tamu dan menemukan beberapa lukisan keluarga Duke swaggareth, ricle berdiri untuk melihat lebih dekat, disitu terpampang lukisan yang sangat indah terlihat seorang anak laki laki memegang tangan ibunya yang tidak lain adalah Duke aldich saat kecil dan seorang laki laki dewasa merangkul pundak ibunya mereka tampak bahagia di dalam lukisan itu seperti keluarga yang harmonis tapi ada satu hal yang membuat ricle merasa aneh dengan lukisan yang ada di depannya itu karena ada seorang anak perempuan yang duduk di pangkuan nyonya swaggareth, anak perempuan itu terlihat ceria dan ricle yakin bahwa anak perempuan itu adalah bagian keluarga Duke swaggareth karena mereka memiliki kesamaan yaitu warna rambut merah terang yang merupakan ciri ciri keturunan dewa api.
Tapi setahu ricle keluarga Duke swaggareth hanya memiliki satu anak yaitu aldich swaggareth, lalu siapa anak perempuan yang duduk di pangkuan nyonya swaggareth?.
"ricle?" terdengar suara seseorang.
Ricle yang mendengar itu langsung berbalik menghadap arah suara dan melihat aldich sedang berdiri di depannya.
"ada apa kau mencari ku malam malam begini?"tanya aldich.
"ada yang ingin ku tanyakan padamu"ucap ricle ia menatap ke arah lukisan yang baru saja ia lihat dan menunjuk ke arah anak perempuan yang duduk di pangkuan nyonya swaggareth.
"siapa anak itu? Apa dia adikmu?"tanya ricle menunggu jawaban dari aldich.
"kenapa kau ingin tahu? Padahal ku kira ada sesuatu yang sangat penting yang ingin di sampaikan karena kau datang kesini tanpa mengabari terlebih dahulu" ucap aldich ia duduk di kursi dan menyeruput teh yang sudah di sediakan oleh pelayan.
__ADS_1
Tangannya menepuk kursi yang ada di sampingnya mengisyaratkan ricle untuk ikut duduk bersamanya.
Ricle yang mengerti apa yang di sampaikan segera berjalan ke arah aldich dan duduk tepat di sampingnya.
"ini..berkaitan dengan dewa api"ucap ricle sedikit ragu dengan apa yang ingin dia sampaikan.
"ohh..jadi kau datang kesini karena aku adalah keturunan dewa api begitu?"ucap aldich dia masih santai sambil memakan beberapa cemilan yang sudah tersaji rapi di atas meja.
"ya..karena kau keturunan dewa api kau pasti tahu lebih banyak tentangnya.."ucap ricle.
"ya tentu apa yang ingin kau tanyakan ricle..."ucap aldich suaranya mulai serius.
"kau bisa menggunakan kekuatan dewa api? Apa itu yang ingin kau tanyakan?"tanya aldich.
Ricle yang mendengar itu kaget, bagaimana aldich bisa tahu tentang dia yang bisa menggunakan kekuatan dewa api?.
Ricle lalu mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan tepat aldich.
"itu karena kau adalah..adikku ricle.."ucap aldich.
kalimat itu membuat ricle membelalak kaget ia tidak menyangka apa itu benar?, ricle ingin percaya tapi setahu dia karakter yang berperan sebagai penasehat putra mahkota hanyalah seorang rakyat biasa dan tidak berhubungan sama sekali dengan keluarga bangsawan.
__ADS_1
"i-itu tidak mungkin?! Aku..aku bukan adikmu.."ucap ricle ia tidak percaya dengan apa yang aldich katakan barusan.
"kenapa kau berpikir seperti itu? Coba lihat rambutmu kau memiliki rambut merah terang itu adalah ciri ciri keturunan dewa api dan satu satunya keluarga yang memiliki keturunan dewa api hanyalah keluarga Duke swaggareth jika kau bukan adikku lalu kau siapa?.."ucap aldich dia coba meyakinkan ricle.
"t-tapi..aku..aku-"
"kau bukan dari dunia ini"sela aldich mendengar perkataan aldich sekali lagi ricle kaget ia tidak tahu ingin mengatakan apa lagi pada aldich agar tidak ketahuan bahwa dia dari dunia lain.
.
.
.
.
.
**bersambung**
Jangan lupa 'like ❤️' yaaa~
__ADS_1