
"Kevin.."ucap Arthur pada mata mata setianya.
"ya yang mulia" jawab Kevin.
"bisakah kau mengawasi pangeran ke 2?, walaupun sepertinya dia lah yang mengirim naga ke wilayah Utara tapi kita tidak memiliki bukti untuk menjatuhkannya ke penjara"ucap Arthur menatap bawahannya itu.
"baik yang mulia saya akan melaksanakannya...kalau begitu saya pamit undur diri"ucap Kevin pamit, ia kemudian melompat ke bawah balkon dan menghilang dalam sekejap.
Setelah 3 hari ricle istirahat akhirnya Arthur mengizinkannya untuk keluar kamar dan melanjutkan aktivitasnya mengurus dokumen wilayah Utara sementara Arthur sudah kembali ke ibu kota karena ia memiliki banyak pekerjaan disana,untuk berjaga jaga jika monster kembali datang Arthur juga mengirimkan beberapa prajurit istana ke wilayah Utara.
Saat sedang sibuk pada dokumen di tangannya ricle masih merasa janggal dengan kedatangan naga ke wilayah Utara, karena jelas jelas tempat tinggal naga sangat jauh dari wilayah Utara.
"dewa..apa kau merasa aneh dengan kedatangan naga itu?"tanya ricle sambil memeriksa beberapa dokumen.
'ya...saat kau melawan naga itu aku melihat sihir gelap mengelilinginya' jawabnya.
"sihir gelap? maksud anda ada seseorang yang mengendalikan naga itu menggunakan sihir gelap?"
'ya..dan yang pasti orang pemilik sihir itu sangatlah hebat karena dia bisa mengendalikan naga yang kuat dalam jarak yang cukup jauh'
"anda kan dewa sekaligus admin di dunia ini...pasti tahu siapa pelakunya kan?" tanya ricle, dia mengira bahwa dewa sudah tahu pelakunya karena dia lah yang membuat dunia ini.
'sayangnya tidak manusia'
"a-apa? Bagaimana bisa anda tidak tahu?!" kaget ricle, itu hal yang tidak dia sangka akan keluar dari mulut sang dewa.
'di malam saat kau berkelahi Dangan naga itu...entah kenapa terjadi eror pada beberapa karakter'
__ADS_1
"ah~ itu dapat menjelaskan kenapa Arthur bersikap lembut padaku" jawab ricle mengerti dengan apa yang terjadi sekarang.
'ya..karena perubahan sifat terhadap beberapa karakter aku tidak bisa memprediksi apa yang akan mereka lakukan kedepannya'
"ini jadi semakin sulit....tak apa aku bisa mengatasinya... Demi bisa kembali aku akan melakukan apapun"ucap ricle menyemangati dirinya sendiri.
Ricle kemudian melanjutkan pekerjaannya, setelah beberapa bulan wilayah Utara berhasil menjadi wilayah yang paling makmur di kekaisaran, banyak pedagang dari wilayah lain datang ke wilayah Utara untuk berdagang dan tak sedikit yang berpikir untuk menetap di wilayah Utara membuat keuangan wilayah Utara meningkat karena uang hasil penarikan pajak lebih banyak dari sebelumnya.
Saat ricle sedang sibuk dengan rutinitas nya yaitu membaca buku, ia melakukan itu agar keahliannya dalam bidang administrasi meningkat, saat sedang fokus dengan buku di tangannya,tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruang baca.
"masuk"ucap ricle singkat dan masih fokus dengan buku di tangannya.
"penguasa ada surat dari putra mahkota" ucap pelayan itu sambil menyerahkan dua surat pada ricle.
--fyi--
Saat putra mahkota ingin kembali ke ibu kota dia berpikir pasti sangat susah mengurus dua pekerjaan sekaligus tugas sebagai putra mahkota dan juga sebagai penguasa wilayah Utara apalagi wilayah Utara pasti akan semakin sibuk karena meningkatnya ekonomi di sana jadi agar bebannya tidak terlalu berat dia menyerahkan jabatan penguasa kepada ricle, kenapa ricle dan tidak orang lain? karena ricle adalah satu satunya orang yang paling dia percaya setelah Kevin mata mata setianya.
ricle pun mengambil surat itu Danya menyuruh pelayan untuk keluar.
sebelum membuka surat yang ada di tangannya ricle melihat ada stempel Kerajaan pada salah satu surat.
"kenapa di surat ini ada stempel Kerajaan biasanya kan dia menggunakan stempel biasa seperti surat yang satunya ini.."tanya ricle pada dirinya sendiri dan melihat dengan teliti surat yang ada di tangannya.
ricle kemudian membuka surat yang memiliki stempel Kerajaan dan membacanya.
"undangan pesta ulang tahun raja? kenapa dia mengirimkan ini padaku?"tanya ricle, ricle tidak mungkin datang ke ulang tahun raja karena dia hanyalah rakyat biasa dan tidak memiliki darah bangsawan sama sekali.
__ADS_1
setelah meletakkan undangan itu di atas meja ricle kemudian mengambil satu surat lagi yang memiliki stempel biasa dan membacanya.
"dia memintaku untuk jadi partnernya di pesta? padahal aku sedang sibuk mengurus wilayah Utara tapi...aku tidak mungkin menolak permintaanya..ya sudahlah lagi pula cuma 2 hari..pestanya akan di mulai 1 Minggu lagi... Waktu yang cukup singkat"gumam ricle dia kemudian menyimpan kedua surat itu di dalam laci bawah meja baca dan melanjutkan aktivitas membacanya.
Setelah beberapa jam ricle menghabiskan waktu di ruang baca tak terasa langit sudah gelap, ricle kemudian berniat untuk tidur dan berjalan menuju kamarnya, tapi ricle kaget saat melihat kamarnya begitu ramai dengan para pelayan.
Ia kemudian berjalan cepat menuju kamarnya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Sesampainya di kamar ricle melihat kamarnya sudah sempit di penuhi barang barang berkilauan seperti perhiasan, permata, beberapa helai gaun yang di penuhi manik yang berkilauan dan juga beberapa aksesori rambut.
"a-apa apaan ini kepala pelayan?" tanya ricle kaget dengan keadaan kamarnya yang dulunya luas sekarang sempit karena barang barang mahal.
"ini adalah kiriman dari putra mahkota, nona penguasa katanya ini untuk pesta 1 Minggu lagi" jawab kepala pelayan.
Sementara para pelayan yang lain sedang sibuk menata kiriman itu di dalam lemari dan tempat penyimpanan lainnya.
Setelah beberapa menit akhirnya barang barang itu sudah tersusun rapi di tempatnya dan para pelayan pun meninggalkan kamar ricle.
Ricle yang lelah dengan semua keributan tadi membaringkan tubuhnya di kasur, dia kemudian perlahan menutup kelopak matanya dan segera masuk ke dunia mimpi.
.
.
.
.
__ADS_1
**bersambung**