
aldich melihat anggukan dari ricle ia kemudian berlari kearah selatan untuk menemui ular yang ada di legenda tersebut.
"ricle ingat tetap ada di belakang ku!"ucap aldich.
"iya!"balas ricle yang sedang berlari mengikuti aldich ke arah selatan.
Sambil berlari ricle membuka sistem dan membeli beberapa skill yaitu 'sword master 3 jam' dan 'peningkatan kecepatan heal'.
Ricle sedang fokus dengan sistem tiba tiba bayangan yang sangat besar membuat ricle tidak merasakan cahaya matahari lagi.
ricle mendongak untuk melihat apa yang terjadi, terlihat seekor ular dengan permata biru di tengah kepalanya menatap mata ricle secara langsung karena tatapan tajamnya ricle merasakan aura yang menyeramkan dari tatapan ular tersebut.
Ricle merasakan aura intimidasi yang sangat kuat, saat mata ular itu bertemu dengan mata ricle, ular permata biru seakan tahu jika ricle segan dengannya, kepalanya kemudian bergerak dan matanya menatap aldich begitu juga aldich dia menatap ular itu seakan tidak ada yang harus di takuti.
tiba tiba dari permata biru yang ada di kepala ular itu keluar cahaya biru melesat ke arah aldich, aldich yang menyadari itu langsung menghindar dan melompat ke ekor sang ular.
Ricle tahu apa yang akan di lakukan oleh aldich jadi dia menggunakan skillnya, ricle bersiap dengan kuda kudanya dan pedang miliknya memancarkan cahaya merah pekat.
Ia berlari kencang menyasar kepala ular yang sedang sibuk menyerang aldich.
"RICLE SEKARANG!!" teriak aldich.
mendengar hal itu ricle melompat dan mengangkat pedangnya bersiap untuk menyerang kepala sang ular.
Mata ular tersebut menyadari ricle yang sudah ingin menyerang kepalanya, tiba tiba mulutnya membuka seperti bersiap untuk memakan ricle yang sedang melompat ke arah kepalanya.
"sial!.."umpat ricle.
Ia kemudian melempar pedangnya ke arah mulut ular tersebut sementara ricle segera menghindar dari tangkapan mulut ular itu.
"sialan senjataku di makan.."gumam ricle saat melihat ular itu yang sudah menelan pedangnya dan tidak terjadi apa apa.
"memang pantas di sebut peliharaan dewa...dia kuat"gumam ricle.
__ADS_1
Ricle yang melihat aldich kewalahan melawan sang ular berpikir untuk menolongnya.
"dewa..jika aku menggunakan kekuatan setengah dewa apa makhluk itu akan kalah?'tanya ricle.
'tidak perlu menggunakan kekuatan kau hanya perlu menunjukkan 'cincin utusan dewa'itu pada ular permata biru maka dia akan langsung patuh denganmu' tulisan itu muncul di depan mata ricle.
"kenapa seperti itu?"tanya ricle yang belum paham.
'bodoh aku ini dewa cahaya! Jika kau menunjukkan cincin itu padanya dia akan tahu bahwa kau itu adalah utusan ku!!'
"oh kau dewa cahaya?! Aku baru tahu..."ucap ricle sambil terkekeh.
'ya..jadi cepatlah tunjukkan cincin itu padanya jika kau terlalu lama laki laki itu akan mati!'
"iya iya sabar.."ucap ricle tangannya memeriksa jari tengahnya yang dimana biasanya cincin itu tersangkut disana.
"tunggu...mana cincinnya?!" ucap ricle panik.
Tangannya meraba seluruh kantong celana, dan melihat jari jarinya yang ada di tangan kiri dan kanan dengan teliti tapi barang yang dia cari tidak ketemu ketemu.
'lah? Cincinnya kan selalu bersamamu? Kenapa bertanya denganku?'
'dasar manusia ceroboh!...kau urus saja ini sendiri!!' tiba tiba tulisan itu hilang.
"dia...marah?"ucar ricle heran.
Saat ricle sedang berpikir keras tentang Dimana cincinnya, tiba tiba ia di kagetkan dengan aldich yang jauh ketanah dengan keadaan tubuh yang berlumuran darah.
Ricle yang melihat itu berlari ke arah aldich.
"hei kau tak apa?"tanya ricle ia segera membuka tasnya dan mengambil beberapa perban untuk membungkus lukanya.
"ricle dengar aku.... Kau harus menempelkan Ruby ini di permata biru yang berada di tengah kepalanya... Jika kau berhasil melakukannya maka ular itu akan langsung mengikat kontrak denganmu..."ucap aldich.
__ADS_1
Aldich memegangi lukanya yang penuh darah dan tangan satunya menyerahkan Ruby berwarna merah pada ricle.
Ricle mengambil Ruby itu dan segera memperban luka milik aldich.
"baiklah kau tenang saja aku akan mengurusnya"ucap ricle.
"maaf ricle..padahal harusnya aku yang melindungi mu..tapi malah aku yang merepotkan mu.."ucap aldich.
"tak apa...kau istirahat saja di sini.."balas ricle.
setelah berhasil memperban luka milik aldich, ricle segera berjalan menuju sang ular dan membuka sistem.
ricle membeli item 'senjata tempur'.
Item 'senjata tempur' adalah peralatan tempur di jaman modern seperti pistol Sampai bom.
Saat menekan tombol beli cahaya emas mengitari ricle dan tubuhnya sekarang di penuhi dengan peralatan tempur di punggungnya penuh dengan beberapa senjata api dan di samping pinggangnya ada beberapa bom.
Ricle kemudian mengambil bom itu dan melemparkannya ke arah sang ular, melihat benda kecil yang di lempar ricle, ular sempat bingung.
'bagaimana bisa manusia ini begitu bodoh? Dia melempar benda kecil ini padaku? Bahkan lemparannya meleset..'batin sang ular.
Saat ular itu bersiap siap untuk menyerang ricle tiba tiba suara ledakan diikuti dengan cahaya yang sangat terang menyerang sang ular.
walaupun ledakan itu tidak terlalu besar bagi sang ular tapi itu bisa sedikit melukainya.
.
.
.
.
__ADS_1
**bersambung**