Cheating Queen Ricle

Cheating Queen Ricle
ep.26 (persiapan festival)


__ADS_3

.


.


"ya aku cemburu" ucap Arthur dengan suara serius.


Ricle yang mendengar itu segera terdiam mata ungunya menatap ke arah Arthur, mata itu terlihat jelas menanyakan apa orang yang ada di depannya sekarang serius?!


"ah? Hahaha... Kau sangat pandai bercanda.."ucap ricle dengan tawa canggung miliknya.


sementara Arthur memandangnya dengan serius tanpa mengatakan sepatah kata apapun.


"oh iya! Apa kau sudah menyiapkan pakaianku untuk festival awal musim dingin?" ucap ricle mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan.


"tentu saja sudah! Aku juga sudah menyiapkan kamar dan isinya untuk mu!"jawab Arthur, wajahnya yang awalnya serius dengan drastis berubah menjadi wajah yang ceria.


Wajahnya sekan akan meminta pujian atas kerja kerasnya itu.


"w-wah... Kerja bagus! Terima kasih.."ucap ricle menampilkan senyum terbaik yang ia punya.


"sama sama!" jawab Arthur, terlihat dari wajahnya bahwa ia suasana hatinya sekarang sedang senang.


 Sementara ricle yang melihat itu haya bisa terkekeh melihat kelakuan pria yang ada di depannya itu.

__ADS_1


Setelah beberapa jam menunggu akhirnya mereka sampai di ibu kota melalui portal, suasana ibu kota terasa lebih ramai mungkin karena persiapan festival awal musim dingin jadi banyak orang yang mulai mempersiapkan barang barang untuk festival.


saat fokus dengan suasana ibu kota tiba tiba Arthur membuka pembicaraan.


"festival kali ini akan lebih istimewa dari festival sebelumnya"ucapnya sambil ikut menatap ke luar jendela.


"lebih istimewa? Apa yang membuat festival kali ini lebih istimewa dari festival sebelumnya?"tanya ricle penasaran.


Arthur yang melihat itu berpaling menatap ke arah ricle, telunjuknya bergerak mengisyaratkan pada ricle untuk mendekat, ricle yang melihat itu segera mendekatkan telinganya ke arah Arthur.


Arthur mendekatkan bibirnya ke telinga ricle.


"Ra.ha.sia" bisiknya.


Hal itu membuat ricle langsung menjauhkan telinganya dari Arthur dan menatap Arthur dengan Wajah kesal.


"aku akan memperlihatkannya padamu, kau tunggu saja, mengerti?"ucap Arthur.


"baiklah.."jawab ricle, ia kemudian kembali menatap ke luar jendela melihat begitu banyak orang sedang sibuk dengan urusan mereka masing masing.


Setelah beberapa menit berlalu mereka sampai di depan kastil putra mahkota, ricle dan Arthur segera turun dari kereta kuda.


Ricle melihat sekeliling kastil, ia kagum dengan kemewahan kastil putra mahkota,di sana juga terlihat beberapa pelayan sedang sibuk dengan urusan mereka masing masing dan di semua sudut kastil ada prajurit yang mengawal.

__ADS_1


saat ricle sedang melihat lihat sekeliling kastil Arthur menepuk pundaknya, hal itu membuat ricle kaget dan menatap Arthur.


"ayo akan ku tunjukkan kamarmu" ucap Arthur.


Arthur kemudian menarik tangan ricle memasuki kastil, sesaat setelah masuk lagi lagi ricle dibuat kagum dengan kemewahan kastil itu, di setiap sudut ruangan yang besar dan lorong pasti ada barang barang yang terbuat dari emas, tergantung lukisan lukisan dan vas mewah beserta dengan bunga yang segar di dalamnya.


Belum sempat menikmati semua kemewahan itu Arthur lagi lagi menarik tangannya dan menaiki tangga menuju lantai dua, setelah beberapa menit mereka sampai di salah satu ruangan dengan dua daun pintu yang terlihat sangat mahal.


"ini adalah kamarmu" ucap Arthur.


Tiga kata itu mempu membuat ricle membelalak kaget, ia segera menoleh ke arah Arthur, terlihat jelas dari wajahnya bahwa dia sedang kaget.


"aku serius ricle..kau masuklah aku ada pekerjaan" ucap Arthur, sebelum pergi ia mendekatkan wajahnya pada ricle dan berbisik.


"oh ya..kamarku ada di sampingmu jadi jika perlu bantuan saat malam hari datanglah"bisiknya tanpa menunggu jawaban ricle Arthur segera berjalan ke arah ruang kerjanya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


**bersambung**


__ADS_2