
.
.
"bagaimana bisa kau ada di sini?"tanya ricle pada orang yang sedang memandangnya dari jauh.
"aku adalah raja iblis ya..terserah terserah padaku"jawabnya dengan senyum jahil.
ricle menghela nafasnya, ia berdiri dan berjalan menuju Aiden yang sedang berada di teras.
"jawab dengan jujur...kenapa kau kesini?"ucap ricle sekali lagi dengan tatapan yang tajam pada Aiden.
"aku hanya ingin bertemu denganmu..."jawabnya dengan wajah memelas.
Ricle yang melihat itu hanya menghela nafasnya dan memegangi kepalanya yang pusing, tapi tiba tiba suara ketukan pintu terdengar.
Tok..
Tok..
"nona ada putra mahkota dan mengatakan ingin bertemu dengan anda"ucap seseorang di luar pintu.
"ya..aku akan segera kesana"balas ricle.
Ricle kemudian berjalan menuju ruang tamu untuk bertemu putra mahkota, ia meninggalkan Aiden sendirian di ruang kerjanya.
Aiden yang melihat kepergian ricle ia hanya tersenyum dengan senyum yang tak dapat di artikan,ia berjalan menuju meja kerja ricle dan melihat beberapa dokumen yang dikerjakan ricle.
__ADS_1
"...cahayaku...memang hebat"gumamnya dengan senyum sambil melihat dokumen tentang penemuan harta Karun di hutan api.
sementara itu di tempat lain Arthur dan ricle sedang duduk di ruang tamu, mereka membicarakan tentang perkembangan ekonomi di wilayah Utara.
"ricle..di ibu kota akan ada festival awal musim dingin apa kau mau ikut denganku kesana?"tanya Arthur pada penasehatnya itu.
"festival awal musim dingin? Tapi...aku masih sibuk dengan wilayah Utara.."ucap ricle ragu karena jika ia ke festival awal musim dingin di ibu kota mungkin wilayah Utara tidak akan ada yang mengurusinya lagi.
"kau bisa melupakan tugas itu.."ucap Arthur pada ricle.
Ricle yang mendengar itu membelalakkan matanya, ia terkejut apa sekarang ia sedang di pecat?!.
"a-apa?! apa aku sedang dipecat sekarang?"ucap ricle bingung dengan apa yang dikatakan Arthur barusan.
"pft...bukan itu maksudku"ujar Arthur dengan ekspresi sambil menahan tawa.
"jadi..yang menepati gelar penguasa wilayah siapa?"tanya ricle bingung karena setahunya tidak ada orang yang paling Arthur percayai selain dirinya dan tentu saja Kevin.
"aku akan memperkenalkannya padamu...dia adalah ash"ucap Arthur sambil menunjukkan orang yang akan menjadi penguasa wilayah Utara.
ricle yang melihat itu lagi lagi kaget ia sampai tersedak teh yang baru saja ia minum.
"ukh...dia..dia yang akan menggantikan ku?!"tanya ricle memastikan.
"ya..kenapa apa ada masalah?"jawab Arthur bingung melihat keterkejutan ricle.
sementara ash pelaku yang membuat ricle terkejut Hinga tersedak hanya tersenyum sambil menahan tawa.
__ADS_1
Ash yang diperkenalkan Arthur adalah orang yang baru saja menemui ricle beberapa menit yang lalu..ya itu adalah Aiden.
"tidak..aku hanya sedikit terkejut um..dari mana kau mendapatkan orang ini?"tanya ricle penasaran karena Arthur bukanlah orang yang mudah percaya dengan orang lain.
"Dia adalah orang rekomendasi dari ayah Katanya dia sangat kompeten awalnya aku tidak percaya tapi saat aku tes ternyata dia benar benar orang yang kompeten"jelas Arthur sambil menyeruput teh miliknya.
"apa orang ini tahu jika orang yang dia bawa untuk menjadi penguasa wilayah Utara adalah seorang raja iblis?!"batin ricle yang masih kaget.
"jika yang dia memilih sendiri kurasa aku bisa memakluminya karena mungkin saja walaupun sistem game ini eror tapi bisa saja bodohnya masih ada tapi katanya yang merekomendasikan Aiden adalah yang mulia raja...kurasa ini bukan salah Arthur ataupun raja tapi..ada yang diperbuat oleh Aiden Samapi mereka mau melakukan hal seperti ini.."batin ricle berpikir keras.
"ricle!!"sebuah panggilan yang diikuti tepukan pundak membuat ricle kaget.
"akhh!! yang mulia Anada mengagetkan saya?!"ucap ricle sambil mengelus dadanya yang kaget.
"soalnya kau tidak menjawab saat ku panggil makanya aku menepuk pundakmu...apa kau memiliki masalah? kau terlihat banyak beban pikiran"ucap Arthur dengan ekspresi khawatir.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
**bersambung**