
pesta pun sudah selesai di gelar, ricle sedang berada di kereta kuda yang sedang berjalan menuju wilayah Utara, di dalam perjalanan tiba tiba kereta kuda berhenti mendadak.
"ada apa ini?"batin ricle,
ia kemudian mengintip di jendela dan melihat segerombolan orang sekitar sepuluh orang mengepung kereta kudanya, orang orang tersebut masing masing membawa senjata dan wajah mereka di tutupi dengan topeng,mereka terlihat seperti pembunuh bayaran.
"prajurit yang mengawal ku hanya ada 7 orang, kita kalah dalam segi jumlah"batin ricle, matanya melihat para prajurit dan pembunuh bayaran itu saling beradu pedang.
Dan sudah jelas para prajurit kalah bukan karena kalah dalam segi jumlah tapi ricle menyadari bahwa ada lebih dari 50 pembunuh bayaran yang sedang mengepung dirinya,10 nya berada di sekitar kereta kuda dan sisanya sedang bersembunyi dan memantau dari kejauhan.
"para prajurit hanya berhasil membunuh 8 orang dari 50 orang itu artinya tersisa 42 orang yang masih hidup dan menunggu aku untuk keluar dari kereta kuda"batin ricle.
matanya melihat ke sekeliling dan mencoba untuk menemukan tempat persembunyian mereka,selang beberapa menit ricle berhasil menemukan semua tempat persembunyian pembunuh bayaran itu,ricle kemudian menyentuh bagian belakang telinganya dan membeli beberapa item yang dibutuhkan.
Jari ricle dengan terampil membeli beberapa item,dan yang paling dia butuhkan sekarang adalah 'jubah tak terlihat' seperti namanya item ini membuat pemakainya tidak akan terlihat oleh siapapun selama 30 detik, walaupun singkat tapi sepertinya ricle bisa mengatasi semuanya hanya dalam waktu 30 detik.
Saat mata ricle melihat beberapa pembunuh itu berjalan menuju kereta kuda dan menggedor gedor pintunya, ia segera memakai jubah itu dan dengan singkat ricle menjadi transparan dan tak bisa di lihat oleh mata telanjang.
BARK!!
Pintu itu hancur membuat beberapa pembunuh bayaran melihat ke dalam kereta kuda dan tidak mendapati siapapun disana.
Saat ricle ingin keluar dari kereta kuda tanpa ia sadari sebuah pisau melesat cepat membuat pipinya tergores dan mengeluarkan darah, hal itu membuat beberapa pembunuh bayaran menyadari keberadaanya.
Sontak ricle kaget dan segera menyeka darah yang ada di pipinya itu dan berlari sekencang mungkin, saat ia hampir berhasil kabur dari kejaran para pembunuh bayaran tiba tiba pohon yang ada di depan ricle roboh membuat jalan itu buntu.
Ricle dengan panik melihat kebelakang para pembunuh itu sekarang sudah berhasil mengepung ricle, dari sisi depan, belakang, samping dan sisi atas, benar benar tidak ada celah untuk kabur.
para pembunuh sudah siap dengan senjata mereka masing masing, senjata mereka secara serempak mengarah pada ricle.
__ADS_1
Saat ricle sudah panik tiba tiba jendela sistem muncul didepannya.
'pakai saja kekuatan cincin itu!'
"tapi jika aku memakainya aku akan pingsan beberapa hari...selama beberapa hari itu siapa yang akan menjagaku?!"bisik ricle pada dewa.
'dari pada kau mati...lebih baik kau gunakan sekarang'
"baiklah terserah dewa saja.."bisik ricle.
Matanya kemudian dengan cepat menghitung berapa orang yang sedang mengepungnya.
"hanya 36 orang..kemana sisanya?"
Saat ricle sedang berpikir, tiba tiba ada panah yang melesat mengarah tepat ke jantung ricle, dengan cepat ricle menangkap anak panah itu dan melihat dari mana asal anak panah itu.
Saat sudah menemukan siapa yang menembak anak panah ricle tersenyum dengan senyuman kejamnya.
dari awalnya ricle sedang terkepung dan berada di depan para pembunuh bayaran tiba tiba ia menghilang tak lama dari itu sebuah teriakan kencang terdengar, saat para pembunuh bayaran mencoba mencari sumber teriakan itu mereka di kagetkan dengan sebuah kepala jatuh dari atas dan menggelinding di depan mereka, itu adalah kepala rekan mereka, para pembunuh bayaran itupun mendongak ke atas dan melihat tubuh tanpa kelapa itu sudah tertancap di rating pohon dengan darah segar yang menetes netes.
Melihat hal itu mereka semua kaget, tak lama dari kejadian itu terdengar lagi suara teriakkan sekitar 10 orang sedang berlarian sambil berteriak mencari air karena sekarang mereka sedang terbakar hidup hidup.
Mereka yang melihat itu tidak membantu rekan mereka yang lainya karena yang mereka pikirkan sekarang adalah siapa selanjutnya?.
Saat para pembunuh bayaran yang tersisa melihat sekeliling mencoba untuk menemukan sang pelaku tiba tiba suara ledakkan terdengar mereka yang ada di situ hancur bahkan sudah tidak berupa lagi.
Saat itu pepohonan dan tanah yang ada di sana dipenuhi dengan warna merah darah, bau amis yang kuat dan bekas ledakan yang besar.
"a-aku...berhasil..."gumam ricle.
__ADS_1
Saat ia mencoba untuk kembali ke kereta kudanya matanya sudah terasa kabur, kakinya terasa sudah tak kuat lagi untuk berjalan, dia ambruk dan pingsan di tengah tengah hutan yang sunyi dan gelap.
Tap..tap..tap..
terdengar suara langkah kaki yang sedang berjalan menuju ricle yang pingsan, orang itu kemudian berjongkok dan merapikan rambut ricle yang menutupi wajahnya.
Dengan senyum anehnya, dia memandang wajah ricle lalu mengangkat ricle dan meletakkannya di dalam kereta kuda.
"kau bersinar....tapi juga mengerikan.."ucap orang itu.
Ia kemudian keluar dari kereta kuda dan bersiap untuk pergi,sebelum dia pergi dia menolehkan kepalanya.
"kita akan bertemu lagi...cahayaku.."gumamnya.
Orang itu kemudian menghilang dalam sekejap.
tak lama dari itu terdengar suara rombongan kuda yang sedang melaju ke arah kereta kuda milik ricle.
Itu adalah Arthur...sepertinya ada beberapa prajurit yang berhasil selamat dari pembunuh bayaran dan melaporkan kejadian penyerangan itu kepada putra mahkota.
Para rombongan putra mahkota terkejut saat melihat mayat mayat tergeletak di tengah jalan hutan dan ricle di bawa ke istana untuk mendapatkan perawatan.
.
.
.
.
__ADS_1
**bersambung**