
Alina mendorong tabuh dion...
" sudah cukup.. kita sudah melewati batas" alina mundur dan segera bangkit dari duduk nya, tapi pergerakan nya terhenti karena dion memegang tangan alina.
" maaf untuk ini..saya pulang dulu, istirahat lah" dion pamit pulang.
Setelah hari yang mendebarkan itu alina mencoba menjalani hari seperti biasa, walaupun alina menyesali tindakannya yang bisa bisanya terperosok dalam pesona dion.
Ting... bunyi pesan di ponsel alina
[ gw tantang loe datang besok ke acara pertunangan gw dan gavin] dari 088××××
[tak perlu ditanya lagi.. tantangan diterima.
Lo kira gw takut, jangan menyesal saat nanti gw hadir disana tunangan lo bakalan hilang akal ] balas alina.
Alina bergegas keluar dari ruangan kerja nya, dia harus cepat menyiapkan penampilannya buat besok.
Salon itulah adalah tujuan alina sekarang
" mau kemana kamu" tiba tiba saja dion datang dan menahan laju langkah alina.
" cckk.. bukan urusan bapak" alina berlalu begitu saja dari hadapan dion.
dion yang tidak terima di cuekin oleh gadis idaman hati, memilih mengikuti alina sampai ke parkiran.
dion dengan cepat menyambar kunci yang ada di tangan alina.
" ehh.. balikin nggak, saya mau cepet ini bapak dion yang terhormat " alina mencoba merebut kembali kunci mobil nya.
Dion mengangkat tinggi tangannya, alina merebutnya dengan menarik tangan dion, posisi yang sangat rapat antara satu sama lain.
" kamu jangan gesek gesek gitu dong... saya nggak kuat" bisik dion di telinga alina
spontan saja alina menjauh dari tubuh dion, wajah alina memerah, dion merasa senang bisa menggoda gadis manis ini.
" jam dinas saya sudah berakhir ya... tolong pengertian bapak, jangan selalu nempel ke saya. Tidak ada hubungan khusus antara kita, jd jangan ngintilin saya terus dong!! "
" kamu ingin hubungan khusus antara kita.. ayo ikut saya" dion menggiring alina ke mobilnya.
"iihhhhh.. nggak mau ya, saya ada urusan pak plissss ijinin saya pergi, besok saya ada undangan ke acara tunangan temen di kota C"
" tunangan mantan " dion tersenyum sinis,
" sok tau bangett... boleh ya saya mau ke salon dulu mempercantik diri"
" boleh.. tapi besok kamu pergi dengan saya, tak ada penolakan"
__ADS_1
alina terpaksa mengikuti kemauan dari dion, tak mungkin berdebat lagi kalau mau rencana berjalan lancar.
___---___---__---___---___----____----____-----
Pagi pagi sekali sudah datang ke rumah alina, mama anjani terkejut dengan kedatangan calon mantu yang terlihat klimis
" ehh.. nak dion, ada janji sama alina ya?? "
" iya tan.. mau ke kota C ke acara tunangan teman alina"
" ohh.. tante panggilin alina nya dulu"
alina dan dion melajukan mobil menuju kota C, keduanya nampak diam tak ada percakapan. Sepanjang perjalanan alina mencoba menenangkan hatinya, agar siap menerima kenyataan kalau hubungannya dengan gavin harus dilepas selamanya.
Dion terlihat sendu, melihat gadis di samping nya yang diam dan terlihat sedih. Bukannya dion tak tau hubungan apa antara gavin dan alina, dion sudah menanyakan ini pada dea sahabat alina.
Hal inilah yang membuat dion sulit meluluhkan hati alina, sudah ada nama yang terukir di dalam hati alina.
" kita sudah sampai.. ayo masuk"
" jangan pernah lepaskan genggaman tangan ku.. aku tau ini berat untuk mu" dion mencoba menenangkan alina.
Alina merasa dilindungi saat dion menggenggam erat tangannya, bersyukur ada yang menguatkan di saat sulit. apa ini adalah tanda kalau alina harus bisa membuka hati untuk dion.
Pemandangan ini sulit sekali alina hadapi, disana terlihat agneta dan gavin bertukar cincin, pasangan yang sangat serasi agneta sangat cantik dan anggun, gavin terlihat gagah dengan jasnya.
" jangan salah dalam melangkah, karena gadis yang kamu cintai yang akan menanggung semuanya" bisik agneta pada gavin.
" sedikit saja kau menyentuh alina, maka ku pastikan kau yang akan aku lenyap kan" geram gavin
karena acara telah usai, alina dan dion menghampiri untuk mengucapkan selamat dan berpamitan..
" selamat vin, ta.. semoga lancar sampai acara pernikahan kalian" alina menyalami gavin.
greepppp... gavin menarik alina kedalam pelukannya
" lo harus percaya gw pasti akan datang untuk lo" bisikan gavin membuat hati alina kembali teriris.
" tidak vin... lo sudah ada agneta untuk menemani lo sampai nanti tua"
" dan gw sudah punya pak dion.. kami juga akan segera menikah, jadi lepaskan perasaan ini vin.. kita jalani hidup kita masing masing, semua yang tak mungkin jangan pernah di paksakan"
alina melepaskan pelukannya... berbalik melangkah pergi dengan terus menggenggam tangan dion menyalurkan kesedihan nya pada dion.
Diperjalanan menuju kota A, alina meminta dion berhenti di sebuah pasar malam.
" saya mau beli permen kapas pak.. "
__ADS_1
" kamu disini, saya yang belikan.. mau berapa? "
" dua ya.. biar bisa di makan buat besok lagi" dion mengangguk dan turun.
mobil dion diparkir di pinggir jalan sehingga memudahkan alina melihat dion dari dalam mobil.
alina merasa ada yang aneh dengan orang yang berada di belakang dion, laki laki itu mengeluarkan pisau kecil dari saku jaket nya. Alina berteriak dan berlari menuju ke arah dion.
"dion.. awasss,.." jlebb.. pisau kecil itu menancap di pergelangan alina.
alina menarik dion dan membiarkan tangan nya melindungi tubuh dion dari tusukan itu.
dion berusaha mengejar orang yang ingin menusuknya tadi, namun orang itu sudah melajukan motornya dengan cepat.
alina meringis sambil membalut pergelangan tangan nya yang terluka dalam menggunakan sapu tangan.
Darah masih terus mengalir deras.
" lin kamu gak apa apa?? " dion memapah alina ke mobil untuk segera menuju rumah sakit terdekat.
" pak kepala saya pusing... seperti nya pisau ini di oleskan racun, pisau nya juga melukai pembuluh darah besar sehingga darah nya tidak berhenti dari tadi" alina perlahan memejamkan matanya kepala terasa pusing dan luka nya terasa panas seperti terbakar.
"lin... linn.. bangun kamu harus tetap terjaga" dion cemas, melajukan mobil sangat cepat menuju rumah sakit terdekat yang ternyata sangat kecil peralatan yang tidak lengkap membuat alina harus di rujuk ke rumah sakit besar.
alina yang sudah mengalami penurunan kesadaran tergolek lemas sesaat sampai d rumah sakit milik dion.
" cepat lakukan tindakan terbaik untuk dokter alina.. "
" baik direktur.. saya akan segera lakukan tindak"
Dion menghubungi seseorang untuk melacak orang yang merencanakan penyerangan ini.
' cari.. bawa orang yang sudah melukai kekasih saya, saya beri waktu satu hari untuk menemukan orang itu hidup hidup'
dion menghubungi mama anjani mengabari kejadian yang menimpa anak nya.
anjani datang beserta anton, anjani sudah berlinang airmata mencemaskan anak sulung nya itu.
" dion apa yang terjadi, kenapa alina sampai seperti ini??! " anjani sudah tidak sabar untuk mengetahui alasan terjadinya musibah ini.
" maaf tante.. kami di serang saat di pasar malam di
kota C, saya masih menyelidikinya,saingan bisnis atau ada orang yang ingin saya tiada" jelas dion
"targetnya adalah saya tante, tapi alina melindingi saya.. saya berhutang nyawa pada alina"
☘️☘️☘️☘☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1