
.
.
.
.
setelah menempuh perjalanan yang cukup lama para prajurit akhirnya sampai di 'hutan api'.
'hutan api' adalah hutan yang terkenal dengan suhu panasnya bahkan setiap hari pasti ada kebakaran yang terjadi di dalam hutan, hal ini menyebabkan tidak ada siapapun yang berani memasuki hutan karena takut bagaimana jika hutan itu terbakar tapi mereka masih ada di dalamnya.
Tapi yang anehnya walaupun hutan api setiap hari mengalami kebakaran pohon yang ada di sana terus tumbuh subur dan entah bagaimana caranya tumbuhan yang tumbuh di hutan api tidak bisa terbakar oleh api sama sekali.
para prajurit segera menggali semua permukaan yang ada di hutan itu tapi sayangnya tidak mendapatkan apapun.
"huh...aku sudah lelah hei!! semuanya ayo kita istirahat dulu"ucap salah satu prajurit, ia kemudian berjalan ke arah pohon yang rindang berniat untuk beristirahat di bawahnya tapi tanpa ia sadari tiba tiba.
BRUKK!!
Terdengar suara jatuh para prajurit yang ada di dekat suara itu segera berlari ke arah suara.
"hei!! Teman teman lihat apa yang ku temukan di bawah sini!!"ucap salah satu prajurit.
__ADS_1
Tak di sangka sangka isi lubang yang ada di bawah pohon itu penuh dengan koin emas dan perhiasan lainnya.
"apa ini yang dimaksud oleh Nona penguasa?"ucap salah satu prajurit yang tidak percaya dengan matanya sendiri karena saking banyaknya emas yang ada di lubang itu.
"uwah!! apa ini yang disebut harta karun!!"ucap salah satu prajurit.
Mereka kemudian membawa semua koin emas dan perhiasan itu kedalam kereta lalu membawanya pulang ke kastil wilayah Utara.
singkat cerita semua koin emas dan perhiasan itu disimpan ke gudang milik wilayah Utara.
Sementara ricle dengan senyum bahagia nya menulis surat untuk raja.
"nona..bagaimana anda bisa tahu di dalam hutan api ada harta?"tanya Lily penasaran.
"apa harta itu berhubungan dengan tuan marquis basil?"tanya Lily yang masih penasaran dan menunggu jawaban dari atasannya itu.
"sangat berhubungan..."ucap ricle dengan seringai jahat miliknya, ia kemudian segera memasukkan surat yang baru saja ia tulis ke dalam amplop.
"Lily tolong kirimkan surat ini kepada yang mulia raja"perintah ricle, tangannya menyerahkan sepucuk surat pada Lily.
"baik nona penguasa"jawabnya.
Lily kemudian mengambil surat itu dan segera berjalan keluar ruang kerja ricle untuk melaksanakan perintah yang baru saja ricle berikan padanya.
__ADS_1
Lily menutup pintu perlahan dan sekarang ricle sedang sendiri di ruangan kerja miliknya...mungkin.
ricle melihat ke arah jendela dan merasakan ada kehadiran orang yang tidak diundang di sekitarnya.
"kau yang ada di sana keluarlah.."ucap ricle.
Tapi tidak ada respon sama sekali, hanya ada suara hembusan angin dan keributan di desa yang menjawab perkataan ricle.
"aku tahu kau ada di sini..jadi keluarlah....raja iblis"ucap ricle.
"oh? Apa aku ketahuan?"ucap seseorang dengan suara berat miliknya.
Ya itu adalah Aiden, ia sedang berada di teras sambil bersandar dengan tangan yang bertumpu dengan pagar di belakangnya, ia tersenyum manis pada ricle angin yang berhembus kencang membuat rambut panjang Aiden diterpa angin terlihat satu mata miliknya berwarna merah pekat memandang tajam ke arah ricle.
.
.
.
.
.
__ADS_1
**bersambung**