
sesampainya di aula pesta ricle mengambil satu potong kue yang ada di atas meja lalu memakannya.
ricle memakan kue itu dengan ekspresi yang bisa di tebak bahwa dirinya sangat marah, Bahakan para bangsawan yang ada di sana merasakan aura yang mencekam jika berada di dekat ricle.
Tatapannya seperti mengatakan 'jika kalian berani mengajakku bicara aku akan mencakar wajah jelek kalian itu!' kira kira seperti itu.
Saat ricle sedang memakan kue yang ada di atas meja perhatiannya teralihkan dengan segerombolan nona nona yang berkerumun di satu titik.
"kenapa mereka berkerumun di situ? seperti sedang melihat idol terkenal saja"batin ricle sambil melanjutkan memasukkan sendok yang berisi kue ke mulutnya.
Ricle yang sedang memperhatikan kerumunan itu tidak sengaja mendengar bisikan para nina bangsawan.
"ah..katanya di situ ada pangeran kedua makanya ramai"ucap salah satu Nona bangsawan.
"wah..aku juga ingin bertemu putra mahkota tapi...kau lihat saja kerumunan itu sepertinya tidak mungkin untuk bertemu dengannya"ucap satu bangsawan dengan nada kecewa.
"hmm..pangeran ke-2 ya pantas saja ramai...orang dia sangat populer...ya bukan tanpa alasan yang ku dengar dia orang yang baik"batin ricle sambil melihat betapa rusuhnya kerumunan itu dan semakin lama kerumunan itu semakin banyak.
Hingga kerumunan itu membuat ricle terdorong ke belakang untung kakinya masih cukup kuat untuk menopang tubuhnya jika tidak dia mungkin akan terjatuh.
Saat ricle sedang sibuk mencoba untuk keluar dari kerumunan itu tiba tiba tangan ricle di tarik oleh seseorang keluar dari kerumunan.
Itu adalah Arthur.
__ADS_1
"kenapa kau ada di kerumunan itu?!"ucapnya dengan dahi yang mengkerut dan masih tidak melepaskan genggaman tangannya dari lengan ricle.
"aku tadi hanya memakan kue tapi entah bagaimana caranya kerumunan itu menjadi semakin banyak sampai menghimpit ku"jelas ricle sambil memakan kue yang ternyata masih ada di tangannya.
"benarkah? Baiklah disini memang sangat ramai, jika kau tidak nyaman kau boleh ke penginapan terlebih dahulu"ucap Arthur kemudian melepaskan tangannya dari lengan ricle.
"yasudah kalau begitu aku duluan.."ucap ricle kemudian melangkah pergi dari aula pesta.
Arthur melihat ricle pergi dan memastikan bahwa dia menemukan pintu keluar, Arthur kemudian mengalihkan pandangannya ke arah sudut ruangan, ada seseorang di sana orang yang melihat tatapan Arthur segera berjalan ke arah Arthur.
"bagaimana hasil pengawasan mu Kevin?"ucap Arthur.
"untuk saat ini tidak ada yang mencurigakan dari pangeran ke-2 yang mulia tapi...."jawab Kevin.
"saya melihat Nona ricle bertemu dengan pangeran ke-2 saat di balkon"ucap Kevin.
Arthur yang mendengar itu menatap Kevin tajam
"apa ada yang mencurigakan dari mereka?"tanya Arthur dengan tatapan tajam pada Kevin.
"tidak ada yang mencurigakan yang mulia bahkan anda tahu nona ricle meninggalkannya sendirian di balkon dan sepertinya nona ricle juga tidak tahu yang dia temui itu adalah pangeran ke-2"jawab Kevin dengan senyumnya yang tidak dapat di artikan pada Arthur.
mendengar jawaban itu wajah Arthur yang awalnya serius mulai terlihat tenang.
__ADS_1
"kenapa kau menatapku dengan senyuman aneh itu?"tanya Arthur pada mata mata setianya itu.
"saya tahu~ saat saya bilang nona ricle bertemu dengan pangeran ke-2 di balkon anda merasa cemburu bukan?~" goda Kevin pada atasannya itu, dia beberapa kali menyenggol Arthur dengan bahunya dan menampilkan senyum jahil padanya.
"apa yang kau katakan aku tidak mengerti?!"balas Arthur ketus.
"aww~ jangan menyembunyikan itu yang mulia, saat anda melihat nona ricle berada di kerumunan penggemar pangeran ke-2 anda merasa cemburu bukan?"ucap Kevin yang sangat senang melihat reaksi Arthur yang mencoba untuk menyangkal perasaanya itu.
"kau hanya menghayal aku tidak mungkin seperti itu!"ucap Arthur kemudian dia melangkah pergi meninggalkan Kevin di tengah tengah pesta.
Kevin yang melihat atasannya itu hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum,
"dasar yang mulia apa dia tidak menyadari perasaannya itu?"gumam Kevin sambil melihat punggung arthur yang lama kelamaan semakin jauh dan menghilang.
.
.
.
.
**bersambung**
__ADS_1