
Keesokkan harinya ada surat dari Duke aldich yang datang ke wilayah Utara.
Surat itu mengajak ricle untuk membuat marquis basil bhaswaron berpihak pada putra mahkota.
Marquis basil bhaswaron adalah salah satu bangsawan kalangan atas dan salah satu bangsawan yang memiliki ke kuatan sihir,Marquis basil juga adalah bangsawan terkaya no 2 di kerajaan luren,ia memiliki tambang berlian terbesar di kerajaan tetapi ada berita bahwa ada masalah dengan ekonomi keluarga bhaswaron yaitu tambang berlian milik mereka hancur.
Hal itu bisa terjadi karena makhluk bernama ular permata biru menyerang pertambangan itu hingga hancur, Marquis basil bisa saja mengerahkan kesatrianya untuk membunuh atau menangkap ular tersebut tapi ada legenda yang mengatakan bahwa ular permata biru adalah makhluk yang di pelihara oleh dewa cahaya.
Marquis basil takut jika berani membunuh atau menangkap makhluk itu bisa saja ia akan berurusan dengan kuil suci atau para rakyat yang menyembah dewa cahaya.
.
.
"Lily tolong siapkan gaun untuk ku, aku akan segera berangkat ke kastil keluarga bhaswaron" ucap ricle sambil menyimpan surat yang ada di tangannya ke laci bawah meja kerja miliknya.
"baik nona penguasa" jawab Lily.
Lily kemudian melaksanakan apa yang di perintahkan oleh atasannya tersebut.
Sudah selesai bersiap siap ricle segera ke luar dan melihat kereta kuda Duke aldich berada di depan gerbang kastil.
__ADS_1
Mata biru aldich menatap lembut ricle, terlihat ia sedang membukakan pintu untuk ricle dan mempersilahkannya masuk duluan ke dalam kereta.
"terima kasih Duke aldich.." ucap ricle,ia tersenyum pada aldich dan dibalas dengan anggukan oleh aldich.
Ricle kemudian masuk ke kerta dan diikuti oleh aldich, mereka duduk saling berhadapan.
Dalam perjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan sehingga suasana terasa canggung, tapi entah mengapa ricle merasa nyaman jika di dekat aldich.
"umm...Duke aldich..apa yang akan kita lakukan di kastil Marquis basil? Bukankah kita hanya perlu ke pertambangan untuk menyingkirkan makhluk itu?" tanya ricle untuk membuka pembicaraan.
"adik..Marquis basil sangat menyayangi tambang berliannya karena tambang berlian itulah yang membuat keluarganya menjadi kaya jadi dia sangat menjaga ketat tambangnya,yang bisa masuk ke sana hanyalah orang yang memiliki surat izin dari Marquis, kita ke kastilnya untuk meminta izin tersebut"jelas aldich pada ricle, ia menjelaskannya dengan nada yang aneh seperti seorang Kaka yang sedang menjelaskan sesuatu pada adiknya yang masih kecil.
"tapi aku juga merasa senang karena di dunia ini aku bisa merasakan kasih sayang keluarga walaupun dia bukan keluarga ku" batin ricle dia senang walaupun di dunia yang tidak dia kenal ini dia masih bisa merasakan ke kehangatan keluarga.
"ricle..jangan khawatir aku akan melindungi mu"ucap aldich.
"hm? apa anda tidak mendengarnya dari yang mulia putra mahkota?"tanya ricle, karena aldich pasti sudah tahu tentang kekuatannya jika tidak kenapa dia mengajak ricle untuk melawan makhluk itu.
"aku sudah tahu.. Bahwa kau punya kekuatan tapi tetap saja sebagai orang yang mengajakmu kesini keselamatanmu adalah tanggung jawab ku"ucap aldich.
"baiklah,mohon bantuannya Duke aldich"ucap ricle.
__ADS_1
Mereka kemudian berbincang ringan dalam perjalanan menuju kastil Marquis basil.
Tak terasa waktu sudah lama berlalu, kereta kuda berhenti mengartikan bahwa mereka sudah sampai di kastil Marquis basil bhaswaron.
mereka di sambut oleh beberapa pelayan di sana ada seorang pria yang cukup tua dan seorang wanita muda.
wanita muda itu mengerutkan alisnya saat melihat ricle yang turun dari kereta kuda.
"salam kepada Duke aldich swaggareth dan Nona ricle"ucap Marquis basil dan Clara putrinya, mereka menunduk hormat.
"salam juga kepada Duke basil bhaswaron dan nona Clara bhaswaron"ucap aldich dan ricle, mereka menunduk membalas salam dari Duke basil dan putrinya.
"si ****** ini..kenapa dia harus datang ke sini?! Lihat saja ****** sialan aku akan membalas perbutan mu padaku saat di pesta"batin Clara menatap tajam pada ricle yang sedang asik berbicara dengan Marquis basil dan Duke aldich.
.
.
.
**bersambung**
__ADS_1