
Ricle melihat badai yang amat besar dengan angin yang kencang, angin tersebut bahkan mampu merobohkan pohon pohon besar yang ada di sekitarnya.
Saat sedang fokus dengan badai yang besar itu mata ungunya melihat ada seseorang di tengah badai kencang tersebut.
"tunggu Duke...apa aku melihat itu?"tanya ricle pada orang yang ada di sampingnya.
"ya...ada orang di tengah badai itu..."jawab aldich.
ricle kemudian merasakan hawa panas di dekatnya, ricle melihat rambut merah milik aldich menyala terang dan pedang yang ada di tangannya di selimuti api merah pekat yang amat panas.
"ricle...tetap disini dan jangan kemana mana"ucap aldich sebelum mendengar jawaban ricle, aldich segera melangkah pergi menuju badai itu berada.
"tunggu!! Apa yang ingin kau lakukan?!"teriak ricle pada aldich, tapi aldich tidak menjawabnya dan terus berjalan menuju badai.
"hei! Sebenarnya ini kenapa sih?!"tanya ricle pada prajurit yang ada di sampingnya.
Tapi prajurit itu hanya diam tanpa mengatakan apapun pada ricle.
"hah! Aku benci situasi ini!! dan kau!! setidaknya katakan padaku siapa yang mengendalikan badai itu?!"tanya ricle pada sang prajurit dan tangannya sedang menarik kerah milik prajurit itu.
"d-dia adalah raja iblis kegelapan..."jawab sang prajurit gemetaran karena tatapan tajam milik ricle.
"raja iblis katamu?! Dan kenapa dia menyerang kita?!"tanya ricle, tangannya masih belum melepaskan kerah baju milik prajurit.
"i-itu karena an-"
BRAKK!!
Sebelum mengatakan jawabannya tiba tiba pohon besar menimpa prajurit itu dan sang prajurit tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"sial!!" umpat Ricle, ia melihat pertarungan sengit antara aldich dan raja iblis itu.
"sebenarnya...kenapa mereka bertarung!?"ucap ricle.
"aldich sangat cepat dan lincah padahal sekarang dia sedang cedera...harusnya dengan kekuatan seperti ini...dia bisa dengan mudah mengalahkan ular permata biru itu kan? kenapa dia tidak mengeluarkan semua kekuatannya saja saat melawan ular itu?"tanya ricle pada dirinya sendiri.
"sudahlah! Jangan pikirkan itu..sekarang aku harus berpikir bagaimana caranya untuk menolong aldich!! walaupun dia terlihat kuat tapi tetap saja dia masih terluka dan siapapun orang yang bisa mengendalikan badai sebesar ini pastilah orang yang sangat kuat!!"gumam ricle, tangannya memegang pepohonan di dekat sana karena jika tidak mungkin ia sudah terbang ke langit sekarang.
"oh iya!! Ruby nya!"ucap ricle sepertinya dia memiliki ide.
Ricle kemudian mengambil Ruby yang ada di sakunya dan mengarahkan Ruby itu ke depan, Ruby merah itu kemudian bercahaya dan dari cahaya itu muncullah ular yang besar.
ular itu menatap ke arah ricle dan melihat cincin yang dikenakan oleh ricle.
"kau..kau adalah utusan tuanku?"tanya sang ular.
"tunggu..bagaimana bisa kau jadi utusan tuanku?!"tanya sang ular.
"cukup!! Tidak ada waktu untukku menjelaskannya!! Kau lihat di belakangmu!! Ada raja iblis disana bisakah kau mengalahkannya?!"tanya ricle pada sang ular.
"tunggu apa kau bilang raja iblis!! Bagaimana bisa dia ada di sini dan menyerang kalian?!"tanya sang ular lagi.
"akhh!! Bisakah kau tidak usah banyak tanya?! Ini sedang gawat!!" teriak ricle sepertinya kesabarannya sudah habis untuk mengahadapi ular yang ada di depannya itu.
"dan dewa! Apa aku bisa mengalahkan iblis itu jika menggunakan kekuatan setengah dewa?!"tanya ricle.
'sepertinya tidak...dia adalah raja iblis aku sendiri saja kewalahan saat melawannya...dan teman mu itu mungkin akan mati jika di biarkan terlalu lama' muncul tulisan di depan ricle.
"sial!!" umpat Ricle, ia kemudian menghilang dan secara tiba tiba sudah berada di atas kepala ular.
__ADS_1
"ayo cepat!! Aku tidak ingin temanku mati!!"terik ricle pada sang ular.
"kau hanya memikirkan temanmu?! Bagaimana denganku?!"tanya ular yang lumayan takut karena ia tahu seberapa kuat raja iblis itu.
"kau takut? payah sekali.." ejek ricle pada ular.
"memangnya kau tidak?"tanya sang ular saat mendengar kata ejekan dari ricle.
"tidak.."jawab ricle singkat.
"ya...itu memang sudah kelihatan"jawab sang ular.
Ular itu kemudian segera berjalan kencang menuju badai, ricle melihat pertarungan sengit antara mereka berdua.
"aku...siap"gumam ricle.
Diikuti dengan rambut merahnya yang menyala dan mata ungunya yang berubah menjadi emas, cincin yang ia kenakan bersinar dan entah bagaimana caranya ricle mampu memindahkan ular besar yang awalnya di tanah sekarang sedang berada di atas badai.
.
.
.
.
.
**bersambung**
__ADS_1