
setelah Sampai di kastil wilayah Utara ricle segera berjalan menuju ruang kerja miliknya, ia mengingat ingat apa di game 'menjadi penasehat putra mahkota' ada raja iblis yang bernama Aiden?.
Ia mencoba mengingat tapi hal itu sia sia karena ia sama sekali tidak ingat jika ada raja iblis di dalam game itu.
"dewa...apa kedatangan raja iblis juga termasuk eror dalam game?"tanya ricle.
"ya..itu juga salah satu eror"balas seseorang, suaranya menggema di seluruh ruangan.
"akhh!!..apa itu suaramu dewa?!"ucap ricle kaget.
"ya ini suara ku manusia bodoh.."cetusnya.
"wah..bagaimana dewa bisa bicara dengan ku sekarang?"
"itu karena ada Bili"
"ahh..baiklah"
Saat ricle sedang sibuk dengan dokumen miliknya tiba tiba suara ketokan pintu terdengar.
Tok..
Tok..
"nona penguasa ini saya Lily.."ucap seorang perempuan yang ada di luar sana.
__ADS_1
"masuklah.."jawab ricle singkat.
Lily kemudian masuk ke ruangan kerja milik ricle dan membawakan beberapa dokumen di tangannya,Lily kemudian meletakkan dokumen itu di atas meja kerja ricle.
"ini dokumen untuk persiapan musim dingin nona"ucap Lily.
"oh terima kasih, kau boleh pergi Lily"perintah ricle.
"baik nona penguasa"ucapnya Lily kemudian pergi setelah menunduk hormat pada ricle.
ricle mengambil dokumen yang baru saja Lily letakkan dimeja, ia membaca dokumen tentang musim dingin itu perlahan.
"jika musim dingin..maka harus menyediakan sarana penghangat ruangan kan.."gumam ricle didalam otaknya dia sedang menyusun rencana.
"oh iya..aku lupa dengan 'itu' jika aku berhasil mendapatkan 'itu' maka aku tidak perlu mengeluarkan dana untuk membeli kayu bakar"gumam ricle, baru saja mengingat sesuatu yang sepertinya cukup penting.
ricle sedang berada di tempat pelatihan para prajurit atau pasukan yang dimiliki wilayah Utara sekarang, terlihat sekarang para prajurit sedang sibuk latihan pedang.
"semuanya!! Maaf sudah mengganggu waktu latihan kalian tapi ada sesuatu yang harus aku sampaikan!!"teriak ricle dengan suara tinggi, hal itu membuat para prajurit yang awalnya sibuk dengan latihan masing masing beralih fokus pada ricle.
"kalian tahu!! Jika musim dingin akan segera tiba jadi untuk itu kita harus menyiapkannya dari sekarang!!"
"kalian tahu 'hutan api' kan?!"tanya ricle.
"ya! Kami semua tahu nona penguasa!!"jawab para prajurit serentak.
__ADS_1
"kalian ku tugaskan kesana untuk mencari sesuatu..dan jika kalian menemukannya 'sesuatu' yang tertimbun disana segera bawa sebanyak banyaknya, dimengerti?"ucap ricle panjang lebar, aura kepemimpinan ricle keluar tidak ada yang menyela perkataan ricle walaupun bagi para prajurit permintaan ricle adalah permintaan yang aneh tapi mereka tetap atuh karena mereka tahu bahwa ricle adalah penguasa di wilayah Utara.
"baik!! Dimengerti!" jawab para prajurit serentak.
Mereka kemudian segera melaksanakan perintah penguasanya untuk berangkat ke 'hutan api' dan membawa sesuatu yang tertimbun di dalamnya.
ricle melihat barisan para prajurit yang sedang keluar dari gerbang kastil wilayah Utara.
"kenapa nona menyuruh mereka untuk pergi ke 'hutan api'?" tanya Lily pada atasannya itu.
"karena di 'hutan api' ada sesuatu yang berharga sedang tertimbun Lily.."jawab ricle dengan senyum yang tak bisa di artikan.
"hehehe....terima kasih atas hartanya Marquis basil..." gumam ricle, ia terkekeh geli dan merasa bahwa idenya ini jahat.
Sementara Lily hanya diam melihat kelakuan aneh atasannya itu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
**bersambung**