
.
.
"ada dengan orang ini?" gumam ricle.
Ia kemudian membuka pintu itu dan terlihat kamar yang begitu luas semua barang yang ada di dalam situ terlihat mewah, kamar itu lengkap dengan meja kerja, rak buku dan ada teras yang langsung menghadap ke arah taman belakang di samping teras itu ada meja untuk bersantai sementara di tengah ruangan itulah terlihat ranjang yang sangat besar dan terlihat sangat nyaman dan empuk.
Ricle melangkah masuk ke dalam kamar dan menutup pintu perlahan.
mata ungunya sibuk menelusuri setiap sudut ruangan itu dengan mata yang berbinar.
"wow..ini keren!" girang ricle ia segera berlari kecil ke arah lemar dan membukanya.
di dalam lemari itu terlihat pakaian yang sangat bagus bahkan ada beberapa gaun yang mewah dan terlihat sangat mahal, di laci nya ada beberapa set berbagai perhiasan.
"apa aku sekarang sedang bermimpi? Jika sedang bermimpi aku tidak ingin bangun sekarang!!"teriak ricle, ia melompat lompat kegirangan di atas kasur sambil memegangi perhiasan di tangannya.
Ia tidak sadar bahwa ada seseorang yang melihat kelakuannya itu.
Orang itu terkekeh kecil melihat ke arah ricle, ia sedang duduk di pohon sambil bersandar, angin menghembuskan rambut hitamnya yang indah bagaikan langit malam.
"pangeran Ethan! Segera turun dari sana!! Itu berbahaya!" teriak seorang pelayan pada pria yang ada di atas pohon.
Ethan segera menunduk melihat ke arah pelayan itu ia terkekeh sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"heheh..maaf baiklah aku akan turun"ucapnya, ia segera turun dari pohon.
"baiklah ayo kita pergi"ucap Ethan, ia segera pergi dari sana, takut jika ketahuan oleh ricle bahwa ia sedang berada di sana.
__ADS_1
Pelayan yang melihat majikannya segera pergi segera mengikutinya pergi dari sana.
Sementara ricle ia masih asik mengagumi kamar barunya dan menjelajahi setiap sudut kamarnya.
Waktu pun berlalu dengan singkat matahari mulai tenggelam, ibu kota mulai bersinar karena cahaya lampu dan langit mulai gelap, walaupun langit mulai gelap hiruk pikuk ibu kota masih terdengar bahkan semakin ramai saat suasana malam.
Ricle sedang menyeruput teh miliknya sambil melihat ke halaman belakang, ia melihat para pelayan sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing.
Saat ricle sedang asik menyeruput teh nya tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.
"nona ini saya Lily" ucap seorang perempuan yang ada di luar sana.
mendengar suara itu ricle menoleh ke arah pintu dan meletakkan cangkir tehnya di meja.
"masuklah lily" singkatnya.
"nonaaa!!!..."rengek Lily ia segera berlari ke arah ricle dan segera memeluk kaki ricle erat, matanya terlihat sedikit lembab dan hampir ingin menangis.
"Lily..kau kenapa?!"ucap ricle kaget dengan kelakuan Lily.
"saya kira..nona akan meninggalkan saya sendirian di wilayah Utara..."ucap Lily.
"aku tidak meninggalkanmu...kau orang yang paling aku percaya Lily"ucap ricle tangannya mengelus kepala Lily lembut.
"terima kasih nona..oh iya nona saat saya sedang berjalan kemari saya mendengar sesuatu yang mungkin akan membuat nona senang" ucap Lily.
Ricle yang mendengar itu segera memegangi kedua pundak Lily.
"berdirilah.."singkat ricle.
__ADS_1
Lily yang mendengar itu segera berdiri menghadap pada ricle.
"apa yang kau dengar tadi?"ucap ricle, ia kembali mengambil cangkir tehnya dan menyeruput teh miliknya lagi.
"saya dengar bahwa Marquis basil bhaswaron akan ditangkap karena kasus korupsi pajak wilayah, ia akan di penjara selama dua puluh tahun dan denda sebesar 78 juta koin emas"ucap Lily.
ricle yang mendengar nominal denda itu kaget dan hampir tersedak teh yang ia minum.
"t-tujuh puluh delapan juta koin e-emas?!"ucapnya.
"lalu..apa hadiah untuk penguasa wilayah Utara atas laporan korupsi Marquis basil?"bisik ricle ia mendekatkan wajahnya pada Lily, siap untuk mendengarkan bisikan Lily.
"untuk hadiahnya saya tidak tahu..tapi pasti hadiah yang berharga"bisik Lily.
Ricle menganggukkan kepalanya setuju dengan perkataan Lily.
"ya kau benar pasti sesuatu yang berharga.."
.
.
.
.
.
**bersambung**
__ADS_1