
.
.
langit mulai terang, suara kicauan burung membangunkan seorang perempuan yang sedang tertidur pulas di atas kasur miliknya.
Tok..
Tok..
"nona saatnya Bangun.."ucap Lily sambil mengetuk pintu kamar ricle mencoba untuk membangunkan majikannya itu.
"hmm..baiklah"jawab ricle.
Ia kemudian duduk dan meregangkan otot ototnya, dengan mata yang masih mengantuk ricle melihat sekeliling kamar, ia segera berdiri dan berjalan ke arah pintu.
tangannya membuka pintu dan melihat Lily yang sedang membawa nampan berisi makanan dan minuman.
"nona? Apa yang anda lakukan?"tanya Lily yang heran melihat nona nya membuka pintu kamar.
"membukakan pintu untukmu.."jawab ricle dengan mata yang masih terpejam dan dengan suara khas mengantuk miliknya.
"pftt..nona sepertinya anda masih mengantuk ya~"ucap Lily sambil meraih tangan ricle dan menggiringnya ke kasur.
"nona duduklah dulu saya akan mengambil air untuk cuci muka" ucap Lily.
Ia kemudian berjalan ke kamar mandi dan kembali dengan tangan membawa wadah besar berisi air.
Lily kemudian meletakkan wadah itu di meja.
__ADS_1
"nona lebih baik anda cuci muka dulu lalu makan"ucap Lily pada ricle yang masih Linglung karena mengantuk.
"hmmm.."jawab ricle, ia kemudian berdiri dan segera mencuci mukanya.
Seketika sesudah mencuci muka matanya terasa segar dan tidak berat lagi.
"aku sudah merasa segar sekarang Lily, kau bisa kembalikan wadah ini"ucapnya, ia kemudian segera memakan makanan yang di antarkan Lily.
sementara Lily mengembalikan wadah yang berisi air ke kamar mandi.
Beberapa menit berlalu ricle sudah selesai makan dan juga mandi, ia kemudian berjalan ke ruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai penasehat putra mahkota.
Saat membuka pintu kerjanya ricle dibuat kaget karena tiba tiba ada Arthur di sana.
"yang mulia? kenapa anda berada di ruang kerja saya?"tanya ricle bingung.
"ruang kerja mu? Ini adalah ruang kerja kita, kita akan bekerja bersama mulai dari sekarang"ucap Arthur santai sambil memeriksa beberapa dokumen yang ada di atas meja miliknya.
"bukankah penasehat harus selalu ada di samping majikannya?"ucap Arthur santai matanya masih fokus dengan dokumen yang ada di tangannya.
Untuk pertama kalinya ricle tidak bisa memenangkan perdebatan dengan seseorang.
"ya..itu memang benar sih"batin ricle.
Ia kemudian menghela nafas dan berjalan kemeja kerja miliknya,Maja itu tepat di samping meja kerja Arthur, ricle meletakkan barang barangnya di situ dan mulai mengerjakan pekerjaannya.
beberapa menit di ruangan yang luas tidak ada satupun yang berbicara mereka berdua fokus dengan pekerjaannya masing masing.
Tok..
__ADS_1
Tok..
"yang mulai, boleh kah saya masuk? Ada hal yang harus saya sampaikan dan ini penting"ucap seorang pria yang ada di seberang pintu.
"Masuklah" singkat Arthur suaranya terdengar santai tapi juga serius di saat bersamaan, matanya sekarang masih fokus dengan dokumen.
Perlahan pintu terbuka menampilkan seorang prajurit berjalan cepat menuju depan meja Arthur dan berlutut, wajahnya menampilkan kekhawatiran.
"yang mulia putra mahkota! Ini kabar buruk, saya dengar para prajurit kerajaan bahwa yang mulia raja telah jatuh sakit karena diracuni seseorang!"ucap prajurit itu.
Sontak saat mendengar bahwa raja telah jatuh sakit karena diracuni Arthur mengalihkan pandanganya pada sang prajurit begitu juga dengan ricle.
"a-apa? Diracuni? Tapi..aku tidak pernah melihat kejadian ini di dalam game tentang hal seperti ini? apa karena eror jadi alur setiap cerita di dalam game akan berubah?!"batin ricle ia berpikir keras untuk menyelesaikan masalah ini.
"siapa yang meracuninya?"tanya Arthur dengan wajah yang menahan amarah, ia mengepalkan tangannya terlihat tangan itu sampai gemetaran karena saking kuatnya kepalannya.
"yang meracuni yang mulia raja adalah seorang pelayan yang disuruh oleh raja erlok dari kerajaan astralium"ucap prajurit, matanya tidak berani untuk menatap mata Arthur.
"raja erlok? Kerajaan astralium? Ini..tidak pernah muncul dalam game?!"batin ricle,sekarang dia panik..
.
.
.
.
.
__ADS_1
**bersambung**
Jangan lupa 'like ❤️' nya..