
Ricle sedang duduk di kursi samping tempat tidur, melihat aldich yang sedang terbaring dan di periksa seorang dokter.
"apa lukanya parah?"tanya ricle pada dokter yang sedang mengobati luka milik aldich.
"tidak terlalu parah nona...luka ini akan sembuh total sekitar 2 bulan lagi"jawab sang dokter.
"2 bulan itu waktu yang lumayan lama"ucap ricle.
"tapi untuk ukuran orang biasa itu lumayan singkat jika orang lain yang mengalami luka ini bukan tuan Duke aldich mungkin akan memakan waktu sekitar 6 bulan untuk sembuh total"jawab sang dokter.
"baik saya sudah selesai mengobatinya...kalau begitu saya permisi dulu"ucap sang dokter, ia menunduk hormat lalu melangkah pergi ke luar kamar.
Tak lama setelah dokter itu keluar dari kamar,ada suara ketukan pintu yang terdengar dari luar.
"permisi..saya pelayan yang di perintahkan tuan basil untuk mengantarkan makanan"ucap seseorang dari luar sana.
"masuk.."jawab ricle.
Pelayan itupun masuk sambil membawakan makanan, ia meletakkan makanan itu di atas meja dan segera keluar dari sana.
"kau lapar?" tanya ricle sambil menunjuk ke arah makanan yang ada di atas meja.
"tidak" jawab singkat aldich.
"kita harus segera pulang"ucap aldich, ia kemudian berdiri dari tempat tidur dan mengambil jaket yang berada di samping tempat tidur lalu mengenakannya.
__ADS_1
"kau yakin?" tanya ricle karena masih khawatir dengan ke adanya yang masih terluka.
"ya lagi pula ini tidak terlalu sakit...dan bagaimana denganmu? Apa nona ini tidak terluka?"tanya aldich heran bagaimana bisa ricle tidak tergores sedikitpun saat melawan peliharaan dewa yang bahkan dirinya sendiri kewalahan untuk melawannya.
"tentu saja aku tidak terluka! Aku ini kan hebat!!"ucap ricle bangga dengan dirinya sendiri.
Aldich yang mendengarkan kesombongan ricle hanya terkekeh kecil sambil membereskan barang barang miliknya.
"baiklah ayo kita segera pulang!"ucap aldich dan dijawab anggukan oleh ricle.
Mereka kemudian berjalan keluar kastil Marquis dan berangkat pulang ke wilayah Utara menggunakan kereta kuda milik aldich.
"aldich...apakah sekarang marquis basil memihak putra mahkota?"tanya ricle.
"ya kau benar! harusnya aku tidak perlu mengkhawatirkan itu.."ucap ricle.
Di dalam perjalan mereka menghabiskan waktu untuk menyusun rencana selanjutnya agar putra mahkota semakin di pihak oleh banyak orang, tapi entah kenapa di tengah tengah perjalan kereta tiba tiba berhenti.
"mohon maaf tuan Duke tapi di depan sedang ada badai, jadi kereta kuda tidak bisa melewatinya" ucap sang prajurit yang sedang mengawal kereta kuda.
"badai?tapi ini Musin semi tidak mungkin terjadi badai sekarang apalagi musim dingin juga masih sebulan lagi.."gumam aldich, ia merasa badai ini seharusnya tidak terjadi.
"tenanglah Duke namanya juga cuaca, cuaca memang susah di tebak"jawab ricle, mencoba meyakinkan aldich bahwa semuanya kan baik baik saja.
"tidak, tidak mungkin ricle...biasanya jika ada badai padahal harusnya di musim itu tidak ada badai maka ada seseorang yang membuatnya dengan sengaja.."jawab aldich serius.
__ADS_1
"apa?! Tapi...untuk apa dia membuat badai?!"tanya ricle tidak percaya dengan apa yang dia dengarkan.
"tentu saja unt-"
BRUKK!!
Saat aldich ingin menjawab pertanyaan ricle tiba tiba kereta kuda milik mereka terguling karena saking kencangnya badai.
"tuan Duke!! Nona!! Apa anda baik baik saja?!" ucap seorang prajurit yang membuka pintu kereta untuk membantu mereka keluar.
Aldich dan ricle kemudian keluar dari kereta yang sudah terguling, mereka melihat ke arah badai yang sangat besar dang kencang.
"dugaanku benar...ini bukan badai biasa..." gumam aldich.
.
.
.
.
.
***bersambung***
__ADS_1