Cinta Alina

Cinta Alina
Keputusan dea


__ADS_3

Setelah perjalanan tiga puluh menit dari mall menuju hotel tempat dea yang sedang ribut dengan suami nya.


Alina berlari masuk kedalam hotel, menuju meja resepsionis.


"maaf mbak kamar 5678,lewat mana" tanya alina


"lewat lift sebelah kanan mbak" jelas resepsionis


Dion yang mengikuti alina dari belakang sedikit kewalahan karena langkah alina yang gesit.


Saat di depan pintu kamar 5678 alina kaget mendengar suara dea yang berteriak.


Braakk.. alina membuka pintu kamar dengan keras


alina kaget melihat kondisi dea yang terlihat tengah bersimpuh dan menangis pilu.


Alina memeluk dea dan mengusap airmata nya.


Alina melihat pada firman suami dea, laki-laki itu duduk bersama seorang wanita.


"bisa kau jelaskan?? " mata alina nyalang menatap sepasang sejoli yang terlihat santai dan mengejek.


"jangan ikut campur urusan rumah tangga kami" firman tersenyum miring menatap sinis pada alina.


"kalau sudah begini kondisi dea, gw udah nggak bisa diam lagi" jawab alina ketus


"laki-laki yang tidak punya perasaan yang tega menduakan istri nya, suami macam apa yang tega menelantarkan istri nya dan meninggalkan nya untuk bersama wanita lain".


" gw nggak akan begini kalau saja dea bisa memberikan keturunan, gw harus mempunyai penurus, orang tua gw juga sudah tidak sabar menunggu seorang cucu" kilah firman.


"kalau lu mau anak dan dea tidak bisa memberikannya maka silahkan ceraikan dea"


firman merangsek maju, tangan nya sudah terayun keatas siap memukul wajah alina.. alina dan dea saling berpelukan saling menguatkan menghadapi kebrutalan suami dea.


bbukk.. bbukk.. firman terjatuh mendapat bogem mentah dari dion yang menonton pertunjukan drama perselingkuhan di hadapan nya.


" sampai sehelai rambut alina terjatuh gara gara lu, gw pastikan lu habis" dion berkata dengan penuh penekanan.


"ayo pergi dari sini" ajak dion pada dea dan alina


dion melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, dia tau kedua wanita di mobil ini sedang tidak baik baik saja, dion mencoba mengalihkan pikiran kedua wanita ini.


"kita makan dulu,, "


Dion membelokan mobilnya ke sebuah cafe yang cukup ramai.


"pesan lah kalian mau makan apa?! "


"kau selalu saja memaksakan kehendak, bapak tau nggak kami ini mau pulang.. saat seperti ini semua makanan terasa hambar" keluh alina.


" kau ini.. dokter yang tidak tau terimakasih, semua yang ku lakukan untuk mu hari ini tidak ada yang benar di mata mu,, "


" terserah kau mau apa.. "marah dion

__ADS_1


dion langsung pergi meninggalkan cafe, dia sedikit kesal dengan sikap alina yang tak menghargai perbuatan baik nya hari ini.


" kalian ini kenapa sih lin.. ?" kesal dea melihat sikap alina terhadap bos nya yang sudah membantunya saat di hotel.


" entahlah.. dia memang selalu salah dimata gw"


" sudah lah de.. jangan bahas gw atau pun bos dion, yang gw khawatir kan saat ini elu, mau di bawa kemana hubungan kalian?? "


" gw kasih tau ya de... saat hubungan seseorang sudah tidak sehat maka itu akan membuat kita tertekan, ujung-ujungnya elu depresi"


" lu punya solusi gak lin buat masalah gw ini, pernikahan gw dengan mas firman sudah 5 tahun tapi gw juga belum bisa hamil, kenapa lin?! "


" lu kan dokter lin.. lu pasti bisa bantu gw" mata dea sudah berkaca kaca saat membicarakan masalah rumah tangga nya.


"hmmm.. kalian berdua pernah konsultasi masalah kesuburan kalian ke dokter, atau pernah memeriksakan kondisi rahim lu??! " tanya alin penasaran


" sudah pernah lin, kami sudah pernah melakukan pemeriksaan kami berdua sehat dan baik baik saja" jelas dea.


" jalan nya ada de.. kita bisa lakukan proses bayi tabung" solusi yang di anjurkan oleh alina membuat kening dea berkerut bingung.


" sebenar nya setiap masalah pasti ada jalan keluar nya, tergantung kita menyikapinya.


Tapi masalah nya, suami lo menyikapi masalah ini dengan salah, dengan mencari wanita lain. Gw gak bisa terima perselingkuhan " jelas alina dengan emosi mengingat sikap suami sahabat nya.


" saat lu bisa hamil dan punya anak ada jaminan dia akan bersikap baik sama lu, jangan jangan ini adalah alibi nya saja untuk meninggalkan lu"


" gw tau itu hanya sekedar alasan saja, sejak awal pernikahan dia memang tidak pernah bersikap selayak nya suami yang bertanggung jawab " dea merasa sangat terluka saat mengingat hubungan nya 5 tahun ini dengan suami nya.


" lu bodoh de... wanita bisa hidup walaupun tanpa laki-laki "


"kenapa lu gak pernah ngasih tau masalah ini ke gw?? lu masih anggap gw teman baik lo kan de.. kenapa lu gak bagi sedih lu ke gw" alina memeluk dea,, mereka menangis bersama.


Alina dan dea pulang menggunakan taxi,sesampai nya di rumah mereka sudah di sambut oleh anjani yang sedang menerima tamu seorang wanita se usia mama anjani, terlihat masih sangat cantik memakai pakaian yang bermerek menandakan orang ini wanita sosialita.


" hai sayang... kamu baru pulang? , sini kenalin ini tante anggi, dia akan datang bersama kelurganya makan malam bersama kita malam minggu ini, kebetulan suami tante anggi rekan bisnis papa anton"


" saya alina senang bisa berkenalan dengan tante"


" alina ke kamar dulu ya tante, mama. Badan lengket banget. "


alina dan dea kembali kekamar bersama berharap bisa beristirahat dengan nyaman.


Pagi hari alina pergi dengan perasaan gundah, dia merasa bersalah pada dion, rencana alina mau meminta maaf pada dion pagi ini.


tok.. tok... alina mengetuk pintu ruangan direktur.


"selamat pagi dokter alina, maaf pak dion sedang ada pemantauan ke perusahaan di luar kota, kemungkinan dua hari lagi baru kembali kesini" seorang wanita datang dari arah belakang menjelaskan bahwa orang yang membuat hati nya resah sedang tidak ada.


Alina kembali ke ruangan nya berusaha menetralkan pikiran dan bisa kembali bekerja dengan tenang dua hari ini..


"yess.yesss.... senang ny tak ada bos arogan" gumam alina.


Hari ini pekerjaan terasa ringan dan cepat berlalu. kesenangan alina hari ini sedikit berubah saat mama anjani menelpon dan mengajaknya kebutik untuk membeli gaun untuk besok malam menyambut laki-laki yang entah lah bagaimana bentuk nya.

__ADS_1


" kamu lama banget sih lin... mama udah mau ubanan loh saking lamanya" omel mama pada anjani.


"macet ma.. ini kan jam pulang kerja, lagian kenapa mesti beli gaun sih ma? gaun juga masih banyak"


acara pilih memilih gaun pun selesai mama dan anak masuk ke mobil untuk pulang,


" kita ke kantor papa dulu ya, ada yang mau mama bicarakan sama papa.. penting"


" okey mah... sesuai aplikasi ya"


" kamu kira mama naik taxi online"


mereka tertawa bersama dan mengobrol santai. Sesampainya di perusahaan papa anton, mama anjani langsung menuju ruangan papa anton


"sar.. pak anton ada" tanya mama kepada sekretaris


" ada bu, tapa bapak lagi ada tamu"


"oh ya.. siapa tamunya?? "


" tuan hamzah bu.. kata pak anton kalau ibu datang bisa langsung masuk''


"baik.. saya masuk dulu ya, ayo sayang" ajak anjani menarik tangan alina yang sedikit malas.


klekk.. pintu di buka.. papa anton yang sedang duduk bersama seorang laki-laki sebayanya,


" hai sayang.. kamu sudah disini, tunggu ya papa masih bicara dengan pak hamzah" jelas anton


" ya silahkan dilanjutkan.. pak hamzah apa kabar, kita akan bertemu lagi besok malam di suasana lebih santai"


sapa anjani pada hamzah.


" tentu nyonya anjani,, kalau di kantor urusan bisnis tapi kalau di rumah, urusan menjalin silaturahmi siapa tau dapat menantu" hamzah melirik alina, alina hanya tersenyum kaku.


__--_----___---___---___---___---___---___---__


Sabtu pagi dea pamit pulang ke kota C, dia harus menerima kenyataan dan akan mencoba menata hidup nya kembali dengan mengajukan perceraian.


"lu yakin mau pulang sekarang? " tanya alina pada dea.


"yakin... gw akan melangkah maju, tak ada guna nya menangisi orang yang sudah tak mengharap kan kita"


" hati hati dijalan.. de"


"lu siap siap ya.. buat malam ini, ketemu calon laki"


" bacot lu.. sana pulang"


alina memeluk erat sahabat nya ini. Berharap dea akan lebih kuat lagi dalam menghadapi masalah nya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


to be continuous..

__ADS_1


__ADS_2